
Wan Bao dan Yan Tian celingak-celinguk mencari keberadaan Lin Zhan dan pemuda asing yang tidak di kenal nya, Bai Wang. Dan karena tidak mendapati mereka berdua, Wan Bao dan Yan Tian langsung pergi mencari keberadaan mereka. Sedangkan Bai Wang Dan Lin Zhan kini terengah-engah karena melarikan diri.
"Hei, berhenti! Kenapa kau terus menarik ku?" ucap Bai Wang melepas tangan yang di pegang Lin Zhan.
Lin Zhan langsung berhenti dan menoleh ke arah Bai Wang. "Kita harus segera pergi. Aku takutnya mereka akan menemukan kita. Jika mereka berhasil menemukan kita, maka kita akan____" jawab Lin Zhan belum selesai, namun mereka melihat segerombolan hewan spirit mendekati mereka.
Bai Wang yang melihat mengumpat kesal. "Sial!" gumamnya saat melihat banyak Laba-laba mengepung mereka. "Ini semua karena kamu. Apa kau tidak tahu kalau ini hutan spirit?" kesal Bai Wang saat menyadari mereka masuk kedalam hutan spirit.
"Mana ku tahu, kan aku bukan dari kekaisaran ini," jawab Lin Zhan membuat Bai Wang hanya bisa menghela nafas berat. Sungguh nasib buruk pikirnya. "Sudahlah, karena kita sudah terlanjut masuk. Jadi apa boleh buat kita hadapi saja mereka," sambung Lin Zhan membuat Bai Wang melototi nya. Sedangkan Lin Zhan yang di pelototi hanya tersenyum memperlihatkan gigi putih nya. Bai Wang yang melihat berdecih kesal dengan pria aneh itu.
"Hah, baiklah. Karena tidak bisa menghindar maka apa boleh buat, kita selesaikan laba-laba ini," ucap Bai Wang dan membuat senang Lin Zhan.
Lin Zhan merenggangkan ototnya, melemaskan, siap untuk bertarung. "Sudah lama aku tidak bertarung, otot-otot ku terasa kaku. Jadi baiklah, mari kita hajar mereka semua," ucapnya dengan senyum menyeringai.
Wuuus......
Bai Wang dan Lin Zhan mengeluarkan Jiwa beladiri nya, Bai Wang dengan pedang berkaratnya dan Lin Zhan dengan pedang apinya.
Bai Wang melirik pedang yang di pegang Lin Zhan. "Pendekar Raja Tingkat Lima," batinnya melihat jumlah cincin dan warna cincin yang melingkar di pedang api Lin Zhan.
Lin Zhan juga sama melihat pedang Bai Wang yang aneh. "Pedang apa itu? Kenapa tidak ada cincin di pedangnya?" batin Lin Zhan bingung dengan pedang yang di pegang Bai Wang yang tidak memiliki cincin satu pun. Ya, Bai Wang menyembunyikannya karena tidak ingin kekuatannya terekspos, walaupun tingkatannya masih di Pendekar Perak Tingkat 3.
Lin Zhan merasa aneh dengan pedang yang di pegang Bai Wang, seolah ada kekuatan yang tersembunyi di pedang itu. Sebelumnya saat tak jauh dari Perguruan Xuanlun, Lin Zhan merasakan sesuatu yang sangat kuat, dan ia pun mencari asal aura kuat itu. Tapi tidak menyangka saat itu ia langsung bertemu dengan Bai Wang yang ternyata keluar dari Perguruan Xuanlun. Dan saat melihat Bai Wang pertama kali, entah kenapa Lin Zhan begitu tertarik dengan pemuda itu, ia berpikir di tubuh Bai Wang ada sesuatu yang menarik perhatiannya, dan akhirnya ia berencana mengikuti kemana Bai Wang pergi. Untuk mastikan apa yang membuatnya tertarik dengan pemuda yang seperti nya tidak kuat itu.
"Apakah pedang ini yang membuat ku tertarik?" batin Lin Zhan bingung. Menurutnya pedang Bai Wang nampak biasa biasa saja, seperti tidak ada keistimewaan nya. Namun tiba-tiba ia merasakan jiwa beladiri pedangnya bergetar, seolah ketakutan.
__ADS_1
Lin Zhan melihat ke arah pedangnya, keningnya berkerut saat merasakan pedangnya bergetar, "Ada apa ini?" tanyanya bingung dalam hati.
Namun belum sempat berpikir keras, Laba-laba yang mengepungnya melompat dan menyerang mereka.
Lin Zhan dengan reflek cepat langsung menebas kan pedang apinya ke arah Laba-laba hingga laba-laba itu terbelah menjadi dua.
Craas......
"Kita harus cepat menyelesaikan ini," ucap Lin Zhan dan di angguki Bai Wang.
Bai Wang melihat Lin Zhan nampak berbeda, ia tampak serius.Tatapan matanya dingin dan tajam menatap Laba-laba pengganggu itu.
Bai Wang dan Lin Zhan langsung menyerang, menebaskan pedangnya ke arah Laba-laba yang jumlahnya begitu banyak.
Craas.....
Craas.....
"Dasar Laba-laba sialan! Mati saja kau!" marahnya dan mengeluarkan jurus nya
Amarah Api Neraka
Lin Zhan secepat kilat menebas laba-laba itu, dari satu laba-laba ke laba-laba lain. Pedang di tangannya mengeluarkan api merahnya dan membakar tubuh setiap Laba-laba yang terkena pedang nya.
Bai Wang yang melihat tak mau kalah, ini kesempatan nya untuk berlatih, memperkuat tubuhnya dengan lawan yang sesungguhnya.
__ADS_1
Roh Pedang Seribu
Bai Wang mengangkat pedang berkaratnya ke atas, muncul bayangan pedang di langit yang begitu banyak dan setelah itu mengayunkan pedangnya ke depan. Bayangan pedang dalam sekali lesat langsung menghantam dan menghunus ke tubuh Laba-laba hingga mati.
Laba-laba yang berjumlah begitu banyak langsung mati, dan kini hanya tersisa beberapa saja.
Bai Wang dan Lin Zhan saling menjaga satu sama lain, mereka saling memunggungi dan dengan mata menatap Laba-laba yang tersisa. "Kita harus secepatnya menyelesaikan ini dan pergi. Jika raja dari laba-laba itu datang, akan susah untuk mengalahkannya," ucap Lin Zhan saat mengetahui jika laba-laba itu adalah anak buah dari Raja Laba-laba Ungu. Dan Bai Wang yang mendengar langsung mengangguk.
Namun belum sempat mereka membunuh laba-laba itu, asap mengepul mengelilinginya. "Racun," ucap Lin Zhan saat tahu asap ungu yang menyebar di sekitarnya adalah racun. Dan dia tahu racun apa itu, "Sial! Raja Laba-laba Ungu telah datang," gumamnya mengumpat kesal. "Ambil ini," Lin Zhan menyerahkan pil menawar racun kepada Bai Wang.
Bai Wang langsung mengambil dan menelannya. "Apa ini asap racun dari Raja Laba-laba ungu?" tanya Bai Wang dan di angguki Lin Zhan.
"Ya, dia sudah datang, dan kini ada di sekitar kita," Jawab Lin Zhan dan menebaskan pedangnya, menghilangkan asap ungu dari pandangan mata.
Wuuus.....
Asap itu langsung menghilang dari pandangan mata mereka. Dan saat asap ungu itu menghilang, kini terlihat lah sosok Laba-laba raksasa di depannya, menatapnya dengan bengis. Laba-laba Ungu Tingkat 6, yang sama kekuatannya di Tingkat Pendekar Kaisar.
Bai Wang dan Lin Zhan yang melihat langsung menelan ludah, tidak tahu apakah bisa menang melawan Laba-laba yang memiliki kekuatan di atasnya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung