
Bai Wang dan Lin Zhan serta Naga Emas yang di bawa oleh Formasi merah itu kini ada di sebuah tempat yang tidak di ketahui olehnya. Kedua nya berpisah tidak bersama seperti saat mereka di bawa menghilang oleh formasi tersebut.
Bugh,
Bai Wang jatuh ke tanah dengan tubuh berguling. Begitupun dengan Lin Zhan.
Bai Wang bangun dan melihat sekeliling, "Tempat apa ini?" gumamnya bingung. Bai Wang mulai berjalan menyusuri tempat yang sangat luas itu bersama dengan Naga Emas, tempat dimana tidak ada seorang pun disana.
Tempat itu dinamakan Lembah Api.
Hah...Hah....
Bai Wang berjalan cukup jauh, tapi tetap saja dia tidak menemukan seseorang pun. Hanya terlihat bukit bebatuan dan panas yang menyengat karena di sampingnya ada lautan lahar yang luas.
Bai Wang beberapa kali mengusap keningnya yang terdapat keringat karena panas yang di rasakan nya "Sebenarnya tempat apa ini?" gumamnya bingung. "Kenapa aku tiba-tiba bisa ada disini?" sambungnya menatap luasnya lahar itu.
Bai Wang celingak celinguk, dia juga bingung kenapa Lin Zhan tidak bersama dengan nya. Lalu kemana perginya Lin Zhan saat ini? Hah, Bai Wang menghela nafasnya dan melanjutkan langkahnya.
Namun tiba-tiba banyak Ikan Api muncul dari lahar panas itu dan menyerangnya. Bai Wang melihat langsung mengeluarkan Jiwa Berdirinya dan menebaskan pedangnya, membunuh Ikan Api tersebut.
Craas....
Craas....
Craas....
Bai Wang terus menebas, membunuh banyak Ikan Api itu.
Ikan Api itu satu persatu mati, Bai Wang yang berhasil membunuh Ikan-ikan yang menyerangnya, melihat sekeliling. Dia merasa aneh dengan tempat ini, merasa ada sesuatu yang berbahaya tersembunyi di tempat itu.
Bai Wang terus waspada, dia melanjutkan perjalanan nya sambil matanya melihat kesana-sini, takut tiba-tiba ada hal berbahaya lainnya.
Dan benar saja, muncul banyak Burung Gagak Api terbang ke arah nya. Bai Wang tentu saja terkejut, dia tahu burung itu sangat berbahaya. Burung Gagak Api yang tidak akan melepaskan mangsanya sebelum dapat memakan tubuh itu.
"Sialan!" umpatnya kesal menebaskan pedangnya, mencoba membunuh Burung Gagak Api dengan jumlah yang banyak.
Burung itu mengeluarkan kekuatannya, bola api kecil-kecil dari mulutnya dan melesatkan ke arah Bai Wang membuat suatu ledakan terus menerus menghantam tubuhnya. Bai Wang yang melihat menangkis dengan pedangnya dan melompat menghindari bola api itu.
Boom....
Boom....
Boom....
Duuuar....Duuuar....Duuuar....
__ADS_1
Bai Wang melayang, dan mengeluarkan jurusnya.
Tusukan Jarum Emas
Serinya memutar pedangnya di depan dan muncul jarum dengan ukuran sedikit panjang berwarna emas, melayang dan mengarah ke arah Gagak Api. Dan setelah itu Bai Wang melesatkan banyak jarum emas ke arah Gagak Api.
Cruuus.....
Cruuus.....
Beberapa Gagak Api berhasil di bunuhnya. Namun ada beberapa Gagak Api yang berhasil menghindari serangannya.
Bai Wang yang melihat menatapnya dengan kesal, di terbang ke arah Gagak Api dsn menebaskan pedangnya ke tubuh mereka satu persatu. Saat hampir sepenuhnya membunuh Gagak Api yang menyerang nya, sebuah kekuatan tiba-tiba menghantam tubuhnya hingga terpental.
Bugh,
Brak...
Uhuk....batuknya dan berdiri kembali. Di lihatnya Raja Gagak Api yang memiliki tubuh lebih besar dari Gagak yang sebelumnya menyerang.
"Sialan! Beraninya kau menyerang ku," marah nya menunjuk dengan pedangnya dengan tatapan tajam. "Akan ku hancurkan dan ku cincang tubuh mu dan ku buat sup untuk makanan ku hari ini," Bai Wang melompat dan menyerang langsung Raja Gagak Api.
Tusukan Cahaya Ekstrim
Bai Wang mengeluarkan jurus pedangnya. Raja Gagak Api yang melihat langsung mengepakkan sayapnya, sebuah Api besar berbentuk puti-ng beliung mengarah ke jurus yang di keluarkan Bai Wang, menghantamnya dengan kuat.
Wuuus....
Duuuar......
Asap mengepul di udara membuat pandangan nya tidak jelas. Gagak Api mengepakkan sayap nya menghilangkan asap tersebut dan langsung memutar tubuhnya menyerang Bai Wang.
Wuuus...
Bai Wang menyalurkan kekuatan nya di pedang, menahan serangan tersebut sekuat tenaga.
Wuuus....
Angin berhembus dengan kencang karena dua kekuatan yang saking bertubrukan.
Gagak Api yang berada di tingkat 5 menambah kekuatannya dan membuat Bai Wang yang ada di Pendekar Perak Tingkat 4 kesusahan menahan kekuatan tersebut dan akhirnya terpental dan kembali tubuhnya menghantam bebatuan besar yang ada di tempat tersebut.
Braak.
Argh.....!
__ADS_1
Bai Wang yang tubuhnya menghantam langsung memuntahkan darah dari mulutnya. Kekuatan besar itu benar-benar meremukkan tulangnya.
Bugh,
Bai Wang jatuh dan tengkurap, rasanya tubuhnya benar-benar tidak bisa di gerakkan. Kekuatan tersebut benar-benar membuatnya terluka. Namun Bai Wang tidak menyerah, tidak ingin mati di tempat itu.
Dia mencoba bangkit dengan bertumpu dengan pedangnya. Tubuhnya yang terluka membuatnya susah untuk mengontrol tubuhnya, tapi dengan sekuat tenaga dia menguatkan tubuhnya untuk membunuh Gagak Api tersebut.
Bai Wang mengangkat pedangnya dan di usapnya mengalirkan kekuatan cahaya dari Benih Mutiara Kekacauan Emas. Pedang berkaratnya mengeluarkan aura emas yang kuat. Dia memegang nya dengan kuat dengan menahan tubuhnya yang sakit, dan setelah itu melesat menyerang Gagak Api.
Wuus....
Bai Wang sekuat tenaga mengerahkan kekuatannya di pedangnya agar sekali tebas Gagak Api itu bisa mati seketika. Walaupun kekuatannya di bawah Gagak Api, dia berharap bisa mengalahkan nya.
Tebasan Asyura
Serunya dengan mengerahkan semua kekuatannya yang tersisa, menebas nya menggunakan jurus mematikan milik nya, jurus yang hanya di gunakan saat dirinya dalam keadaan hidup dan mati.
Hiaaa......
Wuus....Gagak Api mencoba menahan Tebasan Asyura sekuat tenaganya menggunakan pelindung merah.
Krak....
Krak....
Kekuatan Gagak Api yang menahan perlahan retak dan pecah.
Pyaar...
Pelindung itu pecah dan Gagak Api langsung terkena jurus kekuatan Tebasan Asyura
Craaas.....
Tubuh itu terbelah menjadi dua dan jatuh ke tanah.
Bugh,
Bai Wang yang mengerahkan semua kekuatan nya ikut jatuh ketanah dalam keadaan lemas.
Uhuuk....batuknya dan muntah darah. Tubuh nya yang terluka tidak kuat lagi menahan nya dan akhrinya pingsan di tempat itu, di depan Gagak Api yang mati dengan tubuh yang terbelah menjadi dua.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung