
Bai Wang dan Naga Emas bangkit dan berdiri di balik debu yang mengepul. Keduanya membuat kesepakatan untuk bergabung agar bisa mengalahkan Piton Api Kuno.
Wuuus.....
Dari balik debu itu melesat sebuah cahaya emas dengan kecepatan tinggi. Piton Api yang melihat menatap cahaya itu dengan tubuh melayang di udara. Matanya yang besar tak lepas dari gerakan itu. Dan setelah gerakan cepat itu berhenti, kini terlihat jelas siapa sosok itu. Sosok yang tak lain adalah Bai Wang yang kini memiliki sayap besar emas yang berada di punggung. Sayap emas hasil penggabungan Bai Wang dengan Naga Emas.
Setelah bergabung dengan Naga Emas, Bai Wang seolah merasakan kekuatan nya lebih kuat dari sebelumnya. Mungkin karena Naga Emas adalah Naga kuno dari dunia lain yang sebenarnya adalah Naga yang memiliki kekuatan besar.
Tubuhnya setelah bergabung juga memancarkan kekuatan yang lebih pekat. Cahaya emas yang mengelilingi tubuhnya semakin kuat. Bahkan auranya pun mampu menyebar luas di tempat itu. Pedang berkarat juga mengalami perubahan. Karat di pedang menghilang, dan muncul bentuk Pola Naga di pedang yang membuat pedangnya semakin cantik dari sebelumnya.
Pedang yang ada di tangannya dipegang dengan erat. Pandangannya pun berubah menjadi lebih dingin. Setelah itu tangannya bergerak ke arah depan, menunjuk Piton Api dan berkata. "Hari ini adalah kematian mu. Maka bersiaplah mati di pedang ku ini," ucap nya membuat Piton Api marah.
Woooar...
Piton Api mengeluarkan suaranya yang mengerikan. Setelah itu keduanya maju dan langsung bertarung.
Wuuus....
Bai Wang mengepakkan sayap besarnya membuat angin langsung berhembus dengan kencang. Dia maju dengan memegang pedangnya, menebas kan pedang itu untuk melawan Piton Api.
Piton Api terbang menyerang Bai Wang. Keduanya bertarung dengan sengit. Kekuatan kedua-nya saling mereka keluarkan. Dan ledakan terus menggema di tempat itu karena dua kekuatan yang saling mereka lepaskan.
Boom....
Boom....
Duuar....
Duuar....
Bai Wang terus menebaskan pedangnya. Sedangkan Piton Api membalas dengan ekornya dan menahan setiap serangan dengan tubuhnya yang di selimuti sisik tebal yang telah di lapisi dengan perisai transparan yang di buatnya.
Bai Wang yang melihat tubuh Piton Api tidak bisa di tembus, memikirkan cara untuk menghancurkan perisai transparan itu. Dia berbicara dengan Naga Emas yang telah bergabung dengan nya.
"Apakah ada cara agar bisa menembus perisai itu?" tanya Bai Wang dan di angguki Naga Emas.
"Serahkan pada ku," jawabnya dan Bai Wang kembali maju menyerangnya.
Pedang Naga Suci
Serunya dengan keras.
Sebuah bayangan pedang dengan ukuran yang sangat besar perlahan muncul dari langit. Dan setelah itu Bai Wang mengarahkan pedang itu ke arah Piton Api.
Piton Api yang melihat pedang besar perlahan turun dari langit dan mengarah ke arahnya langsung mengeluarkan kekuatan dari matanya. Mata yang berada di tengah-tengah kedua matanya.
Kekuatan itu adalah kekuatan yang jarang di gunakan olehnya, sebuah tatapan Medusa yang mampu menghancurkan apapun. Dan dari mata itu muncul laser besar berwarna merah dan mengarah ke arah pedang besar tersebut.
Dua kekuatan itu saling beradu, mencoba menghancurkan satu sama lain. Dua kekuatan besar itu mengakibatkan angin berhembus sangat kencang. Lahar panas yang ada di bawah mereka bergejolak hebat dan buat tempat itu semakin panas.
__ADS_1
Bai Wang yang menahan kekuatannya meminta Naga Emas untuk menganggu Piton Api dalam mengeluarkan jurus Tatapan Medusa. Dam dengan cepat Naga Emas mengakhiri penyatuan nya dan muncul dalam bentuk tubuh besarnya.
Naga emas terbang ke arah Piton Api dan menyemburkan nafas emasnya.
Wuuus.....
Piton Api yang melihat serangan dari Naga Emas mengibaskan ekornya.
Wuus...
Naga Emas dengan cepat menghindar dan setelah itu mendekati tubuh Piton Api dengan terbang kesana-kemari, sambil mulutnya menembakkan serangan bola-bola emas
Boom....
Boom....
Boom....
Tubuh Piton Api menghindar. Dia menggerakkan tubuhnya agar tidak terkena serangan dari Naga Emas. Bai Wang yang melihat tersenyum menyeringai, karena dia tahu Piton Api kini tidak fokus dengan serangannya. Bai Wang yang melihat menambah kekuatannya. Dan perlahan kekuatan pedang besarnya bergerak, mendorong kekuatan Tatapan Medusa mundur.
Piton Api yang merasakan kekuatannya di dorong mundur kembali memfokuskan serangannya. Dan kini dua kekuatan itu saling dorong kembali untuk mengalahkan satu sama lain.
Naga Emas tidak membiarkan Piton Api menang. Dia kembali menyerang, menangkap tubuh Piton Api dengan kakinya, mencengkram nya dengan kuat dan menggigitnya dengan gigi besar nya. Piton Api yang merasakan meraung dengan keras, dan akhirnya serangan untuk menghancurkan serangan pedang besar milik Bai Wang di tariknya kembali dan kini beralih ke arah Naga Emas.
Wuuus...
Booom...
Duuar.....
Tubuh Naga Emas terpental oleh kekuatan Tatapan Medusa dan menghantam tanah dengan kuat, hingga membuat ledakan besar. Bai Wang yang melihat tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia menghantamkan pedang besar nya ke tubuh Piton Api.
Booom....
Duuuar....
Ledakan besar membuat Lahar Api bergejolak hebat.
Tubuh Piton Api yang terkana hantaman pedang besar tertutup asap yang mengepul karena ledakan besar itu. Namun sedetik kemudian Piton Api kembali bangkit. Walaupun tubuhnya benar-benar terluka, namun tetap saja Piton Api masih bisa bertahan. Kulit tubuhnya kini banyak terdapat luka karena perisai transparan yang melindungi tubuhnya tidak bisa menahan serangan besar itu, dan akhrinya hancur dan menghilang.
Bai Wang yang melihat Piton Api masih bisa bertahan, menatapnya dengan pandangan dingin. "Benar-benar binatang yang kuat," gumamnya dan setelah itu mengeluarkan Jiwa pedangnya, Dewa Yama dengan mata satu.
Piton Api yang melihat langsung menyemburkan cairan dari mulutnya ke arah Bai Wang, menghentikan Bai Wang mengeluarkan Jiwa Pedangnya. Dan setelah itu menghantamkan ekor besarnya, dan melepaskan sisik runcing api ke arah Bai Wang.
Bai Wang yang saat itu fokus mengeluarkan Jiwa pedangnya tidak sempat menghindari serangan itu dan akhrinya tubuhnya terhantam dan tertusuk oleh sisik runcing api.
Cuus....
Bugh....
__ADS_1
Boom...
Argh! Uhuk...Uhuk...
Bai Wang muntah darah karena tubuhnya terhantam ekor besar itu dan terkana tusukan sisik runcing api. Dan ternyata sisik runcing api itu mengandung racun api yang mematikan.
Uhuk ...Muntahnya lagi.
Bai Wang mencoba bangkit dengan bertumpu menggunakan pedangnya. Namun seolah tubuhnya tidak mampu karena ternyata racun api itu dengan cepat masuk ke jantungnya.
"Sial!" umpatnya tidak bisa menahan.
Bai Wang menoleh melihat ke arah Naga Emas yang terluka. Dia tidak bisa mengandalkannya lagi, karena jika di paksakan tubuhnya dan Naga Emas pasti tidak bisa menahan dan pastinya akan semakin terluka.
Bai Waang mencoba bertahan, tidak ingin mati. Dia mencoba menguatkan tubuhnya, bertahan dengan racun api yang telah masuk di jantungnya.
"Uhuk...Aku tidak boleh menyerah. Aku harus mengalahkan nya. Apapun yang terjadi aku harus bisa membunuhnya agar aku bisa keluar dari tempat ini," Bai Wang mencoba berdiri, menguatkan tubuhnya sekuat mungkin. Dan setelah itu mengeluarkan Jiwa Pedangnya. Muncul bayangan besar Dewa Yama dalam bentuk Jenderal Perang dengan satu mata.
Bayangan itu muncul di balik tubuh Bai Wang yang terluka. Bai Wang memegang pedangnya dengan kuat. Dia akan mengeluarkan jurus terakhirnya untuk membunuh Piton Api dalam sekali serang.
Hah...Hah...Hah....Nafasnya terengah-engah, setelah itu mengangkat pedangnya ke atas dan mengeluarkan jurusnya.
Tebasan Asyura.
Hiaaaa........Dengan sekuat tenaga Bai Wang mengeluarkan sisa tenaganya untuk mengalahkan Piton Api. Bayangan Besar Jenderal Perang mengangkat pedangnya dan menebaskan pedang besarnya ke arah Piton Api.
Wuuus.....
Pedang itu mengarah ke arah tubuh Piton Api. Piton Api yang melihat langsung menahan sekuat tenaga dan membuat sebuah perisai berwarna merah degan pola-pola unik di dalamnya. Perisai itu bisa di sebut dengan Perisai Dewa Api, perisai yang mempu menahan serangan terkuat.
Bai Wang yang mengerahkan semua tenaganya berteriak dengan keras, berusaha menghancurkan serangan tersebut.
Hiaaaaaa........Semua kekuatan dia keluarkan. Bahkan serbuk di Lautan Jiwanya dia sedot hingga habis untuk menambah kekuatannya secara paksa. Dan perlahan serbuk-serbuk emas itu bergerak ke Dentian tubuh dan menguatkan tubuh Bai Wang secara intans.
Krak....
Krak....
Krak.....
Perlahan perisai merah dengan pola unik itu retak. Bai Wang yang melihat menambah kekuatannya, menyedot paksa serbuk-serbuk emas yang tersisa di lautan jiwa untuk menguatkan kekuatannya agar bisa menghancurkan perisai tersebut. Dan akhirnya Perisai Merah itu pun pecah dan membuat Piton Api terkena tebasan pedang Jiwa Jenderal Perang dan mati seketika.
Bai Wang yang terluka dan menghabiskan semua kekuatan dan tenaganya serta terkena racun api, langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Namun semua itu sepadan, karena akhirnya dia bisa membunuh Piton Api kuno yang sangat kuat.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung