BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)

BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)
Bab 43, Di Telan Piton Api


__ADS_3

Pyar....


Sisik runcing itu hancur seketika. Piton Api yang melihat tentu saja semakin marah. Dia menarik napasnya dan kembali menyemburkan api panas ke arah Naga Emas yang berani menghancurkan sisik runcingnya. Sedangkan ekornya bergerak menghantam tubuh Bai Wang.


Wuuus....


Api panas itu menyembur ke arah Naga Emas. Naga Emas yang melihat membalas semburan itu dengan Api Emasnya.


Wuuus....


Dua api yang berbeda saling bertubrukan dan membuat suatu ledakan besar.


Sedangkan ekor besar yang melayang mengarah ke Bai Wang telah berhasil menghantam tubuh itu.


Bugh,


Bai Wang yang terkena pukulan dari ekor besar itu langsung jatuh.


Aaaa......


Teriaknya keras karena tidak bisa bergerak setelah mendapatkan pukulan besar dari Piton Api.


Naga Emas yang melihat langsung terbang ke arah Bai Wang. Namun Piton Api yang melihat tidak membiarkan begitu saja Naga Emas menyelamatkan Bai Wang, dia dengan cepat menggerakkan tubuh besarnya menghalangi Naga Emas.


Naga Emas yang melihat menatap tajam, dia sekilas melirik ke arah Bai Wang yang jatuh menuju lahar. Namun sedetik kemudian tubuh Bai Wang tiba-tiba di tangkap oleh ekor besar yang tak lain adalah milik Piton Api, melilitnya dengan kuat dan setelah itu melempar ke arah mulutnya yang besar.


Bai Wang yang melihat mulut besar terbuka lebar di depannya melotot tidak percaya bahwa hidupnya akan berakhir saat itu juga.


Naga Emas yang melihat Bai Wang perlahan jatuh ke mulut Piton Api merubah tubuhnya. Perlahan tubuh kecil itu berubah menjadi besar dan setara dengan tubuh Piton Api.


Naga Emas yang telah berubah ke wujud aslinya yang besar langsung menyerang, menyemburkan api besar emas nya ke arah Piton Api, membakarnya. Naga Emas juga melakukan aksinya menggunakan kaki besarnya, mencakar tubuh Piton Api hingga membuat Piton Api meraung dengan kuat .


Piton Api yang di perlakukan seperti itu menggerakkan tubuh panjangnya, dan balas menyerang. menyemburkan api nya ke tubuh Naga Emas yang kini mencoba mengangkatnya d dan melemparkan tubuh besarnya. Naga Emas yang melihat semburan itu menghindar, dia semakin marah dan langsung melempar tubuh itu menabrak bebatuan hingga hancur.

__ADS_1


Tap.


Naga Emas menapakkan kakinya di tanah, berdiri dengan gagah dengan tubuh emasnya. Namun penampilan nya saat ini belum seperti saat dirinya jaya yang memiliki 7 kepala dengan masing-masing kepala memiliki satu elemen yang mampu menghancurkan lawannya dalam sekejap. Penampilannya saat ini hanya awal dirinya tumbuh menjadi naga kuno yang di takuti semua mahluk di dunianya, dunia Obagyn. Dunia di mana binatang spirit tingkat tinggi dan iblis hidup saling berdampingan.


Piton Api yang tidak mengetahui jika Naga Emas adalah binatang spirit tingkat tinggi mencoba bangkit dan melawan Naga Emas. Mengeluarkan kekuatannya untuk mengalahkan Naga Emas. Naga Emas tidak tinggal diam saja, dia mengepakkan sayapnya dan terbang, menginjak tubuh Piton Api dengan kaki besarnya.


Raungan Piton Api yang tidak bisa bergerak begitu keras. Naga Emas yang mendengar semakin marah, dia mengeluarkan kekuatannya mendongak menatap ke atas dengan membuka mulutnya lebar-lebar, muncul kekuatan berbentuk runcing berwarna emas yang besar dan setelah itu mengarahkan ke arah kepala Piton Api. Piton Api yang melihat dengan cepat melenturkan tubuhnya, membuat tubuhnya selicin mungkin dan setelah itu kabur dari Naga Emas yang ternyata memiliki kekuatan yang tak kalah kuat dari nya.


Piton Api yang berhasil lepas kini berlari ke lautan lahar, sedangkan Naga Emas yang melihat Piton Api kabur dari nya langsung melepas kekuatan itu melesatkan ke arah Piton Api berada.


Wuus.......


Booom.....


Piton Api berhasil menghindari ledakan itu dengan meliukkan tubuhnya dan setelah itu kabur, masuk ke kedalaman lahar menuju tempat tinggalnya dengan membawa Bai Wang yang telah di telan nya.


Naga Emas yang melihat marah, dia melempar kekuatan bola emas dari mulutnya ke lahar panas dan membuat ledakan beruntun terus menerus hingga membuat lahar panas itu bergejolak dengan hebat.


Booom....


Booom....


Karena Piton Api telah kabur, Naga Emas merubah tubuh nya kembali ke bentuk kecilnya dan terbang melayang menatap Lahar di bawah nya tanpa bisa masuk kedalamnya.


Tubuhnya yang tidak memiliki kekuatan Api membuat dirinya tidak bisa masuk, dan akhirnya hanya bisa menunggu Piton itu kembali keluar, dan berharap Bai Wang masih hidup setelah di telan oleh Piton Api.


Piton Api yang telah berhasil kabur kini melingkarkan tubuh besarnya dan memejamkan mata, memulihkan tubuhnya yang terluka karena serangan dari Naga Emas. Sedangkan Bai Wang yang di telan hidup-hidup oleh Piton Api dan berada di perut nya kini membuka mata sadar. Bai Wang yang tidak mati bangun dan melihat sekeliling yang nampak berlendir, berpikir tempat apa itu.


Bai Wang menyentuh apa yang di injaknya, nampak lentur dan berlendir. Terakhir kali dirinya ingat dirinya telah di telan oleh Piton Api. Mungkinkah sekarang ini dirinya ada di dalam perut Piton Api, pikirnya dalam hati.


"Bagaimana aku masih bisa hidup, padahal aku telah di telan nya?" gumamnya berjalan di atas tempat berlendir itu. Mencari jalan untuknya keluar.


Cukup lama berjalan dan tidak menemukan jalan keluar, Bai Wang duduk kembali benar-benar tidak ada jalan keluar selain lewat mulut Piton Api sendiri. "Apa yang harus ku lakukan?" gumamnya lelah.

__ADS_1


Karena tidak menemukan jalan keluar, Bai Wang duduk bersila bersikap lotus, lebih baik dirinya berkultivasi. Dia mengeluarkan beberapa inti kristal dari cincin penyimpanan, dan setelah itu menyerap inti kristal tersebut untuk meningkatkan kultivasi nya.


.


.


.


Sedangkan di tempat lain, Lin Zhan terus berjalan mencari keberadaan Bai Wang. Dia memasuki suatu tempat yang sangat suram. Tempat itu di namakan Lembah Kematian. Suatu lembah yang banyak terdapat tulang belulang dari mahluk yang telah mati puluhan ribu tahun lama nya.


Lin Zhan melihat sekeliling, tetap saja pandangannya hanya melihat tulang yang beserakan. Namun saat dirinya melewati beberapa tulang manusia, dari tanah tersebut muncul Aura hitam mematikan.


Lin Zhan yang melihat mundur beberapa langkah, ia merasa bahaya ada di depannya. Dan benar saja, Aura yang di rasakan tadi muncul asap hitam dan kini membentuk suatu tubuh mayat yang sangat mengerikan.


Lin Zhan yang melihat banyak mayat muncul dengan mata merah dan berjalan terseok ke arahnya langsung memegang pedang nya dengan erat, siap melawan mereka.


Wooa.....


Mayat-mayat itu maju dan langsung menyerang bersamaan ke arah Lin Zhan. Lin Zhan yang melihat langsung menebaskan Pedang Api nya.


Craas....


Craas....


Craas....


Tanpa henti Lin Zhan mengayunkan pedangnya untuk membunuh makhluk-mahluk mengerikan itu. Namun karena mahluk itu bukanlah makhluk nyata dan tidak akan ada habisnya, Lin Zhan yang sendirian kini mulai kuwalahan menghadapi mereka semua.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2