BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)

BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)
Bab 30, Kekalahan Lao Shan


__ADS_3

Kedua saling terpental dan saling menatap, setelah kembali menyerang.


Wuuus


Trang....


Trang....


Trang....


Dentingan pedang saling beradu, kecepatan pertarungan mereka membuat kilatan-kilatan di langit. Dua warna, yaitu emas dan merah saling berkejaran dan bertubrukan karena saling beradu.


Duuuar....


Ledakan besar juga menggema hingga menghancurkan tempat tersebut. Awan bergemuruh, gelap.


Lao Shan mengangkat pedangnya ke langit dan awan berputar membuat suatu pusaran berwarna merah. Dan dari pusaran itu muncul tangan tangan besar dengan kuku yang sangat panjang berwarna hitam, keluar perlahan hingga membuat langit menggelegar dan guntur menyambar-nyambar


Jeder.....


Jeder.....


Wuuus...


Tak hanya suara guntur saja, angin berhembus dengan sangat kuat. Pohon bergoyang dengan kencang, dan tanah pun ikut bergetar.


Lin Zhan dan lainnya yang melihat dan merasakan getaran dan hembusan angin itu mencoba menahan tubuh mereka agar tidak limbung.


"Kuat sekali," gumam mereka melihat kekuatan Lao Shan yang besar.


Tak hanya pemandangan pusaran merah yang di keluarkan Lao Shan yang di lihat. Sebuah pusaran berwarna emas juga muncul dari atas tubuh Bai Wang. Dia mengangkat pedang nya, dan perlahan muncul pedang berukuran besar berwarna emas. petir menyambar di dalam pusaran tersebut. Dan setelah itu keduanya mengerakkan pedang ke depan, dan seketika tangan besar dan pedang besar itu saling hantam.


"Pembantaian ilahi," seru Bai Wang dengan keras.


Tak hanya Bai Wang saja, Lao Shan juga menyerukan jurusnya dengan lantang. "Cengkraman Iblis."


Kedua juris raksasa itu saling bertubrukan hingga membuat angin semakin kencang.


Ugh,,, seri mereka yang menonton pertarungan mereka, menahan hembusan angin kuat tersebut.


Pedang dan telapak tangan itu saling beradu menentukan diantara mereka siapa yang kuat. Lao Shan dan Bai Wang saling mengerahkan kekuatan mereka sekuat tenaga.


Krak....Krak...


Perlahan telapak tangan itu retak oleh pedang besar itu. Bai Wang yang melihat dengan mata emasnya, melepas perisai warna-warni di tubuh jiwa pedangnya, melemparkannya ke langit. Dan setelah itu dari perisai tersebut muncul beberapa rantai panjang bergerak ke arah Lao Shan.


"Kekangan ilahi,"


Seru Bai Wang dan Rantai tersebut langsung bergerak ke arah Lao Shan. Lao Shan yang melihat tidak fokus dan akhirnya tapak besar nya hancur oleh pedang besar tersebut.


Boom...


Duuuar.....

__ADS_1


Asap mengepul menutupi tempat tersebut. Namun tidak menghentikan rantai yang mengejar Lao Shan.


Trang....


Lao Shan menebas rantai yang menyerangnya, hingga membuat rantai tersebut patah. Namun tidak menghentikan rantai tersebut. Rantai itu kembali mengejar dan mencoba menangkap Lao Shan.


Trang....


Trang....


Trang....


Bai Wang yang melihat Lao Shan mencoba menghentikan rantai tersebut dan mencoba melarikan diri, mengangkat tangan kirinya, ke depan. Dan dari langit muncul telapak tangan berwarna emas turun ke arah Lao Shan.


"Tapak Dewa,"


Wuus....


Telapak tangan itu langsung menghantam tubuh Lao Shan hingga tertindih oleh tapak besar tersebut.


Boom.....


Rantai yang mengejar tadi langsung mengikat tubuh Lao Shan hingga membuat Lao Shan tidak bisa bergerak.


"Le...paskan aku," Lao Shan meronta mencoba lepas, namun tidak bisa karena rantai tersebut adalah rantai dewa, rantai pengekangan.


Bai Wang yang berhasil merantai tubuh Lao Shan mencengkram tangannya menarik Lao Shan dalam perisai tersebut. Namun sebelum itu Lao Shan tiba-tiba tidak memberontak, ia diam. Dan tak lama tubuhnya menjadi merah, ada sesuatu kekuatan masuk kedalam tubuhnya.


Sedangkan tak jauh dari mereka berada, tepat nya di tempat Lin Zhan dan yang lainnya. Mereka terkejut depan apa yang di lihat nya. Beberapa bawahan Lao Shan tiba-tiba berteriak keras, tubuhnya merasakan kesakitan. Kekuatan dan darah mereka diserap, di jadikan pengorbanan untuk Lao Shan yang saat ini sedang membutuhkan kekuatan mereka untuk lepas dari kekangan rantai tersebut dan mengalahkan Bai Wang.


Perlahan kekuatan tersebut masuk kedalam tubuh Lao Shan dengan sempurna, menjadi kekuatan nya. Aura merah semakin menguar kuat dari tubuh Lao Shan. Dan setelah itu Lao Shan berteriak keras, mencoba memecah rantai tersebut.


Hiaaaa......


Krak......


Krak.......


Pyaar.....


Rantai itu patah dan Lao Shan pun berhasil lepas dari kekangan tersebut.


Bai Wang yang melihat menatapnya dengan dingin. Setelah itu memegang pedangnya dengan erat. Sedangkan Lao Shan yang kini telah lepas dari kekangan rantai tersebut tertawa keras apalagi kekuatannya juga telah meningkat.


Hahaha ......


Lao Shan melihat tubuhnya yang merasakan kekuatan tanpa batas, puas dengan penyerapan nya. Setelah itu menatap Bai Wang yang melayang di depannya dengan memegang pedangnya.


"Heh, jangan harap kau bisa mengekang ku lagi," ucapnya dengan nada dingin, menggelegar. "Kita tentukan siapa yang lebih kuat, aku atau kau manusia rendahan," sambungnya dan setelah itu menahan kekuatannya di kaki dan melesat ke arah Bai Wang dengan kecepatan tinggi.


Wuus....


Trang.....

__ADS_1


Bai Wang menangkis serangan tersebut, mendorongnya dengan kekuatannya.


Wuuus...


Keduanya saling mundur dan setelah itu kembali saling serang denhan kecepatan tinggi.


"Tebasan beruntun,"


Seru Bai Wang menebaskan pedangnya, begitupun bayangan Dewa Yama yang ikut menebaskan pedangnya hingga sebuah tebasan emas dalam jumlah banyak menghantam Lao Shan.


Boom.....


Boom.....


Boom.....


Duuuar.....Duuuar.....Duuuar.....


Ledakan besar tersebut menghancurkan tempat tersebut hingga puluhan meter jaraknya. Burung-burung langsung beterbangan meninggalkan tempat yang kacau itu.


Para warga yang sedikit jauh dari tempat pertarungan itu melihat ke langit, melihat banyak burung yang beterbangan menjauh, seolah ada sesuatu yang terjadi.


"Apa yang terjadi?" gumam warga yang melihat.


Dan tak lama setelah itu semua warga mendengar dentuman ledakan besar dari luar kota Fusing. Dan mereka pun juga melihat cahaya dari arah tersebut, cahaya hasil dari kekuatan Dewa Yama.


"Sebenarnya apa itu?" gumam mereka yang terus menatap asal cahaya itu.


Sedangkan di tempat pertarungan, Lao Shan terkena tebasan itu dan kini tertimbun tanah karena hantaman kekuatan Pedang beruntun. Lao Shan tidak bisa menahan serangan itu dan akhirnya dirinya terluka.


Bai Wang yang melihat dari atas, mengubah pedangnya menjadi tombak emas. Menariknya dan setelah itu melempar dengan kekuatan penuh ke arah Lao Shan yang terluka.


Wuus .....


Lao Shan mencoba bangun, menyingkirkan tanah yang menimbunnya. Namun saat dirinya mencoba berdiri, dia merasakan sesuatu mengarah padanya, mendongak, dan di lihatnya sebuah tombak panjang melesat ke arahnya dengan kecepatan penuh. Melihat hal itu dengan cepat dia mengambil pedangnya dan menangkis.


Trang....


Dua senjata itu saling beradu dengan masing-masing ujung senjata. Dua kekuatan bertubrukan dan akhirnya satu senjata itu terpental dan senjata yang menang menancap di tubuh.


Jleb....


Argh!....


"Kau! Uhuk....."


Darah muncrat dari mulut dan jatuh ke tanah. Setelah itu mati.


Bai Wang yang melihat kematian Lao Shan oleh tombak nya, tiba-tiba tubuhnya lemas. Setelah itu memejamkan mata dan jatuh.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2