
Bai Wang yang tak sadarkan diri kesadarannya masuk di lautan jiwanya yang luas, terjatuh di pusaran emas yang seperti lautan itu.
Byuur....
Tubuhnya perlahan jatuh semakin dalam dengan pandangan sayu. Tangannya mencoba menggapai, namun kesadaran telah dulu hilang dan akhirnya jatuh semakin dalam.
Bai Wang yang sepenuhnya pingsan tidak menyadari jika ada sosok besar yang menatapnya, dia adalah sosok jiwa asli Dewa Yama. Dewa Yama yang melihat berkata, “Keturunan ku tidak boleh mati disini,” ucapnya dengan suara yang menggema.
Dewa Yama mengulurkan jarinya ke arah kening Bai Wang, memberikan sesuatu kepadanya, sebuah jurus Tebasan Seribu Ayunan. Dan setelah itu menyalurkan sesuatu, membuat cahaya serbuk emas mengalir , masuk secara perlahan.
Tubuh Bai Wang perlahan terangkat naik dengan dikelilingi cahaya emas yang menyilaukan, keluar dari dasar lautan jiwanya. Dan dalam sekejap Bai Wang sadar dan terengah-engah.
Hah…Hah…Hah….
Bai Wang melayang di atas pusaran emas dengan memegang kepalanya, sesuatu masuk kedalam pikirannya, sebuah jurus melayang-layang dengan detailnya.
"Apa ini?” gumamnya melihat sebuah jurus yang luar biasa. Jurus yang belum pernah dia temui.
Bai Wang berdiri dan setelah itu mengangkat tangan nya, mengambil pedang berkaratnya yang ada di lautan jiwanya. Dan setelah itu mengayunkan pedangnya sesuai gerakan yang ada dalam ingatan nya.
Syuut….
Syuut….
Syuut….
__ADS_1
Tebasan demi tebasan dia ayunkan dan pelajari. Membuat gerakan yang cantik dan terakhir di ayunkan nya hingga membuat tebasan beruntun dengan cepat dan berakhir dengan ledakan yang besar.
Boom…..
Boom…..
Boom…..
Duuar…..
Bai Wang yang melihat tentu saja terkejut dengan jurus yang di pelajari nya.
Woow…. Kagumnya.
Bai Wang yang telah menguasai Jurus tersebut, kesadaran nya keluar dari lautan jiwa. Dan perlahan dirinya sadar dari pingsan nya. Namun saat membuka mata betapa terkejutnya dia melihat apa yang terjadi. Dirinya saat ini ternyata bersama dengan seorang wanita yang di kenalnya, siapa lagi jika bukan Ratu Hai Rong yang dengan lancangnya menyentuh tubuhnya dengan jari lentiknya.
Ratu Hai Rong yang melihat Bai Wang telah sadar menatap dengan senyum seringai nya. Sedangkan Bai Wang mencoba mendorong tubuh yang ada di atas tubuhnya.
"Apa yang Ratu lakukan?" Ucapnya mencoba kabur dari wanita mengerikan yang ada di hadapannya
Ratu Hai Rong yang di dorong bukannya tubuhnya beranjak, tapi malah menekan bahu Bai Wang agar tetap berbaring di bawahnya.
"Kenapa? Apa mau kabur?" Tanyanya dengan tatapan nakal. "Jangan harap Ratu ini melepaskan mu. Saat ini kamu sedang terluka dan tidak memungkinkan mu untuk kabur dari hadapan ku. Tapi jika kamu benar-benar bisa kabur dari Yang Mulia ini, bersiaplah rekan mu akan menjadi santapan untuk anak buah ku," sambungnya mengancam dengan jari menyentuh dagu.
Bai Wang yang mendengar tentu saja terkejut. Jadi dua rekannya saat ini sedang di tawan oleh bawahan Ratu Kalajengking. Bai Wang diam, memikirkan cara untuk bisa kabur dan menyelamatkan dua rekannya. Jika dirinya memiliki rencana takutnya malah membahayakan Lin Zhan dan Naga Emas.
__ADS_1
"Apa yang harus ku lakukan?" Batinnya berpikir keras.
Ratu Hai Rong yang melihat menyentuh pipi Bai Wang dengan lembut dan berkata. "Jika kau memenuhi permintaan Ratu ini, Ratu ini tidak akan membuat dua rekan mu dalam bahaya. Tapi sebaliknya, jika kamu mencoba melawan maka bersiaplah mendengar mereka mati," ancamnya lagi dan langsung membuat Bai Wang menatap wajah Ratu Kalajengking.
"Memang apa yang di inginkan Yang Mulia Ratu dari saya?" Tanya dengan pandangan dingin, risih dengan apa yang di lakukan Ratu Hai Rong pada tubuhnya.
"Tentu saja tubuh mu," jawabnya membuat Bai Wang mengerutkan kening. Apa maksudnya, pikirnya.
"Saya tidak mengerti maksud anda?"
Ratu Hai Rong yang mendengar menaikkan satu alisnya, tidak percaya jika Bai Wang tidak mengerti maksudnya.
"Oh, benarkah kamu tidak mengerti maksud ku?" Tanyanya dan di angguki Bai Wang yang berpura-pura bodoh.
Bai Wang sebenarnya tahu apa yang di inginkan Ratu Hai Rong padanya, yaitu menyedot kekuatannya untuk di jadikan sebagai kekuatan dari dirinya. Tidak mungkin bagi seorang siluman seperti itu tidak menginginkan kekuatan dari seorang manusia. Dan lebih di inginkannya lagi, mereka akan menyedot darah nya juga untuk menambah umur dan awet muda.
Bai Wang memiliki pemikiran itu karena gurunya telah menceritakan tentang cerita manusia siluman yang kebanyakan menginginkan kekuatan dan darah dari mangsanya untuk kepentingan mereka. Dan saat ini dirinya mengalami hal itu, bertemu dengan sosok manusia kalajengking yang menginginkan apa yang ada di dirinya.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1