BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)

BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)
Bab 35, Telur Emas


__ADS_3

Lin Zan sungguh percaya dengan apa yang di lihatnya. Pikirnya mana mungkin semudah itu mendapatkan elemen api? Apalagi ini hanya memakan satu Tanaman saja. Sungguh tidak dapat di percaya.


"Apa ini sungguhan?" tanya nya masih tidak percaya.


Bai Wang yang di tanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung. "Memang kenapa sih?" tanya nya tidak mengerti, kenapa teman nya itu seolah tidak percaya bahwa dirinya baik-baik saja.


"Mungkin memang kamu bukan manusia," ucap Lin Zhan membuat Bai Wang kesal. Apa maksud nya dengan bukan manusia. Dia tidak terima di anggap bukan manusia. Bai Wang menimpuk kepala Lin Zhan.


Plak....


Au, elusnya pada kepala nya yang di timpuk Bai Wang, "Kenapa kau memukul ku?" tanyanya menatap Bai Wang mendelik


"Makanya kalau ngomong itu di saring. Aku ini manusia ya. Enak saja kau bilang aku bukan manusia. Kamu kira aku ini titisan iblis?" jawabnya kesal dan merasa tidak bersalah telah memukul Lin Zhan.


Wan Bao yang ada di sana, melihat Bai Wang memukul kepala tuannya tidak terima. Dia ingin memberikan pelajaran kepada Bai Wang, namun Lin Zhan yang melihat langsung menghentikannya, baginya itu tidak masalah. Mungkin itulah cara keduanya menjadi akrab satu sama lain.


Bai Wang mengeluarkan sisa kelopak bunga Teratai Api, dan menyerahkannya kepada Lin Zhan.


"Nih, aku masih menyisakan sedikit untuk mu," lemparnya dan langsung di tangkap Lin Zhan dengan cepat.


"Kau membaginya padaku?"


"Apa kau tidak mau?"


"Bukan begitu," jawabnya langsung membuat Bai Wang mengambilnya kembali. Lin Zhan yang melihat tentu saja terkejut karena Teratai api itu tiba-tiba menghilang dalam genggaman nya. "Hei, kenapa kau ambil lagi?"


"Bukankah kau tidak mau?" Bai Wang menaikkan sebelah alisnya, mencandai.


"Kata siapa aku tidak mau. Bawa sini," rebutnya kembali dan langsung memakannya. Setelah itu duduk bersila menyerap esensi dari bunga Teratai Api.


Bai Wang yang melihat mencebik-kan bibirnya, "Cih, ternyata dia sama saja," gumamnya menunggu Lin Zhan selesai menyerap.


Bai Wang membagi bunga Teratai Api kepada Lin Zhan karena Lin Zhan memiliki kekuatan api. Dan itu akan membantunya, meningkatkan kekuatannya.

__ADS_1


Cukup lama menunggu, Lin Zhan masih saja belum selesai. Hah, Bai Wang menghela nafas dan beranjak berdiri, berjalan kesana-kemari, jenuh. Tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki menuju ke arah mereka. Bai Wang melihat ke arah mulut gua dengan kening berkerut dan waspada, takut ada seseorang yang datang menginginkan Teratai Api.


Matanya menangkap bayangan satu orang berjalan ke arah mereka. Dan setelah melihat siapa itu, Bai Wang menghela napas dengan berat, ternyata Yan Tian lah orang tersebut.


"Kau mengagetkan saja," kesalnya melempar batu kecil ke arah Yan Tian.


Yan Tian yang melihat menghindar, dia tersenyum dan menghampiri. "Maaf membuat anda terkejut,"


Em, Bai Wang mengabaikan. Dia bejalan-jalan mengelilingi gua tersebut. Saat melewati sebuah dinding gua tak sengaja matanya melihat ukiran unik. Bai Wang menyentuhnya dan tiba-tiba dinding itu bergetar. Perlahan dinding itu terbuka membuat sebuah pintu masuk.


Bai Wang melihat sekeliling, berharap ini bukan suatu jebakan. Kaki nya perlahan masuk dan sedetik kemudian, pintu itu tertutup kembali rapat, membuat dirinya terkejut.


Huh, Bai Wang membuang nafasnya dan setelah itu melangkah dengan hati-hati, masuk mengikuti lorong tersebut, gelap itu lah yang di lihatnya. Bai Wang menyalakan api kecil yang baru di dapatnya di telapak tangan untuk menerangi jalannya. Matanya melihat sekeliling setiap lorong yang di lewatinya, nampak biasa saja.


Cukup lama menyusuri lorong tersebut, Bai Wang melihat suatu cahaya di ujung lorong. Dengan cepat dia berjalan menuju tempat itu, nampak silau. Beberapa kali Bai Wang mengernyit untuk menghindari silau dari cahaya tersebut. Dan sesampai di tempat itu dia melihat sekeliling, banyak terdapat kristal emas di lorong tersebut yang menancap di setiap dinding membuat tempat itu menjadi terang.


Wau....kagumnya melihat keindahan tempat tersebut. Bai Wang menyentuh kristal-kristal yang menancap itu, "Apa ini bisa di jual?" gumamnya mata duitan melihat banyak nya kristal emas tersebut.


"Apa itu?" gumamnya berjalan menghampiri, melihat benda apa itu.


Saat di depan benda tersebut, di mendongak melihat kristal yang sangat besar. Pikirnya bagaimana telur besar itu ada di tengah-tengah kristal besar. Sungguh tidak masuk akal.


Bai Wang menyentuh dagunya berpikir, bagaimana caranya mengeluarkan telur itu dari kristal emas yang begitu besar. Bai Wang mengeluarkan pedang berkaratnya, menyalurkan kekuatannya di pedang dan menebaskan nya ke arah kristal tersebut.


Blam....


Pyar.....


Kristal itu pecah dan berhamburan di tanah. Bai Wang yang kini sepenuhnya melihat telur besar itu menyimpan kembali pedangnya dan berjalan mendekati.


"Telur apa ini?" gumamnya mengelilingi sambil berpikir. Dalam hidupnya belum pernah melihat telur aneh seperti itu. Telur yang memiliki sebuah pola emas unik di cangkangnya.


Bai Wang mengambil batu di sekitar dan memukulnya. Namun bukannya telur itu retak, tapi batu yang dipukulkan nya dan dirinya lah yang terpental oleh kekuatan yang keluar dari telur tersebut.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Gumamnya seolah dirinya di halau oleh sebuah kekuatan.


Bai Wang kembali melihat telur itu. Dia merasa aneh dengan telur emas itu. "Mungkinkah ini harta karun?" gumamnya dengan mata berbinar dan lidah menjilat bibirnya, membayangkan telur itu begitu nikmat jika di makan. "Pasti sangat nikmat," gumamnya dan mengangkat telur itu. Namun saat dirinya sekuat tenaga mengangkatnya, telur itu sama sekali tidak bergerak.


Ugh.....Ugh....


Bai Wang sekuat tenaga mengangkatnya, tapi tetap sia-sia. Telur itu seolah menempel di sarangnya. "Sialan!" umpatnya kesal. Berharap bisa menikmati bersama-sama dengan Lin Zhan tapi nyatanya tidak bisa.


"Apa yang harus ku lakukan?" gumamnya menyentuh telur tersebut. Tiba-tiba dia merasakan sesuatu, kekuatannya di lautan jiwa di sedot oleh telur emas.


"Hei, kenapa ini?" paniknya merasakan kekuatan serbuk emas di sedot. "Sialan! Beraninya kau!" marahnya mencoba menarik tangannya, namun tidak bisa. Tangan nya lengket seolah ada magnet yang menempel kuat.


"Ugh... Kenapa ini tidak bisa?" gumamnya berusaha, tapi tetap saja telur itu tidak mau melepaskan tangannya.


Di lautan jiwa Bisa Wang, serbuk emas yang di kumpulkan nya kini mengalir keluar masuk kedalam telur emasnya itu. "Telur sialan! Jika kamu terus menyedotnya akan ku pecahkan cangkang busuk mu ini," marahnya mengeluarkan pedang berkaratnya, menyalurkan Benih Mutiara Kekacauan dan memukulkannya dengan kuat.


Bam...


Krak....


Krak....


Telur itu retak, dan Bai Wang dengan cepat menarik tangannya, menjauh dari telur tersebut.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa Like, komen dan Vote nya ya beb. Author perlu dukungan dari kalian.

__ADS_1


__ADS_2