
Bai Wang yang telah berhasil menyerap Mutiara Api dan berhasil meningkatkan kekuatannya, membuang nafas. Dan perlahan membuka mata.
Huh…..
Bai Wang melihat tubuhnya, Aura merah yang kuat mengelilingi tubuhnya. "Sepertinya aku bisa menggunakan kekuatan api seperti Piton Api," gumamnya dan setelah itu melempar kekuatan api dari tangannya, menghantam batu besar yang tak jauh dari nya.
Wuuus….
Booom….
Duaar……
Batu itu seketika langsung hancur berkeping-keping. Bai Wang yang melihat melotot tidak percaya, "Waw," batinnya tidak menyangka jika dirinya dengan mudah menghancurkan batu besar itu menggunakan kekuatan dari Mutiara Api.
Naga Emas yang mendengar suara ledakan langsung kaget. Dirinya yang mulai memejamkan mata di kejutkan dengan suara itu dan membuatnya tidak bisa memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Dia kembali mengumpat kesal setelah itu menghampiri Bai Wang dan memukul kepala itu dengan ekornya.
Puk….
Bai Wang yang melihat bingung, ada apa dengan Naga Emas pikirnya. Kenapa tiba-tiba memukul kepalanya.
"Hei, kenapa kau memukul ku?" Tanya Bai Wang yang tidak terima.
"Itu karena kau sangat berisik. Apa kau tidak tahu aku ini ingin istirahat? Dan suara itu sangat mengganggu ku tahu," kesalnya dan kembali ke tempat asal nya, melingkarkan tubuh dan memejamkan mata.
Bai Wang yang melihat diam dengan mata menatap ke arah Naga Emas yang mulai tidur. Bai Wang yang melihat menghela nafas, dan setelah itu membiarkan Naga Emas beristirahat. Dia tahu saat ini Naga Emas pasti lelah karena nya. Karena sebelumnya dia merasakan kekuatan Naga Emas masuk ke tubuhnya saat dirinya dalam keadaan pikiran kacau akibat ulah Piton Api yang memasuki kesadarannya.
"Baiklah, beristirahatlah. Aku tidak akan menganggu mu," gumamnya dan mengistirahatkan tubuhnya. Selain lukanya yang belum pulih sepenuhnya, dia juga merasakan kelelahan. Dan akhirnya mereka berdua tidur bersama untuk memulihkan tubuhnya agar esok hari tubuhnya sudah lebih baik lagi.
.
.
.
Dua hari memulihkan diri, Bai Wang dan Naga Emas melanjutkan perjalanan untuk mencari jalan keluar dari temat itu. Saat dirinya menyeberangi batu di atas lahar, tiba-tiba mereka berdua merasakan getaran hebat dan seketika muncul sebuah bangunan kuno di depan nya.
Bai Wang dan Naga Emas yang melihat saling pandang. Setelah itu mereka langsung melompat dan masuk kedalam bangunan kuno tersebut.
__ADS_1
Kreeek….
Bai Wang membuka pintu besar itu dan perlahan masuk. Matanya melihat sekeliling tempat tersebut, seketika dia melihat sesuatu yang menarik di tengah aula tempat tersebut. Sesuatu yang di lindungi oleh penghalang tebal dengan dua lapis.
Bai Wang dan Naga Emas dengan cepat mendekati dan melihat apa itu. Saat sampai di depan penghalang itu, dia melihat sebuah batu pecahan berwarna merah yang melayang. Bai Wang yang melihat mengerutkan kening, benda apa itu? Kenapa hanya sebuah batu saja harus di beri penghalang yang berlapis, pikirnya.
"Ternyata hanya sebuah batu, aku kira benda berharga apa," ucapnya dan beralih melihat yang lain, tidak tertarik dengan batu merah itu. Namun tidak dengan Naga emas. Dia terus menatap batu itu. Berpikir tidak mungkin batu itu hanya batu biasa. Jika batu merah itu hanya batu biasa, pastinya tidak akan di buat penghalang dengan dua lapis yang begitu tebal. Dan di yakini pasti ada sesuatu yang menarik dengan batu tersebut.
"Kemari kau," panggilnya langsung membuat Bai Wang menoleh.
"Ada apa?" Tanyanya mendekat.
"Lihatlah batu itu," perintahnya dan Bai Wang melihat ke batu tersebut. Cukup lama memperhatikan dengan sungguh-sungguh tetap saja menurutnya batu itu adalah batu jelek yang tidak menarik. "Aku merasa batu merah ini bukan batu biasa," jelasnya.
Bai Wang yang mendengar menyentuh dagunya dan berkata, "Oh ya? Dimana kamu melihat batu itu bukanlah batu biasa?"
Naga emas yang mendengar pertanyaan itu kembali melihat ke arah batu merah, "Entahlah, tapi aku yakin ini bukanlah batu biasa. Jika ini hanya batu biasa pastinya tidak akan di beri penghalang setebal ini," jelasnya.
Bai Wang yang mendengar diam, dalam hati membenarkan ucapan yang di katakan Naga Emas. " Lalu bagaimana cara kita memecahkan penghalang ini untuk membuktikan bahwa batu itu memanglah bukan batu bisa?"
"Tentu saja memecahkannya dengan paksa, dengan cara menggabungkan kekuatan kita berdua," jawabnya dan langsung di angguki Bai Wng.
Krak….
Krak….
Bai Wang dan Naga Emas masih terus menyalurkan kekuatan nya dan seketika penghalang pertama pecah.
Pyaar….
Perlahan pecahan penghalang itu menghilang dan kini tinggal satu penghalang lagi yang belum mereka pecahkan. Bai Wang dan Naga Emas kembali menyalurkan kekuatan lagi untuk memecahkan penghalang kedua. Namun cukup lama mereka mencoba memecahkan penghalang itu, penghalang yang kuat dan tebal itu tidak retak sama sekali.
"Kuat sekali penghalang ini," gumam Bai Wang yang masih mencoba memecahkan.
"Kita tambah kekuatan. Tidak mungkin penghalang ini tidak akan pecah," ucap Naga Emas dan di angguki Bai Wang.
Keduanya pun menambah kekuatan untuk menghancurkan penghalang tersebut. Dan cukup lama keduanya menyalurkan kekuatan untuk merusak nya, penghalang tersebut akhirnya mulai retak
__ADS_1
Krak…
Bai Wang dan Naga Emas saling pandang. Dan setelah itu menambah kekuatan mereka lagi untuk segera menghancurkan.
Krak….
Krak….
Pyar….
Penghalang itu akhirnya pecah. Bai Wang dan Naga Emas begitu senang. Mereka ingin segera mengetahui apa yang tersembunyi di pecahan batu merah tersebut.
Bai Wang mengulurkan tangan, mencoba mengambil pecahan batu merah. Namun saat tangan itu hendak menyentuh, sebuah kekuatan menghentikannya dan membuat Bai Wang terpental jauh.
Wuuus….
Bugh……
Brak…….
Tubuh Bai Wang terpental menabrak patung hias yang ada di ruangan tersebut.
Naga Emas yang melihat Bai Wang terpental, beralih menatap batu emas. Apa yang terjadi? Naga Emas melihat dengan sungguh-sungguh, berpikir bahwa batu itu memang lah bukan batu biasa.
Bai Wang yang terpental bangun. Melompat dan berdiri di samping Naga Emas dengan mengumpat kesal. "Sialan! Beraninya batu ini menolak ku. Sebenarnya batu apa ini?"
"Entahlah, aku tidak tahu. Tapi sepertinya ini barang berharga. Hanya saja aku tidak tahu kegunaan nya," jawab Naga Emas. Bai Wang yang mendengar diam saja, karena dirinya sendiri juga tidak mengetahui batu apa itu.
"Lalu bagaimana cara kita mengambilnya?" Tanya Bai Wang.
Naga Emas yang di tanya, berpikir. Dan cukup lama memikirkan cara, dia berkata. "Coba kau salurkan kekuatan mu. Siapa tahu batu itu ada reaksi," jelasnya di angguki, dan setelah itu dia menyalurkan kekuatannya di batu merah tersebut.
Benih Mutiara Kekacauan yang bersatu dengan Jiwa beladiri nya bereaksi. Bai Wang yang melihat bungung. Kenapa Mutiara itu bergetar seolah merasakan sesuatu. Tapi sedetik kemudian, Benih Mutiara Emasnya kembali tenang dan Bai Wang melanjutkan menyalurkan kekuatannya di batu merah tersebut, berharap batu itu tidak menolaknya lagi.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung