
Sosok menakutkan dan besar itu berlahan bergerak, keluar dari sarang nya yang berada di dasar lahar. Sedangkan Bai Wang yang sedang menikmati ikan bakarnya tidak menyadari sedikitpun. Namun tidak dengan Naga Emas, dia menoleh ke arah Lahar Api yang tak jauh dari mereka. Semula Memang dia tidak merasakan aura yang mengerikan itu, tapi tidak untuk saat ini. Aura mengerikan itu dapat dia rasakan. Dan kini Aura itu semakin jelas mendekati mereka.
Bai Wang yang melihat Naga Emas tidak melanjutkan makannya dan malah melihat ke arah lautan lahar, dia bertanya, "Ada apa? Kenapa tidak melanjutkan makannya lagi?" Bai Wang ikut melihat arah pandangan Naga Emas yang diam. "Apa yang kamu lihat?" sambungnya tidak melihat apapun di arah pandang Naga Emas.
Naga Emas itu memastikan jika Aura itu tidak mengarah pada mereka. Namun saat merasakan Aura itu benar-benar semakin mendekat, Naga Emas mengoceh meminta Bai Wang untuk pergi dari tempat itu, menggigit pakaian Bai Wang dan menariknya.
Namun saat mereka baru melangkah pergi, lahar api itu bergejolak dan perlahan muncul sosok besar yang sangat mengerikan. Piton Api Bermata Tiga, berdiri tepat di belakangnya, menatapnya dengan tajam.
Bai Wang yang merasakan hawa yang sangat mengerikan dan mencekam ada di belakangnya, perlahan menoleh melihat sosok tersebut.
Glek...
Kepala nya mendongak melihat apa yang ada di depannya, menelan ludah, dan seketika tenggorokan nya terasa kering saat melihat sosok yang sangat menakutkan itu.
Piton Api itu perlahan menggerakkan kepalanya maju, mendekati Bai Wang yang berdiri dengan tubuh kakunya karena terkejut, tidak percaya akan bertemu dengan Piton raksasa yang tidak di ketahui tingkatan kekuatan nya.
Piton Api yang ada di Lembah Api adalah Piton raksasa yang sudah tertidur puluhan ribu tahun yang lalu. Dan kini bangun dari tidurnya karena mencium harum dari ikan yang di bakar oleh Bai Wang. Piton itu sudah berkultivasi lebih dari Tingkat 7 atau bisa di sebut sudah memiliki kekuatan di atas Pendekar Agung Tingkat Puncak, bahkan Piton itu sudah mampu berbicara layaknya manusia.
"Hai manusia, berani sekali kau datang di tempat ku ini!" ucap Piton dengan suara menggelegar.
Bai Wang tak bergeming, masih terkejut dengan apa yang di lihatnya. Piton Api yang ada di depannya menghembuskan nafasnya dan menerpa tubuh Bai Wang, setelah itu menoleh ke arah Naga Emas yang menatap nya dengan intens.
Naga Emas yang di tatap sedikit pun tidak takut. Dia menoleh ke arah Bai Wang yang masih diam dengan tatapan tak lepas dari Piton Api itu.
Puk,
Naga Emas memukul Bai Wang agar sadar dari keterkejutannya, dan berhasil membuat Bai Wang benar-benar sadar.
"Apa yang terjadi?" tanyanya linglung seolah lupa ada mahluk raksasa di depannya. Piton Api itu kembali menatap Bai Wang, dan Bai Wang pun sadar bahwa ada sesuatu di dekatnya. Dan saat menoleh, dia sadar bahwa ada mahluk mengerikan menatapnya dengan mata besarnya.
Aaaaa .......
__ADS_1
Teriak Bai Wang langsung menarik Naga Emas membawanya berlari menghindari Piton raksasa itu.
Piton Api yang melihat Bai Wang kabur dari hadapannya, mengerakkan tubuh besarnya mengejar Bai Wang.
Bai Wang yang melihat Piton Besar itu mengejar nya semakin mempercepat larinya. Dia juga tidak tinggal diam, mengeluarkan Pedang Berkaratnya dan melesatkan tebasan dari jurus pedangnya ke arah Piton Api.
Piton Api yang melihat banyak jurus mengarah kearahnya sama sekali tidak menghindar, dia dengan senang hati menerima karena menurutnya serangan itu sama sekali tidak akan bisa melukai nya.
Wuuus.....
Piton Api itu dengan cepat mengejar dan kini berhasil menghentikan Bai Wang dan berdiri di depannya dengan lidah yang menjulur keluar, mendesis.
Bai Wang berhenti, dan waspada. Mahluk besar itu benar-benar tidak mau melepaskan nya.
"Dasar manusia hina! Berani sekali kau melarikan diri setelah mengganggu waktu tidur ku," marahnya karena tidur panjangnya di bangun kan oleh sosok manusia lemah yang lancang masuk ke tempat tinggalnya.
Piton itu mengeluarkan Auranya hingga menguar dan menghantam tubuh Bai Wang hingga terpental.
Dia menggigit pakaian Bai Wang dan melempar ke tempat semula dengan tubuh kecilnya.
Bugh,
Bai Wang yang jatuh dengan kuat mengaduh. Namun dengan cepat dia berdiri karena tidak ada waktu untuk nya mengeluh di depan binatang besar yang siap menelannya hidup-hidup. Sedangkan Naga Emas yang berhasil menyelamatkan Bai Wang kini kembali bersama Bai Wang, berdiri di depan Piton Api.
Bai Wang sekarang siap bertarung. Siap tidak siap dia harus melawan binatang kuno yang tidak di ketahui tingkat kekuatannya itu. Dia dengan sekuat tenaga akan berusaha melawan dan mencari kesempatan untuk melarikan diri, tidak ingin mati konyol di mulut Piton raksasa itu.
Bai Wang memegang pedangnya dengan erat dan mengalirkan kekuatan cahaya dari Benih Mutiara Kekacauan. Aura kuat dari Benih Mutiara Kekacauan menguar keluar hingga membuat tubuh dan pedangnya di selimuti cahaya emas yang murni.
"Aku harus bisa melarikan diri dari binatang ini," batinnya yang tahu tidak akan bisa mengalahkan Piton Api. Bahkan melukainya pun pasti tidak akan bisa. Piton Api yang memiliki tubuh besar dan sisik tebal dan kuat pasti membuat semua jurus yang keluarkan tidak akan berefek sedikitpun di tubuh Piton itu. Dan dia hanya bisa berharap semoga bisa selamat dari kematian.
Bai Wang maju dan menyerang, menabaskan pedangnya mengeluarkan jurus nya, mengumpulkan kekuatan di pedang.
__ADS_1
Tebasan Cahaya Matahari
Serunya melayangkan jurusnya ke arah Piton Api.
Piton Api yang melihat menangkis serangan itu dengan ekornya, mengibaskan ekor besarnya ke serangan jurus milik Bai Wang.
Wuuus.....
Dalam sekejap jurus itu di tangkis dan di hilangkan oleh Piton Api. Bai Wang yang melihat terkejut, dia menjauh melayang sedikit jauh.
Piton Api mengeluarkan suaranya yang keras hingga membuat hembusan api sangat-sangat kencang, marah.
Wuuuus.....
Bai Wang menahan tubuhnya agar tidak terpental. Piton Api yang melihat tak akan membiarkan Bai Wang selamat dari nya, dia membuka mulutnya dan menyemburkan api besar ke arah nya. Bai Wang yang melihat langsung menghindar, terbang menghindari semburan api yang besar itu.
Piton Api tak hanya menyemburkan api besar. Dia juga mengeluarkan jurusnya, melepas beberapa sisik besarnya dan merubah nya menjadi bentuk runcing dan di lapisi api yang kuat. Dan setelah itu melesatkan ke arah Bai Wang yang terbang menghindari semburan api panasnya.
Syuut....
Syuut....
Syuut.....
Sisik runcing yang di lapisi api mengejar Bai Wang yang terbang. Bai Wang dan Naga Emas yang melihat terkejut, dia menangkis dengan pedangnya. Namun karena jumlah sisik runcing api itu begitu banyak, akhirnya membuat Bai Wang kewalahan. Dan Naga Emas yang melihat akhirnya membantu, menyemburkan nafas emasnya ke arah sisik api dan merubahnya menjadi emas padat. Dan setelah itu menghancurkan nya dalam sekejap.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung