
"Aaaaa......lari lebih kencang Lin," seru Bai Wang Wang berlari sekencang mungkin
Aaaa......
Lin Zhan berlari sangat kencang agar tidak di tangkap oleh dua binatang spirit itu. Dan sesekali mereka menghindari serangan dua binatang tersebut.
Wuuus.....
Duaar.......
Duaar.......
Ledakan itu menghancurkan tempat yang mereka lewati dan kini malah semakin masuk ke kedalaman hutan Zamrud.
Shiit....
Mereka berhenti mendadak saat melewati jurang yang lebar. Mereka menoleh dan berpikir bagaimana cara nya selamat dari Kera Api dan Singa Emas.
"Sial!" umpat mereka bingung dan akhirnya mau tidak mau mereka pun melawan mereka berdua.
Wuuus....
Kedua pedang mereka kini ada di tangan mereka masing-masing. Bai Wang dengan Pedang Berkarat nya dan Lin Zhan dengan Pedang Api nya.
Wuuus.....
Tebasan Cahaya Silang.
Seru Bai Wang melesatkan jurusnya dan meledak ke arah Kera Api.
Syuut......
Duuuar....
Sedangkan Lin Zhan juga melesatkan jurusnya.
Hujan Api Seribu
Lin Zhan mengangkat pedangnya ke atas dan muncul bola api dengan jumlah banyak banyak, turun menghantam tubuh Singa Emas.
__ADS_1
Duuuar.....
Duuuar.....
Duuuar.....
Ledakan beruntun menghantam tubuh Singa Emas. Asap mengepul sangat banyak, membuat pandangannya kabur, Dan tiba-tiba semburan api dari balik asap melesat menghantamnya.
Wuus....
Bugh....
Duuaar....
Lin Zhan terpental dan jatuh ketanah dengan luka yang cukup serius.
Uhuk...Uhuk....
Singa Emas menghampiri nya dan mengangkat tangan nya hendak menginjak Lin Zhan. Lin Zhan yang melihat terkejut, dia tidak ingin mati hari ini. Bai Wang yang melihat langsung melompat ke arah Lin Zhan dan menahan kaki besar itu sekuat tenaga menggunakan pedangnya.
Raja Kera Api yang melihat Bai Wang pergi dalam pertarungannya, menoleh mencari keberadaan nya. Dan saat tahu Bai Wang ada di bawah kaki Singa Emas itu, Raja Kera api langsung melompat dan meninju kepala Singa Emas.
Bugh,
"Ayo kita tinggalkan tempat ini sebelum mereka sadar dan membunuh kita. Lebih baik kita mencari tempat aman untuk bersembunyi," jelas Bai Wang membantu Lin Zhan berdiri sebelum dua binatang spirit itu menyadari mereka.
Bai Wang membawa Lin Zhan dari tempat itu dan membawanya ke suatu tempat, tempat dimana untuk mereka aman dan tidak akan di ikuti oleh mereka berdua.
Bai Wang membawa Lin Zhan melompat di jurang itu membuat tubuh mereka menghantam beberapa bebatuan di dinding jurang.
Bugh,
Bugh,
Tubuh mereka jatuh ke tanah dengan sedikit luka.
"Ugh, sialan! Sakit sekali tubuh ku," gumam Lin Zhan sambil memijat pinggangnya yang sakit karena jatuh dari ketinggian yang tinggi.
Bai Wang yang jatuh bersama Lin Zhan mendongak menatap tinggi nya jurang tersebut.
__ADS_1
"Untung saja kita tidak mati. Ayo kita cari tempat aman dulu untuk istirahat," ajaknya berjalan di dasar jurang yang terdapat sedikit air di sana.
Lin Zhan mengangguk dan setelah itu berjalan mengikuti Bai Wang, dan sesekali melihat di sekitar yang nampak gelap dan suram. Lin Zhan menyalakan apinya di jari telunjuk untuk menjadikan penerangan.
Mereka terus berjalan menyusuri mencari tempat untuk mereka istirahat. Namun saat sampai di suatu tempat, Bai Wang menghentikan langkah Lin Zhan, memintanya untuk berhenti. "Berhenti, dan matikan api mu," bisiknya pelan.
Lin Zhan mengangguk dan langsung matikan api di jati telunjuknya. Dia melihat sekeliling, tidak ada apa pun, "Ada apa?" tanyanya bingung tidak merasakan apapun.
Bai Wang tidak menjawab, dia berjalan dengan hati-hati, maju ke depan. Entah kenapa dia memiliki firasat ada sesuatu di depan nya. Lin Zhan menghela nafas karena pertanyaan nya tidak di tanggapi Bai Wang, dan akhirnya hanya bisa mengikuti.
Bai Wang yang merasakan sesuatu itu bertanya kepada Naga Emas. "Apa kau merasakan nya?" Naga Emas mengangguk, dia juga merasakan sesuatu itu.
Naga Emas meminta Bai Wang untuk maju, melihat apa itu. Saat sampai di tempat dia merasakan aura mencekam itu, Bai Wang dan Lin Zhan mengerutkan kening melihat seseorang duduk bersila di atas batu dengan kepala menunduk.
Naga Emas yang melihat turun dari kepala Bai Wang dan berjalan ke arah orang tersebut. Bai Wang yang melihat mencoba menahannya, namun terlanjur tidak bisa karena Naga kecil itu dalam sekejap ada di depan orang yang menunduk itu.
Naga kecil mengelilingi tubuh itu, penasaran. Bai Wang dan Lin Zhan dengan cepat menyusul, menghampiri orang yang duduk itu. Bai Wang berjongkok melihat orang tersebut. Namun saat dirinya fokus mengamati orang yang diam itu tanpa bergerak sedikit pun karena kehadirannya, tiba-tiba Bai Wang di kejutkan oleh nya yang tiba-tiba bergerak, menatapnya dengan mata tajam nya.
Hoooah....
Bai Wang dengan cepat mundur menjauh. Lin Zhan dan Naga Emas yang melihat juga ikut menjauh. Dan kini mereka semua menatap orang itu dengan waspada. Setelah tahu rupa orang itu yang ternyata adalah seorang pria tua dengan mata emas nya, dan merasakan aura yang sangat mengerikan menguar di tempat itu, Lin Zhan dan Bai Wang dengan cepat mengeluarkan jiwa beladirinya siap bertarung jika orang tua itu tiba-tiba menyerangnya.
Namun apa yang terjadi, pria tua dengan mata merah itu tiba-tiba kembali menunduk dan membuka telapak tangan nya yang menggenggam. Di telapak tangan itu terdapat sebuah Mutiara dengan Aura Api yang mengelilingi. Bai Wang yang melihat terkejut karena dia tahu Mutiara apa itu, Benih Mutiara Kekacauan Api. Sedangkan Lin Zhan sama sekali tidak mengetahui karena memang dia tidak mengetahui Mutiara apa itu.
"Benih Mutiara Kekacauan Api," gumam Bai Wang seakan tidak percaya dapat menemukan dengan cepat Benih Mutiara Kekacauan itu.
Mereka berdua menyimpan kembali Jiwa Beladiri nya. Dan setelah itu melangkah maju mendekati pria tua itu. Namun Naga Emas yang memiliki suatu firasat ada yang aneh di tempat itu meminta mereka untuk kembali mundur. Bai Wang yang mendengar ocehan Naga Emas itu mengelus kepalanya dengan lembut.
"Kenapa?" tanya Bai Wang. Naga Emas terbang menggigit pakaiannya, menariknya meminta untuk mundur dengan mulut terus mengoceh tidak jelas. Bai Wang yang melihat menangkap tubuh itu dan menatapnya. "Ada apa?" tanya nya, namun sudah terlambat. Sebuah Formasi menyala di bawah kaki mereka dan membuat mereka terkejut dan panik.
"Apa yang terjadi?" gumam mereka dan menghilang dari tempat itu, terbawa oleh formasi dengan warna merah.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1