BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)

BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)
Bab 47, Kemarahan Piton Api


__ADS_3

Bai Wang yang telah lama di perut Piton Api akhirnya berencana untuk keluar. Sudah lama dirinya berada di sana. Dia takut Naga Emas akan mengkhawatirkan nya. Selain merindukan dunia luar, inti kristal yang di milikinya juga telah abis di buatnya untuk berkultivasi. Maka dari itu dirinya akan keluar dari perut Piton Api bagaimana pun caranya.


Bai Wang mengeluarkan kekuatannya, membuat tubuhnya di selimuti oleh Aura Emas yang kuat, dan setelah itu mengeluarkan pedang Berkaratnya, melapisi dengan kekuatan Benih Mutiara Emas. Memegangnya dengan kedua tangannya dan setelah itu melompat untuk membelah perut Piton Api.


Tusukan Cahaya Ekstrim


Serunya menancapkan pedangnya di perut dan setelah itu merobeknya dengan kekuatan penuh.


Cuus....


Pedangnya itu mencoba membobol kulit tebal itu. Piton Api yang merasakan langsung meraung keras dan bergerak asal merasakan sakit di perutnya. Dia meronta membuat tubuhnya menabrak gua yang di tinggali nya.


Bruk...


Bruk...


Bebatuan yang ada di dalam gua tersebut langsung hancur oleh tubuhnya yang besar karena menahan sakit. Sedangkan Bai Wang yang masih berusaha merobek berteriak keras mengeluarkan semua kekuatannya.


Aaaaarh...!!!


Sekuat tenaga dia berusaha dan akhirnya tubuh itu robek sebesar pedangnya saja.


Krak...


Piton Api yang merasakan tubuhnya di tusuk sesuatu yang kuat, langsung bergerak asal, terbang keluar gua berusaha menyingkirkan rasa sakit di perutnya.


Wuuus...


Tubuh besar itu kini muncul di permukaan Lahar Api membuat Naga Emas yang melihat langsung mendongak menatapnya. Dan setelah itu mengepakkan sayapnya menatap Piton Api.


Piton Api meraung dengan keras. Suaranya menggelegar di Lembah Api. Sedangkan Bai Wang yang ada di dalam masih berusaha merobek perut itu lebih besar.


Krak...


Krak...


Krak...


Aaarh.....!!!


Sreek.......


Kulit itu robek dengan lebar dan Bai Wang yang berhasil langsung melompat keluar dari perut Piton, melayang. Piton Api yang terluka tidak langsung mati, dia menatap Bai Wang yang keluar dari perutnya, dan ternyata pelakunya adalah manusia yang telah di telan-nya beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


Woooar....


Piton Api menyuarakan suaranya dengan keras ke arah Bai Wang, hingga membuat gelombang kekuatan menghantam dirinya. Bai Wang yang merasakan gelombang itu menahan nya dan setelah itu mengibaskan pedangnya menghentikan gelombang suara.


Wuuus.....


Dalam sekejap gelombang suara itu menghilang. Dan kini Keduanya saling berhadapan dengan tatapan permusuhan. Piton Api saat ini benar-benar tidak akan mengampuni manusia rendahan yang ada di depannya. Dia adalah Piton Kuno, bagaimana bisa dirinya mati di tangan manusia rendahan seperti itu. Dia harus membunuh nya bagaimana pun caranya.


Piton Api mendongak ke atas, menarik nafasnya dan setelah itu mengeluarkan bola api besar yang panas dari mulutnya. Setelah cukup, Piton Api langsung melepaskannya ke arah Bai Wang untuk meledakkan tubuh manusia rendahan itu.


Wuuus....


Bola api besar itu langsung melesat ke arah Bai Wang dengan sangat cepat. Bai Wang yang melihat langsung mengeluarkan jurusnya untuk membelah bola api besar tersebut.


Pedang Pembelah Langit.


Serunya dan berteriak kencang, memegang pedang nya dengan kedua tangannya dan langsung membelah bola api besar tersebut menjadi dua.


Sreek....


Bola api besar itu terbelah dan Bai Wang melesat dengan kecepatan penuh untuk menghindari bola api yang dibelah-nya tadi agar tidak terkena ledakan nya.


Boom....


Boom....


Tempat itu bergetar karena kuatnya ledakan tersebut. Piton Api yang melihat Bai Wang berhasil menghindari bola api miliknya langsung meliukkan tubuh menyerang Bai Wang langsung.


Keduanya pun bertarung dengan sengit. Tubuh besar Piton Api masih saja kuat walaupun tubuhnya telah terluka. Bai Wang tidak menyangka jika Piton Api masih memiliki kekuatan yang besar.


Bugh....


Bai Wang terhantam oleh ekor besar itu hingga jatuh ke tanah, beruntung dirinya tidak masuk kedalam Lahar Api. Jika itu terjadi, sudah di pastikan dirinya akan meleleh.


Bai Wang bangkit kembali dan melesat menyerang Piton Api. Apapun yang terjadi dirinya harus membunuh nya dan keluar dari Formasi Merah bagaimana pun caranya. Karena dirinya tidak mau terjebak di dalam Formasi merah yang membawanya ke Lembah Api.


Naga Emas yang melihat pertarungan sengit Manusia dan mahluk kuno itu, terbang menghampiri Bai Wang yang berdiri melayang sambil menyeka bibirnya yang berdarah.


Naga Emas berkata lewat pikiran Bai Wang, membuat Bai Wang langsung menoleh, tidak menyangka jika Naga Emas bisa berbicara walaupun lewat pikirannya.


"Bagaimana jika kita bekerja sama? Jika kamu melawannya sendiri pasti nya kamu akan kalah oleh nya," ucapnya memberi tawaran.


Saat keduanya berbicara, Piton Api melesatkan kekuatan lainnya. Lahar api yang ada di bawah tiba-tiba bergejolak naik, membuat suatu gelombang besar dan setelah itu mengarah kepada mereka berdua.

__ADS_1


Wuuus....


Wuuus....


Bai Wang yang melihat tentu saja terkejut, dia tidak menyangka jika Piton Api memiliki kekuatan mengendalikan lahar panas itu. Lahar panas itu berbentuk puti-ng beliung dengan jumlah banyak, mengejarnya kemanapun dirinya pergi.


Bai Wang dan Naga Emas terus menghindar, terbang kesana-sini agar tidak terkena serangan tersebut. Bai Wang dan Naga Emas seolah tidak bisa menghindar, mereka terus saja di kejar. Dan akhirnya mereka berhenti dan mebuat penghalang agar Gelombang Puti-ng beliung itu tidak mengenai nya.


Kabut Perisai Emas.


Sebuah perisai tebal berwarna emas mengelilingi mereka. Bai Wang menahan dengan kedua tangannya agar penghalang itu tidak pecah.


Bugh,


Bugh,


Gelombang Puti-ng beliung itu menghantam dari berbagai sisi untuk menghancurkan perisai tersebut. Naga Emas yang melihat Bai Wang sedikit kesusahan menahan kekuatan yang mencoba menghancurkan Perisai Emas, membantu. Dia menambah ketebalan dan kekuatan di perisai tersebut, berharap perisai itu tidak akan hancur.


Namun dugaan nya salah, Piton Api tidak akan membiarkan mereka hidup. Dia melesatkan kekuatan berwarna merah dari mulutnya berbentuk laser dan langsung menghantam Perisai Emas itu.


Wuus...


Boom...


Krak...


Krak...


Perisai itu retak. Bai Wang dan Naga Emas yang melihat saling pandang. Ternyata kekuatan mereka tidak bisa menahan serangan Piton Api. Naga Emas yang melihat menjadi kesal, kesal kepada dirinya sendiri karena tidak kuat. Bagaimana dirinya kuat? Dirinya yang saat ini adalah tubuh yang kosong dengan sedikit kekuatan karena kekuatannya belum pulih sepenuhnya seperti pada masa jayanya. Jika tubuhnya telah pulih sempurna, sudah di pastikan Piton Api bukanlah lawannya.


Perisai yang di pertahan kan itu pun akhirnya pecah. Bai Wang dan Naga Emas yang tidak bisa menahan akhirnya terpental. Piton Api yang melihat langsung melesat dengan gerakan cepat, menghantam tubuh mereka dengan ekornya dan membaut mereka langsung jatuh dengan sangat kuat.


Boom...


Tanah itu langsung berlubang karena kuatnya hantaman tersebut. Debu di tanah langsung mengepul mengelilingi Bai Wang dan Naga emas yang terkubur di tanah. Piton Api yang melihat melayang menatap dimana mereka jatuh sambil mendesis, menunggu mereka muncul kembali.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2