
Mereka pun saling mengejar. Melompat secepat kilat dari pohon ke pohon.
Tap....
Lin Zhan, Wan Bao dan Yan Tian Lin ada di hadapan Singa Api, menghentikannya.
Gooaar.....
Singa itu mengaum, marah karena di hentikan oleh tiga manusia lainnya. Singa itu membuka mulutnya lebar-lebar dan melesatkan bola api ke arah mereka bertiga.
Booom....
Booom....
Booom....
Duuuar.....Duuuar..... Duuuar.....
Ledakan kekuatan itu menghanguskan pohon dan menghancurkan tanah. Mereka yang di serang berhasil menghindar dan setelah itu balik menyerang, mengeluarkan jiwa beladiri dan jurus mereka masing-masing.
Sedangkan dua pendekar tingkat Raja yang mengikuti kini sampai di pertarungan mereka. Mereka saling pandang dan mengangguk, setelah itu pergi menuju gua dimana tanaman itu berada. Mencari kesempatan di pertarungan mereka untuk mengambil Teratai Api.
Yan Tian yang melihat pergerakan mereka menuju arah lain, langsung meminta Tuannya dan Wan Bao untuk menghentikan mereka berdua. Dia yakin dua pemuda itu pasti akan menuju harta karun yang di jaga oleh Singa Api.
"Wan Bao, Yang Mulia, serahkan singa ini pada ku. Kalian pergilah, hentikan dua pemuda itu," teriaknya melawan Singa Api.
Wan Bao dan Lin Zhan mengangguk dan setelah itu menyusul dua pemuda tersebut.
Saat sampai di depan Gua, Lin Zhan dan Wan Bao menghentikan mereka,
"Berhenti!" teriak Lin Zhan dan langsung membuat dua pemuda itu berbalik.
Mereka saling berhadapan dengan pandangan tidak senang.
"Siapa kau berani menghentikan kami?" tanya seorang pemuda berbaju merah dengan sinis.
"Kalian tidak perlu tahu siapa kami. Dan jangan harap kami membiarkan kalian masuk mengambil milik kami," jawab Lin Zhan tak kalah berani. Niat memang memprovokasi dua pemuda itu agar marah, mengulur waktu agar Bai Wang yang ada di dalam berhasil mendapatkannya harta tersebut.
"Badjingan sialan! Jika kau mampu lawan kami," tantangnya dengan marah karena menurutnya Lin Zhan sungguh meremehkan mereka.
__ADS_1
Lin Zhan yang melihat mereka marah tersenyum kecil, "Kena kau," batinnya tertawa.
"Hoh, baiklah, kami akan melawan mu. Tapi jika kalian kalah, biarkan kami mengambil sesuatu yang ada di dalam," ucapnya langsung disetujui.
"Deal," mereka pun sepakat. Bagi siapa yang menang maka harta itu akan menjadi pemilik nya.
Wan Bao yang ada di belakang Lin Zhan menghela nafas dengan sifat tuan nya yang suka mengelabuhi, benar-benar tidak seperti seorang calon raja.
Mereka pun mengeluarkan jiwa beladiri masing-masing. Namun dua pemuda itu terkejut saat melihat Wan Bao mengeluarkan Jiwa beladirinya yang di kelilingi cincin berwarna kuning dengan banyak cincin berjumlah 6. Yang artinya berada di Pendekar Kaisar Tingkat 6.
"Pendekar Kaisar? Sial!" umpat mereka yang masuk dalam jebakan. "Karena sudah seperti ini kita harus tetap mengalahkannya," sambung pemuda berbaju merah.
"Tapi dia ada di pendekar kaisar, akan susah untuk mengalahkannya, kak," jawab Pemuda berbaju hitam, adik dari pemuda berbaju merah.
"Jika kita tidak mampu, kita harus bisa melarikan diri. Nyawa lebih penting," jawab nya di angguki adiknya.
Mereka pun siap bertarung. Sedangkan Lin Zhan malah bersedekap dada, malas menghadapi mereka. Dia akan meminta Wan Bao untuk mengurus dua pemuda itu.
"Urus mereka, aku yakin kau pasti mampu," Ucap Lin Zhan dan di angguki Wan Bao.
"Baik, Yang Mulia," jawabnya dan langsung melemaskan kepalan tangan siap menghajar dua pemuda itu.
Bugh,
Bugh,
Bugh,
Dalam sekejap Wan Bao menghajar mereka hingga babak belur.
"Ampun, ampun! Ampuni kami, tuan. Kami mengaku kalah," ucap mereka memohon ampun dengan bersujud. Belum juga mereka merencanakan untuk melarikan diri, dalam sekejap pria dengan tingkatan pendekar kaisar itu sudah membuatnya babak belur.
"Kalau begitu apakah kalian merelakan apa yang ada di dalam gua menjadi milik kita?" tanya Lin Zhan dan dengan cepat di jawab oleh mereka.
"Ya, ya, ya. Ambillah jika anda menginginkannya. Kami tidak akan menghalangi lagi," jawab nya cepat. Dan setelah itu Lin Zhan meminta Wan Bao membereskan mereka berdua.
Lin Zhan berjalan masuk ke dalam gua, meninggalkan mereka bertiga. Sedangkan Wan Bao langsung melempar mereka sangat jauh dengan cara meninju tubuh mereka hingga terbang ke angkasa. (Wkwkww😜)
Setelah mengurus dua pemuda tidak berguna itu, Wan Bao menyusul tuannya masuk kedalam gua.
__ADS_1
Sedangkan di dalam gua sendiri, Bai Wang yang kini berhasil memetik Bunga Teratai Api menatapnya dengan diam. Apa yang akan dilakukannya dengan bunga itu. Cukup lama berpikir, entah pikiran dari mana, Bai Wang memetik setiap kelopak dan memakannya langsung.
Hap...Hap...Hap...
Saat memakan beberapa kelopak Teratai Api, Lin Zhan yang baru masuk terkejut melihat Bai Wang yang memakan nya langsung.
"Apa yang kau lakukan?" teriaknya berlari menghampiri Bai Wang.
Bai Wang yang mendengar suara Lin Zhan langsung menoleh, wajah nya bingung. Apa maksud pertanyaan nya? Bukankah dia hanya memakan nya saja? Tidak perlu seterkejut itu bukan? Pikirnya.
"Memang apa yang ku lakukan?" tanya nya dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa kamu memakan nya?" Lin Zhan balik bertanya dengan berkacak pinggang.
"Kalau tidak di makan lalu bagaimana? Percuma jika hanya untuk pajangan saja," ucapnya benar-benar bodoh, memang tidak tahu bagaimana menggunakannya.
Lin Zhan yang mendengar mendengus kesal. Ingin sekali dia menghajar Bai Wang hingga babak belur. Tapi karena sudah telanjur apa boleh buat, hanya bisa meredam kemarahannya. Dia duduk di tanah bersila sambil bersedekap dada dan berkata, "Ku harap tubuh mu tidak terbakar oleh Teratai Api itu."
Lin Zhan berniat menunggu efek itu keluar dari tubuh Bai Wang, dia akan membantunya untuk meredakan kobaran api dari Teratai Api yang mencoba melahap kesadaran Bai Wang. Namun cukup lama menunggu tidaka ada tanda-tanda Bai Wang berteriak kesakitan. Lin Zhan yang menutup mata mencoba mengintip apa yang terjadi. Namun saat mata sebelahnya terbuka, dia di kejutkan dengan dua orang malah mengobrol. Ya, Bai Wang dan Wan Bao malah asik mengobrol dengan sangat asik.
"Hei, apa yang terjadi?" ucap nya menghampiri, memeriksa Bai Wang yang seperti tidak terjadi apa pun.
"Memang apa yang terjadi?" jawab Bai Wang menatap dengan pandangan bingung.
"Kamu tidak merasakan sesuatu di tubuh mu?" tanyanya penuh selidik.
"Tidak," jawab Bai Wang cepat. Memang kenyataan nya seperti itu, tubuhnya tidak merasakan apapun. Hanya saja dia merasakan seperti memiliki kekuatan api.
"Benarkah?" tanyanya masih tidak percaya. Bai Wang mengangguk, mengatakan jika Memnag tidak merasakan apapun.
"Aku hanya merasa seperti ada kekuatan api di tubuh ku," ucapnya menunjukan sesuatu di telapak tangannya, api kecil berkobar di tengah telapak tangannya.
"Elemen api," gumam Lin Zhan dan Wan Bao bersamaan, saling pandang. Tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Pikirnya mana mungkin semudah itu mendapatkan elemen api? Apalagi ini hanya memakan satu Tanaman saja. Sungguh tidak dapat di percaya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung