BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)

BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)
Bab 50, Menyerap Mutiara Api Milik Piton Api


__ADS_3

Bai Wang yang melihat Naga Emas seolah enggan untuk mengatakan tentang Dewa Iblis menatapnya dengan kening berkerut. Berpikir, mungkinkah Naga Emas sebenarnya tahu tentang Dewa Iblis.


"Apa kau mengetahui tentang sesuatu?" Tanyanya penuh selidik.


"Tidak! Dan jangan bertanya tentang Dewa Iblis. Lebih baik kita berpikir bagaimana caranya kita keluar dari tempat ini," jelasnya mengalihkan pembahasan.


Bai Wang diam, tidak bertanya lagi. Mungkin sekarang memang bukanlah waktu yang tepat untuk bertanya tentang Dewa Iblis. Namun lain kali dia harus mendapatkan jawaban tentang semua itu, bahwa memang benar adanya Dewa Iblis di semesta ini.


Untuk saat ini dirinya harus meningkatkan kekuatannya dan menyelesaikan urusannya dengan kelompok yang telah membunuh keluarganya, mencari kelompok Misterius itu.


Naga Emas mengambil sesuatu yang diambilnya dari tubuh piton Api. Mutiara merah. Mutiara yang sama seperti yang di lihatnya di tangan pria tua sebelum dirinya masuk ke dalam formasi merah. Dan ternyata mutiara itu bukanlah Benih Mutiara Kekacauan, melainkan Mutiara Api yang sekilas  menyerupai Benih Mutiara Kekacauan.


Bai menatap mutiara merah yang di pegang nya, mengamatinya dengan sungguh-sungguh. Hah, dia menghela nafas, karena melihat mutiara bukankah mutiara yang di carinya.


"Kenapa kau melihatnya seperti itu? Apakah kau berpikir mutiara itu adalah mutiara yang kau cari?" Tanya Naga Emas yang tahu pikiran Bai Wang. Bai Wang yang mendengar langsung menatap Naga Emas. Pikirnya bagaimana bisa Naga emas tahu tentang Mutiara yang di carinya. "Sudahlah, jangan menatapku seperti itu. Aku tahu semuanya. Dan lebih baik sekarang seraplah mutiara itu. Mutiara Api itu akan mengobati racun yang ada di tubuh mu. Sebelumnya aku sudah memberikan penawar racun untuk mu, dan aku mengambilnya dari dalam cincin penyimpanan mu," jelas Naga Emas berbicara santai.


"Apa kau melihat sesuatu?" Tanya Bai Wang yang berpikir Naga Emas melihat gulungan yang di berikan gurunya tentang gambar ke tujuh Benih Mutiara Kekacauan.


"Em, sedikit," jawabnya membuat Bai Wang kesal. Namun Bai Wang tidak bisa berkata apa-apa, karena Naga Emas yang lancang nyawanya pun akhirnya selamat.


Bai Wang langsung duduk bersila dan melepas Mutiara api dari tangan nya, membuat Mutiara itu melayang tepat di depannya. Naga Emas yang melihat Bai Wang tidak marah pada nya terbang dan mengelilinginya tubuh Bai Wang.


"Kau tidak marah?" Tanyanya, tapi di abaikan.


Naga Emas yang di abaikan mendengus kesal. Dia berdiri tepat di hadapan Bai Wang yang kini memejamkan mata untuk memulai penyerapan Mutiara Api. Dan akhirnya Naga Emas hanya bisa menghela nafas, dan pergi. Menunggu Bai Wang menyerap Mutiara itu hingga selesai.


Bai Wang perlahan menyerap Mutiara api itu, meleburnya dan menariknya masuk kedalam tubuh. Perlahan tubuh yang menyerap Mutiara Api mengeluarkan aura merah. Dan Bai Wang yang terus menyerap, tiba-tiba tubuhnya terasa panas, seolah terbakar api yang sangat kuat.

__ADS_1


Bai Wang mencoba menahan panas di sekujur tubuhnya. Dan perlahan keringat di tubuh keluar, menetes.  Kening Bai Wang berkerut menahan panas yang luar biasa. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat membuat tubuhnya tidak stabil. 


Uh, lenguh-nya berusaha menahan. 


Naga Emas yang melihat langsung terbang menghampiri, menatap Bai Wang yang tertekan menahan sesuatu.


"Apa yang terjadi?" Gumamnya melihat Bai Wang yang sepertinya tidak baik-baik saja.


Bai Wang yang menahan panas di tubuhnya kini tiba-tiba pikiran nya menjadi kacau. Sebuah bayangan seperti nyata muncul di pikirannya. Bayangan itu adalah Piton Api raksasa yang tiba-tiba ada di hadapannya dan melilit tubuhnya dengan erat sambil menatap nya dengan suara mendesis tepat di hadapan nya.


Bai Wang menggerakkan tubuhnya, mencoba lepas dari lilitan Piton raksasa. Namun semuanya sia-sia. Piton Api itu semakin mengeratkan lilitannya dan membuat Bai Wang semakin tercekik.


Uh,


Piton Api yang sebelumnya meletakkan sedikit kesadaran di dalam Mutiara, membuat diri nya bisa mendatangi Bai Wang saat menyerap Mutiara Api miliknya. Dan disinilah dia akan membalas, membuat Bai Wang memiliki pikiran yang tidak jelas dan kacau. Dan setelah dirinya berhasil, dia akan mengunci pikiran Bai Wang di dalam Mutiara Api, sehingga membuat Bai Wang akan kehilangan pikirannya dan bisa menjadi gila sepertinya orang idiot 


Bai Wang yang melihat tentu saja terkejut, di meronta mencoba lepas. Tapi semakim dirinya ingin lepas, lilitan itu malah semakin kuat.


"Sial!" Umpat nya dengan kepala pusing dan pandangannya semakin berkunang-kunang. Sedangkan tubuh asli Bai Wang kini memuntahkan seteguk darah hitam karena tidak bisa menahan penyerapan Mutiara Api yang ternyata memiliki kekuatan yang besar.


Naga Emas yang melihat Bai Wang memuntahkan darah dengan tubuh yang seperti nya kesakitan, menjadi panik.


"Kenapa seperti ini? Apa yang terjadi?" Gumamnya pada diri sendiri, terbang kesana-sini.


Sedangkan Bai Wang yang ada di alam pikiran terus berusaha. Tapi semuanya tetap saja sia-sia dan akhirnya dirinya tak sadarkan diri, tidak bisa menahan kuatnya kekuatan Mutiara Api. Bai Wang tidak menyangka jika kesadaran Piton Api masih tertinggal di mutiara dan berakhir membuat dirinya tidak lepas dari pengaruhnya.


Tubuh Bai Wang yang asli kini langsung berhenti menyerap Mutiara Api. Tangannya lemas dan tatapannya menjadi kosong. Naga Emas yang melihat semakin khawatir. Dia pun langsung menyalurkan kekuatan emasnya untuk membantu Bai Wang sadar kembali.

__ADS_1


"Hei, bocah bodoh, bangun!" Serunya menyalurkan kekuatannya agar Bai Wang bisa bertahan.


Cukup lama Naga Emas menyalurkan kekuatannya hingga terkuras habis dan kelelahan, Bai Wang perlahan merasakan sesuatu yang hangat mengalir di tubuhnya. Kesadaran Bai Wang pun pulih dan Bai Wang diam dalam lilitan, menerima sebuah kekuatan yang mengalir di tubuhnya secara perlahan.


Bai Wang memejamkan mata, menyerap semua itu. Dan cukup lama menyerap kekuatan yang di salurkan oleh Naga Emas dari luar, Bai Wang pun akhirnya berhasil menguasai pikirannya. Bai Wang membuka mata dan berteriak dengan kencang sambil melepas kekuatannya dari tubuh dan seketika Piton Api yang melilitnya lepas dan tubuh nya perlahan menghilang karena terhantam oleh kekuatan yang di lepaskan barusan.


Bai Wang yang berhasil menghilangkan kesadaran Piton Api langsung memulai kembali penyerapan Mutiara Api. Dan kali ini semuanya berjalan lancar. Walaupun masih harus menahan rasa panas di sekujur tubuhnya, terutama di jantung. Jantungnya seolah terbakar saat mencoba mengeluarkan racun yang bersemayam di tubuh, dan itu membuatnya sangat-sangat kesakitan, sakit yang sungguh luar biasa.


Argh!!!!!


Teriaknya dengan kencang membuat Aura nya menyebar di sekitar dengan kuat, aura merah dari kekuatan api.


Boom….


Bai Wang kembali naik tingkat, dan kini dia berada di Pendekar Raja Tingkat 2.


Ledakan kekuatan yang kuat keluar dari tubuh Bai Wang membuat Naga Emas langsung terpental. Naga Emas yang merasakan tubuh sakit karena jatuh mengumpat kesal. Dia ingin sekali marah, namun semua itu tidak bisa di lakukan. Karena kekuatan nya yang terkuras membuat tubuhnya menjadi lemas, dan akhirnya lebih baik diam dan tidur untuk memulihkan diri.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2