
Beberapa Tetua yang melihat Tetua Jian turun langsung, ikut menghampiri mereka. Mereka tidak menyangka jika Tetua Jian akan mengangkat seorang murid. Karena selama mereka menjadi Tetua dan guru di perguruan Xianlun, mereka tidak pernah melihat Tetua Jian memiliki Murid, dan ini kali pertamanya.
"Tetua, kenapa anda meminta dia menjadi murid anda? Bukankah anda tahu sendiri bahwa dia tidak bisa membangkitkan jiwa beladiri?" Ucap Tetua Xiao Ao.
Tetua itu tidak menjawab, ia malah meminum araknya, mengabaikan pertanyaan Tetua Xiao Ao.
"Kau akan menjadi murid ku, datanglah ke halaman Daun," ucapnya dan pergi meninggalkan semua orang.
Semua yang ada disana hanya menatap kepergian Tetua Jian, tidak percaya bahwa orang tua itu akan menerima seorang murid. Namun para Tetua tidak bisa menghentikan nya karena mereka tahu Tetua Jian adalah Tetua Pendekar Kaisar tingkat 5, yang berarti mereka semua bukanlah tandingannya.
Setelah pengujian itu selesai, Bai Wang berjalan kaki menuju halaman Daun untuk menemui Tetua Jian. Namun saat di tengah perjalanan, ia di hadang oleh beberapa orang yang tak lain adalah orang yang menghentikan perjalanan saat menuju perguruan Xianlun, orang yang bertarung dengan Qian Xue.
"Mau apa mereka?" Batin Bai Wang menatap beberapa orang yang menampilkan wajah congkaknya.
Ketua dari mereka maju, dan menunjuk Bai Wang. "Dimana gadis sialan itu?" Tanyanya tentang Qian Xue.
"Dia tidak ada."
"Apakah dia takut akan bertemu kami lagi?"
"Tidak," jawab Bai Wang singkat
"Kamu pikir aku percaya?" Ucapnya dan membalikan tubuh, mendekati kakak seperguruannya yang bersama dengan nya untuk membalaskan dendam tentang apa yang di lakukan Qian Xue pada mereka.
"Kakak senior, dia adalah orang yang bersama dengan gadis itu. Gadis yang telah membuat kami malu dan membuat halaman Wuyu di hina." Ucap bernama Liu Yuan berbohong
Bai Wang yang mendengar mengerutkan kening saat orang itu mengatakan kebohongan. Sedangkan Kakak Senior bernama Zuo Da langsung maju, sambil meremas tangannya ingin memberi pelajaran pada Bai Wang.
"Jadi kau orang yang bersama dengan gadis itu? Beraninya menghina halaman Wuyu kami. Kau harus di beri pelajaran agar tidak meremehkan halaman Wuyu kami dan mempermalukan murid halaman Wuyu," ucap Zuo Da mengeluarkan jiwa beladiri binatang buas, Serigala Angin.
Zuo Da adalah Pendekar Perak tingkat 1, miliki Jiwa Beladiri Alam, ia adalah salah satu murid berbakat di halaman Wuyu. Namun dia bukanlah yang tertinggi. Di perguruan Xianlun masih banyak murid yang lebih berbakat lainnya. Contohnya dari Halaman Teratai, Pedang, dsb. Dan untuk Halaman Daun tidak ada, karena Bai Wang lah yang akan menjadi murid satu-satunya.
Zuo Da langsung melesat menyerang, mengepalkan tangannya dan memusatkan kekuatan anginnya di kepalan dan meninju Bai Wang dengan kuat.
Bugh,
Bai Wang yang tidak bisa menghindar akhirnya terpukul dan terpental.
__ADS_1
Uhuk...Uhuk....
Batuknya sambil menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
Bai Wang menatap Zuo Da tanpa rasa takut. Walaupun ia tidak bisa melawan, namun tekad dan keberanian nya sungguh luar biasa. Ia kembali berdiri, ingin melawan Zao Da dengan kekuatan lemahnya. Walaupun babak belur ia tidak peduli karena yang penting untuk saat ini dirinya sudah berusaha melawan, menang kalah urusan nanti. Tapi yang jelas pasti dirinya akan kalah.
Zuo Da tersenyum sinis melihat keberanian Bai Wang. Bai Wang menatap dengan berani, dan ia langsung maju, menyerang. Namun saat Bai Wang ingin meninju Zuo Da, Zuo lebih dulu meninju Bai Wang, hingga membuat Bai Wang kembali terpental.
Zuo Da dan lainnya yang melihat tertawa keras, meremehkan Bai Wang yang ternyata adalah orang tidak berguna.
"Huh, ternyata hanya sampah," ucap Zuo Da meremehkan. Ia melesat ke arah Bai Wang dan kembali memukul membuat Bai Wang kembali terpental.
Uhuk...Uhuk....
Bai Wang kembali memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Ia mencoba bangkit dengan sekuat tenaga. Namun karena pukulan Zao Da sangat kuat, membuat ia mendapatkan luka dalam yang serius.
"Sial!" kesalnya karena dirinya tidak berguna.
.
.
"Kemana anak nakal itu?" gumamnya meneguk arak di dalam botol.
Merasa khawatir dengan Bai Wang, Tetua Jian menghilang dari tempatnya dan pergi mencari keberadaan nya.
Saat melewati tempat dimana Zuo Da dan lainnya menyiksa Bai Wang, Tetua Jian berhenti dan mengeluarkan kekuatannya, menangkis kekuatan angin milik Zao Da yang melesat ke arah Bai Wang.
Wuuus....
Duuar....
Zuo Da dan lainnya yang mengganggu Bai Wang langsung melihat ke arah orang yang mengganggu kesenangan mereka. Namun saat melihat siapa orang itu tentu saja mereka tersenyum sinis, meremehkan orang tersebut yang tak lain adalah Tetua Jian.
"Heh, ternyata pria tua tidak berguna," gumam Zuo Da meremehkan.
Zao Da dan pada murid lain di perguruan Xuanlun tidak mengetahui jika sebenarnya Tetua Jian adalah orang yang kuat. Kenapa mereka meremehkan Tetua Jian? Karena Tetua Jian tidak pernah mau menerima murid. Dan oleh sebab itu, semua murid di perguruan menganggap bahwa sebenarnya Tetua Jian adalah orang yang tidak berguna di antara para Tetua dan guru.
__ADS_1
Tetua Jian yang mendengar mengabaikan, ia menghampiri Bai Wang dan membantunya berdiri. Setelah itu memukul kepala Bai Wang yang menurutnya bodoh.
"Dasar bodoh, kenapa tidak melawan?" ucapnya memarahi. Bai Wang yang di pukul hanya mengaduh, mengusap kepalanya, sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
"Sudah mencoba melawan guru, hanya saja____" jawabnya dengan nada lirih.
Tetua Jian yang mendengar menghela nafas, tahu apa maksud yang di katakan Bai Wang. "Siapa yang membuat mu babak belur seperti ini?" tanyanya langsung membuat Bai Wang menunjuk ke arah Zuo Da.
Zuo Da yang melihat bersedekap dada, seolah meremehkan kedua orang tersebut, yang tidak mungkin akan berani padanya. Dirinya yang menjadi murid di halaman Wuyu berpikir, Tetua Jian tidak akan berani padanya yang seorang murid dari Tetua Fu.
"Dia," tunjuk Tetua Jian dan di angguki Bai Wang.
Namun yang di pikirkan Zao Da salah, Tetua Jian tiba-tiba mengibaskan tangannya sambil mengeluarkan kekuatannya membuat Zao Da langsung terpental cukup jauh, menabrak pohon.
Bugh,
Uhuk....Uhuk....
Zao Da terbatuk karena ternyata kekuatan itu sungguh sangat kuat menghantamnya.
"Sialan!" umpatnya dan kembali bangkit. Zao Da menatap tidak senang terhadap Tetua jian yang di anggap tidak berguna. Berani nya pria tua pemabuk itu membuatnya terluka, sungguh ia tidak terima. "Dasar tua sialan! Beraninya___," belum sempat Zao Da menyelesaikan ucapannya, Tetua kembali membuat Zao Da terlempar dan menabrak pohon lagi.
Bugh,
Uhuk...Uhuk....
Tentu Jian tiba-tiba melesat secepat kilat, dan kini ia berada di depan Zao Da. Mencengkram baju dan menampar nya berulang kali, hingga wajah Zao Da sepeti layaknya babi. Tetua Jian tidak hanya memberi pelajaran kepada Zao Da, ia juga memberikan pelajaran kepada Liu Yuan dan teman-temannya yang juga menganggu Bai Wang, membuat wajah mereka sama seperti Zao Da, babak belur.
Setelah ia rasa cukup, Tetua Jian menghentikannya dan meniup telapak tangannya yang terasa panas. "Huh, wajah kalian memang sangat tebal, sama seperti kulit babi. Oh ya, aku peringatkan kepada kalian. Jika kalian berani mengganggu murid ku lagi untuk saat ini, aku tidak akan segan memukul pantat kalian. Dan jika kalian masih tidak terima, kalian bisa melawan murid bodoh ku ini. Tapi untuk saat ini aku tidak mengizinkan. Kalian bisa membalas apa yang aku perbuat setelah 5 bulan lagi padanya," ucapnya membuat Bai Wang melotot tidak percaya dengan apa yang di katakan guru barunya.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1