BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)

BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)
Bab 61, Pergerakan Pecahan Batu Merah.


__ADS_3

Setelah sampai di tempat yang cukup nyaman, Naga Emas mendarat dengan baik. Dan menurunkan Lin Zhan dan Bai Wang.


Lin Zhan memapah tubuh Bai Wang yang terluka, membawanya di bawah sebuah pohon yang besar.


"Hati-hati," Lin Zhan meletakkan tubuh Bai Wang dengan sangat pelan.


Uhuk....Uhuk....


Bai Wang kembali memuntahkan darah, Lin Zhan yang melihat langsung mengeluarkan obat di dalam botol kecil yang dia keluarkan dari cincin penyimpanan. Obat itu adalah obat yang di bawanya dari istana untuk berjaga jika di dalam perjalanan nya mengalami luka.


"Minumlah," ucapnya memasukkan obat itu dalam mulut Bai Wang.


Bai Wang yang telah menelan obat itu langsung bersila, mencerna obat itu dalam tubuhnya agar tubuhnya yang terluka lekas pulih. Lin Zhan dan Naga Emas yang melihat terus menatap Bai Wang, berharap Bai Wang akan baik-baik saja.


Cukup lama mereka berdua menunggu, Bai Wang pun akhirnya membuka matanya. Sedangkan tubuhnya yang terdapat luka dalam perlahan sudah membaik. Lin Zhan yang melihat langsung mendekati dan bertanya, "Bagaimana dengan luka mu?"


"Sudah lebih baik. Terimakasih telah membantu ku," ucapnya dan membuat Lin Zhan mengangguk.

__ADS_1


"Kita kan teman, sudah sepantasnya kita saling membantu. Lagian sebenarnya diri mu juga telah membantu ku. Jika kamu tidak bertarung dengan Ratu itu, mungkin selamanya aku akan menjadi tawanan manusia kalajengking itu," jawab dan di angguki Bai Wang.


Bai Wang yang sudah lebih baik, tiba-tiba merasakan sesuatu dari dalam cincin penyimpanan nya. Dia pun mengeluarkan sesuatu yang mencoba memberontak keluar. Dan saat mengeluarkan sesuatu itu, ternyata itu adalah pecahan batu merah yang di temukan nya dalam bangunan kuno.


"Kenapa batu ini mengalami pergerakan?" batinnya melihat pecahan batu merah itu.


Lin Zhan yang melihat Bai Wang mengeluarkan batu aneh dari cincin penyimpanan menatapnya dengan dekat. "Batu apa ini?" tanyanya belum pernah melihat pecahan batu merah yang memiliki ukiran unik, yaitu separuh bentuk ukiran berbentuk api berkobar.


"Aku tidak tahu batu apa ini. Aku menemukannya saat berada di Lembah Api," jelasnya dan Lin Zhan mengangguk. Pantas saja jika dirinya tidak pernah melihat batu merah itu.s


"Lalu kenapa kamu mengeluarkan nya?" tanya nya masih dengan mata melihat ke arah batu merah, merasa batu itu aneh.


"Maksud mu merasakan pergerakan?" tanyanya dan di angguki. Lin Zhan yang melihat anggukan Bai Wang memegang dagunya, memikirkan kenapa pecahan batu merah itu melakukan pergerakan.


Cukup lama berpikir, Lin Zhan dan Bai Wang saling berkata secara bersamaan. "Pecahan batu lainnya," serunya bersama.


"Ya, mungkin dia melakukan pergerakan karena merasakan pecahan batu lainnya," jelas Lin Zhan.

__ADS_1


"Jika memang ada pecahan lain dari batu ini, kita harus mencarinya. Aku penasaran sebenarnya apa batu ini. Saat menemukannya aku merasakan energi kuat dari batu ini. Dan aku yakin batu ini bukanlah batu biasa," jelas Bai Wang dan di angguki Lin Zhan. Membenarkan apa yang di katakan nya.


Mereka bertiga pun serempak mencari apa yang di yakini nya, bahwa tak jauh dari mereka berada pasti ada pecahan batu yang mereka pikirkan. Naga Emas pum berubah bentuk ke bentuk besarnya, dan setelah itu Bai Wang dan Lin Zhan naik ke punggung nya untuk mencari pecahan dari batu merah dengan cara merasakan pergerakan dari batu yang ada di tangannya.


Mereka terbang di langit dan kembali menuju istana kalajengking. Lin Zhan, Bai Wang dan Naga Emas memiliki pemikiran sama saat menuju istana yang batu beberapa jam lalu baru mereka tinggalkan. Dalam benak mereka, kenapa mereka kembali lagi ke istana kalajengking.


"Kenapa kita menuju ke istana kalajengking?" tanya Lin Zhan yang tidak mengerti.


"Aku tidak tahu. Tapi batu ini mengalami pergerakan, seolah menuntun kita untuk kembali ke istana Manusia Kalajengking itu," jawab Bai Wang yang juga tidak mengerti, kenapa batu merah itu memberikan pengunjuk energi kuat ke arah istana Ratu Hai Rong.


Lin Zhan yang mendengar memiliki pemikiran, mungkinkah pecahan batu lainnya ada di istana manusia kalajengking? Jika itu benar, mereka benar-benar kembali mengalami hal buruk. Bersusah payah berhasil lolos dari maut, dan kini mereka malah kembali untuk mengantar maut.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2