
Bai Wang menatap mereka setelah itu berbisik pelan, bertanya. "Apa kau mengenalnya?" Lin Zhan yang di tanya menatap mereka, sambil berpikir apakah mengenal mereka semua atau tidak. Bai Wang yang melihat menatap, menunggu jawaban. Lama berpikir, Lin Zhan menggeleng, "Aku tidak mengenal mereka," jawabnya membuat mereka semua terkejut.
"Yang Mulia," seru mereka semua tidak terima jika tuan mereka tidak mengenali.
Bai Wang yang mendengar kata 'Yang Mulia' keluar dari mulut mereka mengerutkan kening, "Kamu pasti bohong. Aku tidak percaya jika kamu tidak mengenal mereka. Dan panggilan tadi___ sebenarnya siapa kamu?" tanyanya menyelidik.
Mendengar itu Lin Zhan menghela nafas, "Hah, baiklah. Aku akan mengatakan siapa diri ku," jawabnya tidak bisa menghindari pertanyaan Bai Wang. "Sebenarnya aku____," belum sempat Lin Zhan menjawab, Wan Bao dan Yan Tian datang.
Melihat itu Bai Wang terkejut, ia ingat dengan dua pemuda itu. Pemuda yang menghadangnya sebelum bertemu dengan Laba-Laba Ungu. "Sial!"
Bai Wang masih ingat dengan apa yang di katakan Lin Zhan bahwa orang tersebut adalah bukan orang baik. Dengan cepat, Bai Wang mengangkat tubuh Lin Zhan, menggendongnya dan kabur dari tempat itu. Semua orang yang melihat terkejut, saling pandang. Apalagi saat melihat cara Bai Wang yang membawa Lin Zhan, membopongnya dari depan.
Lin Zhan yang di bopong mengalungkan tangannya di leher, menatap Bai Wang. "Hei kenapa kau membawa ku pergi?"
"Mereka berdua menemukan kita. Jika kita tidak segera pergi, aku takut kau akan di tangkap oleh mereka. Bukankah sebelumnya kamu mengatakan jika mereka menginginkan mu?" Lin Zhan yang mendengar diam, benar apa yang di katakan nya. Namun semua itu hanya kebohongan belaka. Dan akhirnya ia hany bisa menghela nafas, membiarkan Bai Wang membawanya pergi.
"Hah, sudahlah. Biarkan saja dia membawa ku. Lagian aku juga tidak ingin pulang," batinnya dengan santai menikmati gendongan Bai Wang.
Bai Wang terus berlari tanpa menoleh takut Wan Bao dan Yan Tian mengejarnya. Sedangkan di tempat Lu Hao bertanya, "Kenapa kalian bisa tidak bersama dengan Yang Mulia?" tanyanya dengan nada dingin.
Wan Bao dan Yan Tian yang mendengar pertanyaan itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berkata, " Kita kecolongan lagi, Tuan Hao," jawabnya membuat Li Hao menghela nafas, sudah di duga.
"Baiklah, lebih baik sekarang kita kejar Yang Mulia," ucapnya dan di angguki semuanya.
Mereka semua pun langsung pergi menyusul Bai Wang dan Lin Zhan. Sedangkan Bai Wang dan Lin Zhan sendiri kini istirahat setelah melihat tidak ada yang mengejar mereka.
"Seperti nya kita pergi sudah cukup jauh," ucap Bai Wang menurunkan Lin Zhan.
Lin Zhan yang di turunkan tidak mau melepas, tetap memeluk leher Bai Wang. Bai Wang yabg melihat menatap tajam. "Lepaskan tangan mu!"
"Tubuh ku masih lemah, tidak bisa berjalan sendiri," manjanya membuat Bai Wang semakin menatap tajam, jijik dengan sikap manja itu.
__ADS_1
"Menjijikkan," kesalnya dan berjalan ke arah tepi danau, menatap Lin Zhan dengan tajam. "Jika kamu tidak mau turun akan ku lempar kau ke dalam danau ini," ancamnya membuat Lin Zhan menatap tidak percaya.
"Kau bercanda kan?"
"Lihat saja, aku bercanda atau tidak," jawab Bai Wang serius.
Menunggu lama Lin Zhan menjawab, Bai Wang melempar paksa Lin Zhan ke dalam danau.
Byuur....
"Bai Wang.....!!!" Teriak Lin Zhan tidak menyangka jika Bai Wang bersungguh-sungguh.
Setelah drama kekesalan yang di buat Lin Zhan, mereka berdua akhirnya sampai di luar hutan Spirit dan kini ada di kota, Kekaisaran Xing. Mereka berdua berjalan sambil melihat sekeliling.
"Setelah ini kita akan kemana?" tanya Lin Zhan.
"Aku berencana pergi dari kekaisaran ini. Kalau kamu?"
"Kau tidak akan pulang?" tanyanya dan di jawab tidak oleh Lin Zhan.
Mereka terus berjalan untuk keluar dari kekaisaran. Namun saat hampir sampai di pintu perbatasan, Lin Zhan merasakan aura yang di kenalnya. Lu Hao dan lainya.
"Sial! Kenapa mereka terus mengikuti ku sih?" kesalnya dan memunculkan jiwa beladirinya, pedang. Dan setelah itu menarik tangan Bai Wang, membawanya naik di atas pedangnya dan pergi meninggalkan Kekaisaran.
Bai Wang yang tiba-tiba di tarik dan terbang di udara tentu saja takut, apalagi ini kali pertamanya dia naik pedang dengan ketinggian yang lumayan tinggi.
"Aaaaa........apa yang kamu lakukan?" teriaknya memeluk Lin Zhan dari belakang.
Lin Zhan yang melihat tersenyum. Apalagi saat merasakan pelukan Bai Wang begitu erat di tubuhnya, "Ah, ternyata nyaman juga di peluk," ucapnya membuat Bai Wang melotot, ia melihat dirinya yang memeluk Lin Zhan. Dan dengan cepat melepas, jijik dengan tingkahnya sendiri memeluk pria yang ternyata malah menikmati pelukannya.
Lin Zhan yang melihat Bai Wang melepas pelukannya dengan tingkah jijiknya tersenyum menyeringai. Senang mengerjai Bai Wang yang mudah di goda.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalan yang melelahkan, mereka akhirnya turun di pinggir desa perbatasan Kekaisaran Xing dan Kekaisaran Qin. Mereka berdua berjalan masuk kedalam desa mencari tempat untuk makan. Dan setelah menemukan rumah makan, mereka masuk dan memesan makanan.
"Silahkan masuk tuan," sapa pemilik rumah makan sendiri, karena rumah makan makan itu tergolong kecil.
Bai Wang dan Lin Zhan mengangguk dan setelah itu duduk di kursi yang di sediakan. Mereka berdua melihat sekeliling. Walaupun rumah makan itu terbilang kecil, namun pengunjung nya ternyata cukup ramai.
"Mau pesan apa, tuan-tuan?" tanya nya sambil menunjukkan daftar menu makanan yang tersedia.
Lin Zhan malas melihat, dan memutuskan memesan makanan terenak yang di miliki rumah makan itu, "Berikan hidangan terlezat yang di miliki rumah makan ini," ucap Lin Zhan dan langsung di angguki pemiliki rumah makan. Dan dengan senang hati pemilik tersebut langsung melayani mereka dengan baik.
"Baik, tuan. Mohon di tunggu sebentar," ucapnya dan langsung pergi ke belakang, meminta bagian dapur untuk menyiapkan makanan paling terlezat di rumah makannya.
Sambil menunggu makanan yang di pesannya datang, Lin Zhan dan Bai Wang mengobrol tentang rencananya setelah ini. Saat mereka mengobrol, mereka mendengar beberapa orang membicarakan tentang retakan di langit akhir-akhir ini.
"Hei, apa kalian mendengar bahwa ada retakan di langit?"
"Ya, aku sedikit mendengarnya. Tapi entah itu benar atau tidak aku tidak tahu, hanya mendengar beberapa orang mengatakan itu. Dan katanya retakan itu adalah dari dunia lain, yang mengatakan iblis mencoba membuka kehampaan dunia manusia,"
"Ya. Jika sampai iblis benar-benar turun di dunia manusia, bukankah akan terjadi kekacauan di dunia ini. Apalagi saat mendengar rumor tentang Kaisar Iblis yang katanya kekuatannya sudah seperti dewa. Akan kah jika dia benar-benar turun dunia ini akan selamat? Aku yakin tidak. Kita hanya bisa berharap semoga rumor itu hanya kebohongan belaka."
"Em, semoga saja,"
Bai Wang dan Lin Zhan yang mendengar saling pandang, "Iblis? Kaisar Iblis?" gumam mereka bersama.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1