
Hah, hah, hah,
Nafas Lin Zhan terengah-engah karena kelelahan. Dia pun mengangkat pedangnya mengeluarkan jurusnya.
Hujan Api Seribu.
Serunya dan langsung muncul bola api banyak menghantam mahluk-mahluk mengerikan itu.
Boom....
Boom....
Boom....
Duuar.....Duuar.....Duuar.....
Bola api yang menghantam itu langsung meledak mengenai tubuh banyak mahluk mengerikan. Dan seketika mahluk-mahluk itu langsung mati. Namun sedetik kemudian, mahluk-mahluk itu kembali bangkit dan menyerang lagi. Lin Zhan yang melihat mengumpat kesal, rasanya dia sudah muak melawan mereka semua yang tidak ada habisnya.
"Sialan! Kapan aku bisa mengakhiri ini semua," umpatnya kesal dan kembali menebaskan pedangnya.
Cukup lama Lin Zhan bertarung dan merasakan tubuhnya lelah, matanya tak sengaja melihat satu mahluk mengerikan berdiam diri di atas batu yang paling tinggi. Mahluk itu memegang sesuatu berwarna merah di tangannya. Lin Zhan yang melihat meyakini bahwa mahluk itu pasti lah kunci untuk menghentikan semua mahluk yang menyerangnya.
Lin Zhan langsung melompat dan menebas setiap mahluk yang menghalangi nya. Dan dengan cepat dirinya kini ada di dekat mahluk aneh yang memegang piringan berwarna merah, sebuah piringan energi yang mampu mengontrol semua mahluk yang ada di tempat itu.
Lin Zhan melompat mendekati nya. Namun saat kakinya melangkah dan tangannya hendak mengambil piringan itu, dari bawah kaki tanah itu tiba-tiba bergerak menarik. Lin Zhan yang melihat tentu saja kaget, dia mencoba menarik kakinya tapi tetap saja tidak bisa. Tanah itu seolah menghisapnya dan dalam sekejap tubuh itu tenggelam masuk kedalam tanah.
Bugh,
Lin Zhan jatuh, dan kini berada di dalam sebuah terowongan. Lin Zhan yang melihat tempat aneh lainnya melihat sekeliling, bingung dengan tempat itu.
"Tempat apa ini?" gumamnya dan berjalan menyusuri jalan terowongan tersebut.
Lin Zhan terus berjalan, dan saat sampai di pertigaan jalan Lin Zhan melihat arah lainnya, bingung akan pergi ke arah mana. Kanan, atau kiri, pikirnya.
"Mana yang harus ku pilih?" gumamnya bingung, takut jalan yang di pilih nya salah. Hah, Bai Wang menghela nafas sebelum menentukan pilihannya. Dan akhirnya dia mengambil jalan ke arah kiri.
Lin Zhan terus berjalan hingga akhirnya dia sampai di suatu tempat yang luas dan terdapat beberapa pintu. Lin Zhan melihat ke arah satu persatu pintu itu, bingung menentukan pilihan. Saat dirinya menentukan pilihan pintu itu, dari arah dinding melesat anak panah dengan jumlah banyak.
Lin Zhan yang melihat langsung menangkis dengan cepat menggunakan pedangnya.
__ADS_1
Trang ..
Trang ..
Trang ..
Panah-panah itu pun berjatuhan di tanah. Dan setelah melihat tidak ada bahaya lagi, Lin Zhan melangkah kan kakinya menuju pintu yang di pilihnya.
Perlahan tangan nya terulur menyentuh pintu. Dan seketika pintu itu pun terbuka. Lin Zhan yang melihat langsung melangkah masuk sambil pandangannya melihat isi ruangan tersebut.
Lin Zhan berjalan dengan perlahan. Saat kaki itu melangkah, tidak sengaja kakinya menginjak sesuatu hingga membuat sebuah batu bergerak membuka sebuah pintu rahasia. Lin Zhan yang melihat sebuah pintu rahasia langsung masuk kedalam nya, menyusuri tempat itu.
Saat sampai di ujung tempat rahasia itu, Lin Zhan di kejutkan dengan adanya kolam kecil dengan air panas berwarna merah. Dan di atas kolam itu terdapat sebuah batu kristal merah yang memancarkan energi api.
Kristal merah itu terbentuk karena menyerap energi air panas berwarna merah di dalam kolam kecil tersebut. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit, energi yang di kumpulkan membentuk sebuah kristal dengan energi api murni. Atau bisa di sebut dengan Inti Api Murni.
Lin Zhan yang kini ada di samping kolam kecil berwarna merah menatap kristal itu tanpa berkedip. Energi panas yang di pancarkan membuat Lin Zhan tergoda ingin memiliki, karena menurutkan energi panas itu sangat cocok dengan nya yang memiliki kekuatan api.
"Kristal yang indah. Akan sangat sia-sia jika berada di tempat ini. Lebih baik izinkan aku mengambil mu dan menjadikan mu sebagian dari kekuatan ku," ucap Lin Zhan dan melompat ke arah kristal merah.
Namun saat dirinya melompat dan hendak mengambil kristal merah itu, sebuah ekor ular melilit kakinya dan menariknya hingga jatuh ke tanah. Lin Zhan yang melihat sesuatu datang menghentikannya langsung waspada, pasti ada sesuatu yang tidak beres di tempat itu. Dan benar saja seekor ular raksasa muncul dari balik batu dengan lidah menjulur dan mendesis, menatap Lin Zhan dengan tajam
Desisnya mengerikan. Lin Zhan yang melihat mundur beberapa langkah, sambil matanya tak lepas dari Ular hijau yang berdiri di hadapannya.
"Ular Hijau Tingkat 6," gumamnya sambil menelan ludah. "Sial!" kesalnya karena nasibnya yang buruk bisa bertemu dengan Ular hijau tingkat 6.
Lin Zhan memegang pedangnya dengan erat, memasang kuda-kuda siap bertarung dengan Ular Hijau tersebut. Tanpa menunggu lama lagi, ular itu mendesis dan langsung mengeluarkan racun nya, menyemburkan ke arah Lin Zhan.
Lin Zhan yang melihat langsung melompat menghindari serangan racun Ular hijau, Racun hijau yang di semburkan tadi perlahan menguap dan bergabung dengan udara di ruangan tersebut. Lin Zhan yang merasakan langsung menutup hidungnya agar tidak terkana racun Ular hijau dan mengeluarkan pil anti racun berwarna ungu dari dalam cincinnya. Dan setelah itu menelannya agar tidak terkena efek racun Ular Hijau.
Ruangan itu kini penuh dengan racun yang bergabung dengan udara. Dan membuat pandangan Lin Zhan sedikit tidak jelas. Tiba-tiba dari arah belakang ekor dari Ular Hijau melesat ke arahnya dan menghantam tubuh bagian belakang
Bugh,
Tubuh Lin Zhan langsung terpental dan menabrak dinding batu.
Ugh, uhuk....
Darah muncrat dari mulutnya karena hantaman kuat dari ekor Ular hijau. Lin Zhan yang tidak ingin di lukai dua kali oleh Ular hijau, dia langsung berdiri dan melompat menjauh. Dan setelah itu menyerang dengan pedangnya.
__ADS_1
Tebasan Api Silang
Wuuus....
Syuut.....
Booom...
Duuar.....
Satu tebasan berbentuk silang merah mengarah ke Ular Hijau dan membuat ledakan besar, karena saat Lin Zhan mengarahkan jurusnya, Ular Hijau juga menyemburkan api hijaunya dan membuat dua kekuatan itu saling bertubrukan dan mengakibatkan ledakan besar.
Lin Zhan yang melihat langsung melesat dengan cepat ke arah tubuh Ular hijau. Menyerangnya, menebaskan pedangnya ke tubuh besar itu, berharap tubuh Ular hijau dapat di lukainya.
Craas....
Craas....
Craas....
Banyak tebasan di tebaskan ke tubuh Ular hijau. Namun tubuh itu sama sekali tidak terluka sedikit pun, bahkan satu goresan pun sama sekali tidak ada. Lin Zhan yang melihat serangan nya sia-sia semakin kesal, dia kembali mengeluarkan jurusnya, berharap dapat menumbangkan tubuh besar itu.
Jarum Tulang Api.
Serunya dan mengarahkan jarum-jarum api itu ke tubuh Ular Hijau.
Syuut.....
Syuut.....
Syuut.....
Jarum-jarum itu langsung melesat ke arah tubuh Ular hijau dan menancap di kulit tebalnya. Lin Zhan yang melihat serangan nya sama sekali tidak berefek melotot tidak percaya. Ular hijau itu mengeluarkan tekanannya, melepas paksa jarum besar yang menancap di kulitnya hingga membuat jarum berukuran besar itu terlempar dan menancap ke dinding ruangan itu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung