Back To 2012

Back To 2012
50. Back To 2022 (The End)


__ADS_3

Spring kembali lagi ke tahun 2022, di mana tak lama dirinya di tinggal oleh Winter, ia kembali ke tahun asalnya ia berada. Ia terbangun di kamar apartemennya yang berada di Los Angeles, sesaat ia melihat kalender di meja samping tempat tidurnya, tanggal tersebut maju satu hari dari tanggal di saat ia kembali ke masa lalu untuk kedua kalinya.


Kamarnya mengalami perubahan, di mana terdapat sebuah foto Winter dan dirinya yang terletakan di samping tempat tidurnya. Yang memang sebelumnya tak ada sama sekali. Bahkan album foto yang di milikinya pun juga mengalami perubahan, selain banyak foto dirinya bersama Winter, foto bersama Lucy pun ada di album fotonya. Bahkan Spring mendapati sebuah ingatan baru, yang di mana dirinya dan Lucy menjenjang pendidikan di universitas yang sama. Padahal sebelumnya Spring tak pernah bertatap muka dengan Lucy, selepas sahabatnya itu pergi dari Chicago.


Kembali ke masa lalu atau melakukan perjalan waktu, mungkin orang-orang hanya tahu bila hal tersebut hanya terdapat pada film-film bergendre fantasi, tapi bagi Spring semua itu adalah hal yang nyata. Berkat kejaiban tersebut, Spring dapat memperbaiki semua kesalahan-kesalahannya di masa lalu yang banyak orang khayalkan. Bahkan dirinya mendapatkan keberutungan yang sangat luar biasa, ia bisa mengabulkan cinta pertamanya dan bisa membuat sebuah kenangan-kenangan indah bersama cinta pertamanya. Walau hanya sesaat Spring dapat bersama dengan Winter, cerita bersama Winter menjadi abadi ketika Spring mengabadikannya dalam sebuah novel terbarunya.


Sebulan setelah novel tersebut di rilis, karya terbarunya itu laku keras di pasaran. Bahkan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang penulis terkenal yang dari awal karirnya hanya menulis cerita-cerita bergendre thriller dan action, kini merilis buku romantis. Tentunya banyak orang yang di buat penasaran dengan ceritanya, apa lagi cerita tersebut di ambil dari kisah nyata kehidupannya.


Dan dua bulan setelah novel tersebut di rilis, Spring mengadakan acara untuk para penggemar bukunya. Di sana dirinya menceritakan awal karirnya menjadi seorang penulis hingga sampai dirinya sukses. Dan bahkan ia juga memberikan banyak motivasi untuk orang-orang yang hadir. Di akhir acara, Spring melakukan sesi tanda tangan untuk para penggemar bukunya tersebut.


Ketika semua orang membawa buku dari karya terbarunya, ada satu orang pria yang memakai setelan jas yang membawa banyak buku dari karya-karyanya Spring. Di mulai dari karya pertamanya hingga karyanya yang terbaru. Pria tersebut menutup wajahnya dengan sebuket bunga.


Spring pun sampai tergelak ketika melihat buku-buku yang di letakan pria tersebut, ia juga sampai menggelengkan kepalanya.


"Baru kali ini ada orang yang membawa semua karyaku. Apa semuanya perlu aku tanda tangani?"


"Tentu saja, sekalian tulis nomor ponselmu karena aku adalah penggemar spesialmu. Aku penggemarmu jauh lebih lama di bandingkan orang-orang yang hadir di sini," imbuh pria dengan buket bunga tersebut.

__ADS_1


Spring pun mengerutkan alisnya, suara dari pria tersebut sekilas terdengar seperti orang yang di kenalnya.


"Apa kita saling mengenal? Aku tak akan memberikan nomor ponselku ke sembarang orang."


Pria tersebut lalu memperlihatkan wajahnya, ia lalu menjulurkan buket bunga tersebut kepada Spring.


"Tentu saja kita saling mengenal, karena aku adalah pria pertama yang kau pacari. Dan di sini aku adalah penggemar spesialmu, terutama spesial di hatimu."


Sontak saja Spring pun terkejut setelah melihat wajah dari pria yang membawa buket bunga tersebut. "Skylar," ucapnya.


Spring pun tersenyum sembari menganggukan kepalanya. "Aku akan memberikannya, selepas mentanda tangani semua buku-buku ini.


**


Selesai acara Skylar mengajak Spring pergi makan malam ke restoran. Selama makan malam, Spring dan Skylar banyak menceritakan tentang kehidupannya.


"Jadi, sekarang kamu bekerja sebagai apa?" tanya Spring.

__ADS_1


"Aku hanyalah seorang CEO dari perusahaan yang ku dirikan," jawab Skylar sembari menguyah makanan.


"Hanya seorang CEO, berarti kamu merupakan pria yang sukses."


Skylar menggaruk tengkuknya. "Perusahaan yang ku dirikan hanyalah perusahaan kecil, masih tidak sebanding dengan perusahaan yang di miliki ayahku.


"Walau kecil, tapi bila kamu berhasil mendirikan perusahaan berarti kamu merupakan pria yang sukses dan kaya," puji Spring yang merasa kagum dengan pekerjaan yang dimiliki mantan kekasihnya itu.


"Aku tidak sesukses dirimu. Bila kamu memujiku seperti itu, apa menurutmu aku pantas mendampingimu," ucap Skylar tersenyum.


Spring tergelak. "Hm, mungkin bisa. Tapi untuk saat ini aku masih belum bisa membuka pintu hatiku. Tapi, bila kamu mau berusaha, hatiku mungkin saja bisa terbuka untukmu."


Skylar pun tersenyum girang setelah mendengar apa yang di katakan Spring tersebut. "Tentu saja aku akan berusaha keras membukanya, jadi bersiaplah."


Setelah itu, Skylar hampir setiap saat memberikan kejutan romantis untuk Spring. Di tengah kesibukannya, Skylar selalu saja datang menemui Spring. Bahkan dirinya pun sampai harus berpindah rumah ke samping apartemen Spring, hanya karena tekadnya yang tak pantang menyerah untuk mendapatkan kembali mantan kekasihnya itu.


Spring memang masih belum siap membuka hatinya untuk pria lain, tapi entah mengapa perlahan-lahan hatinya mulai berdegup kencang tiap kali melihat Skylar tersenyum. Spring pun bertanya-tanya, apa itu pertanda bahwa Skylar merupakan pria yang akan mengisi hatinya setelah Winter. Entahlah, yang jelas sekarang Spring setiap hari merasa bahagia setelah Skylar datang kembali di kehidupannya. Dengan datangnya Skylar di kehidupannya, segala bentuk kesedihan pun sirna begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2