BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)

BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)
Bab 37, Raja Kera Api dan Singa Emas Berkepala Dua


__ADS_3

Bai Wang, Lin Zhan dan lainnya kini pergi meninggalkan Gua tersebut. Mereka melanjutkan perjalanan kembali, masuk lebih dalam ke dalam Hutan Zamrud.


Selama masuk lebih dalam di dalam hutan tersebut, mereka selalu bertemu dengan hewan spirit. Seperti saat ini mereka sedang di kepung oleh banyak Kadal Petir.


Bai Wang, Lin Zhan dan dua pengawal itu siap bertarung mengalahkan Kadal Petir yang berada di tingkat 5. 


"Ayo kalahkan mereka. Siapa yang membunuh lebih banyak dia lah pemenangnya, dan akan memiliki semua inti kristal dari mereka," ucap Bai Wang dan Lin Zhan langsung semangat.


"Yosh, kita mulai," serunya mengangkat pedang dengan semangat. Wan Bao dan Yan Tian juga semangat, berusaha untuk memenangkan taruhan agar dapat memiliki kristal Kadal Petir.


Mereka berempat langsung menyerang, menebaskan pedang, memukul dan menendang. Mengeluarkan jurus mereka untuk mengalahkan  Kadal Petir itu.


Craas….


Craas….


Bugh…..


Bugh…..


Booom…


Duuuar…


Lin Zhan tertawa, menyombongkan diri, memperlihatkan bahwa dirinya telah membunuh 2 ekor Kadal Petir. 


Bai Wang yang melihat tersenyum. Dia tak kalah sombongnya, menunjukkan hasil pertarungannya mengalahkan Kadal Petir. 


"4 ekor," ucapnya sambil menunjukkan jari 4 nya. 


Lin Zhan yang melihat terkejut tidak percaya dengan apa yang di katakan Bai Wang, dia menghampiri dan melihat sendiri dengan matanya bahwa Bai Wang tidak membohongi nya.


Ha….?????? 


"Heh, terkejut bukan," ucap Bai Wang benar-benar sombong. 


"Kau pasti curang," Lin Zhan bersedekap dada masih tidak percaya. Bai Wang kan kekuatannya ada di bawahnya, mana bisa dia membunuh lebih banyak dari nya. Namun sebelum dirinya kembali protes, Wan Bao dan Yan Tian memanggil mereka menunjukkan hasil dari kerja kerasnya membunuh Kadal Petir.


"


Yang Mulia saya membunuh 7 Kadal Petir," teriak Yan Tian.

__ADS_1


"Yang Mulia saya 9 Kadal Petir," sambung Wan Bao menunjukkan tumpukan Kadal Petir yang di kalahkan nya. 


Bai Wang dan Lin Zhan yang melihat melotot tidak percaya. Hah, sudah pasti kalah pikirnya. Namun belum juga Wan Bao dan Yan Tian menyombongkan diri, Naga emas melempar banyak Kadal Petir di hadapan mereka dalam keadaan gosong karena di bakar oleh Naga emas menggunakan api emasnya.


Bugh….


Bugh….


Bugh….


Semua yang melihat langsung menoleh ke arah Naga emas yang terbang menggunakan sayap kecil nya. Mereka semua terbengong tidak percaya, dan mereka seolah melupakan Naga emas tersebut.


"Kau yang membunuh mereka semua?" Tanya Bai Wang di angguki Naga Emas.


Semuanya yang melihat anggukan Naga emas, saling pandang, tidak menyangka jika Naga kecil itu dapat mengalahkan mereka semua.


Karena sudah di tentukan siapa pemenangnya, Naga emas itu menarik napasnya dalam-dalam. Setelah itu menghisap semua kadal yang di tumpuknya tadi.


Syuut…..


Kadal petir itu perlahan di serap oleh Naga emas, dan dalam sekejap tubuh kadal itu hanya tinggal tulangnya saja. 


Hek…..Naga emas itu bersendawa, kenyang dengan makan siangnya.


"Apa kau benar-benar Naga kecil? Kenapa nafsu makan mu begitu besar," ucap Bai Wang mengahapiri dan meneteng ekor Naga Emas hingga tubuhnya terbalik.


Wooar…


Wooar…


Naga itu meronta tidak suka di tenteng seperti itu rasanya dirinya ingin muntah. Dan benar saja, Naga emas itu memuntahkan seuatu yang membuat semua nya senang. Naga Emas itu memuntahkan beberapa Inti kristal dari mulutnya.


"Bai Wang, buat dia memuntahkan semua inti kristal dari perutnya," ucap Lin Zhan siap memunguti inti krital tersebut.


Bai Wang yang mendengar dengan senang hati, dia menggoyang tubuh Naga Emas dengan kuat hingga membuat Naga emas merasa pusing.


Woaar….


Setelah mengeluarkan semuanya, Bai Wang melepas Naga Emas dan membagi inti kristal kepada semuanya. 


Naga Emas yang kini sudah lebih lebih merasa kesal dengan perlakukan mereka. Dia menyemburkan api emasnya ke arah mereka berempat mengejarnya hingga masuk ke kedalaman Hutan Zamrud.

__ADS_1


Bugh,


Bai Wang yang berhenti mendadak membuat semua orang saling tabrak. 


"Kenapa berhenti?" Tanya Lin Zhan yang mengelus keningnya yang menabrak punggung Bai Wang.


Shuut….!


Bai Wang meminta mereka diam dengan mata menatap ke depan. Semua yang mendengar mengintip, melihat apa ada sesuatu di depan mereka. 


Setelah melihat sesuatu itu, semua nya langsung bersembunyi di balik semak yang tak jauh dari apa yang di lihat mereka. 


Naga Emas yang melihat matanya berbinar, dia hendak terbang menghampiri sesuatu itu. Namun Bai Wang yang melihat dengan cepat menangkapnya, membekap Naga kecil itu agar tidak berulah.


"Apa yang terjadi dengan dua binatang spirit itu?" Tanya Lin Zhan pelan sambil matanya terus menatap binatang spirit tingkat 7 yang saling berhadapan, seolah sedang memperebutkan sesuatu.


Goooar…..


Woooar…..


Kedua binatang itu saling mengaum, mereka adalah Raja Kera Api, dan Raja Singa Emas Berkepala Dua.


Bai Wang melihat sekeliling, mencari apa yang membuat mereka berseteru. Saat matanya mencari, dia melihat sebuah pohon besar yang sedikit aneh. 


"Kalian lihat ke arah sana," tunjuknya pada pohon tersebut. "Aku rasa dua binatang spirit itu memperebutkan pohon tersebut," sambungnya, dan semua nya pun menoleh, melihat ke arah pohon besar yang memang sedikit aneh. 


"Sepertinya tebakan Tuan Bai benar, pohon itu seperti nya memang sedikit aneh," jawab Wan Bao.


"Em, kira-kira apa ya yang ada di pohon itu?" Gumam Lin Zhan berpikir, penasaran. " Hehehe….bagaimana kalau kita gunakan kesempatan ini untuk melihat apa yang ada di pohon itu," sambungnya memiliki ide yang langsung di setujui Bai Wang.


"Ide bagus. Siapa tahu di pohon itu ada sesuatu yang berharga," jawabnya dan membuat Wan Bao dan Yan Tian menggeleng, tidak menyetujui ide gila mereka berdua. Namun tidak untuk Naga Emas, Naga Emas itu begitu senang dan semangat. Dan akhirnya mereka bertiga mengendap-endap untuk mendekati pohon tersebut, menghindari agar tidak ketahuan oleh binatang tersebut.


Wan Bao dan Yan Tian yang melihat menghela nafas, namun mereka tetap mengikuti untuk menjaga tuannya. 


Sedangkan dua binatang spirit itu kini bertarung, mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing yang ada di tingkat 7 hingga membuat kekuatan yang saling bertubrukan itu mengakibatkan ledakan yang besar dan angin berhembus sangat kencang.


Wuuuus.....


Duuuuar....


Maaf telat update nya, hari ini sinyal hilang total dan baru aja ada. 🙏🙏🙏 

__ADS_1


Selamat membaca. Jangan lupa like, komen, vote dan tap favoritnya. 😘😘


__ADS_2