
Bai Wang yang telah menyalurkan kekuatannya, perlahan membuat batu merah bergerak ke arahnya. Dan kini berhenti tepat di hadapannya. Bai Wang yang melihat memegang batu merah. Dan ternyata benar, tidak ada penolakan seperti sebelumnya.
Grep.
Bai Wang mengambil nya dan kini ada di genggaman tangannya. Bai Wang dan Naga Emas melihat Batu merah itu dengan teliti. Namun mereka sama sekali tidak tahu batu apa itu dan akhirnya menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan. Berharap suatu saat tahu kegunaan batu tersebut.
"Lebih baik kau simpan batu itu. Semoga saja Batu merah itu bukanlah benda rongsokan,"
Bai Wang mengangguk dan setelah itu menyimpannya. Setelah mendapat batu merah itu Bai Wang melihat ruangan lain di bangunan tua tersebut. Tetapi setelah menyusuri hampir semua ruangan, mereka berdua sama sekali tidak menemukan adanya barang bagus, hanya ada beberapa emas, perhiasan dan satu pedang yang menancap di atas tumpukan emas tersebut. Bai Wang yang tidak menyia-nyiakan dengan cepat mengambil semuanya dan memasukan nya kedalam cincin penyimpanan dan setelah itu pergi meninggalkan bangunan tua tersebut.
.
.
Di benua Donghai bagian barat, jauh dari benua Changshi. Apa yang di mimpikan Bai Wang benar-benar terjadi. Langit yang mengalami retakan, kini muncul sinar merah terang yang mampu di lihat mahluk di seluruh dunia.
Semua yang melihat hal itu tentu saja terkejut dengan fenomena aneh tersebut. Langit yang semula terang berubah menjadi merah, angin berhembus dengan kuat dan petir menyambar-nyambar.
Para pendekar tingkat tinggi yang melihat hal itu menatap langit. Mereka semua memiliki pemikiran yang sama tentang firasat mereka masing-masing tentang iblis yang akan turun di dunia manusia.
Tetua Jian yang melihat hal itu menatap langit merah bersama para tetua lain di perguruan Xuanlun. Mereka tidak menyangka bencana dunia akan secepat ini datang.
"Iblis benar-benar datang di dunia manusia," ucap Tetua Jian dengan menghela nafas. Tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.
"Dan setelah ini kekacauan akan ada dimana-mana," sambung Tetua Qi Hong.
.
.
.
__ADS_1
Di Benua Donghai, warna merah yang muncul dari retakan yang ada di langit tiba-tiba turun 8 menara iblis dengan berbagai macam warna. Turunnya 8 menara tersebut membuat tanah terguncang hebat hingga sampai di kekaisaran Donghai, tepatnya di Kekaisaran Lan.
Kaisar Zhang Yuan Lin yang melihat menatap dengan diam dari jendela, melihat ke arah langit yang retak dengan adanya 8 warna yang melesat jatuh ke dunia manusia. Dan getaran hebat yang di rasakan nya di yakini pasti karena 8 cahaya yang di lihatnya itu.
"Cari tahu tentang ke 8 warna tersebut," perintah kaisar Zhang Yuan Lin kepada orang kepercayaan nya.
"Baik, Yang Mulia," jawabnya dan menghilang dari tempatnya.
Kaisar Zhang Yuan Lin kembali menatap langit dan bergumam. "Apa yang membuat mereka secepat ini datang di dunia manusia?"
Kaisar Zhang Yuan Lin yang berada di Pendekar puncak Agung menghela nafas dengan berat. Di tempat dimana dirinya berada pastinya kekacauan itu akan segera datang. Saat memikirkan cara bagaimana menghindari dan melawan para iblis, seorang gadis cantik datang menghampiri.
"Ayah!" Panggilnya dengan suara yang manja dan langsung memeluk tubuh Kaisar Zhang Yuan Lin.
Kaisar Zhang yang melihat putri kesayangannya datang dan memeluknya langsung membalas.
"Sudah puaskah kamu keliling benua?" Tanyanya dengan mencubit hidung mungil itu.
"Tentu saja belum. Hanya saja aku mendengar akan adanya iblis datang di dunia manusia. Dan setelah aku mendengar adanya retakan di langit aku langsung kembali. Dan ternyata semuanya benar. Aku melihat retakan dengan sinar merah di Benua Donghai ini," jawab Gadis bernama Zhang Qian Xue. "Ayah apakah iblis benar-benar telah turun ke dunia manusia?" Tanyanya mendongak, menatap ayahnya.
.
.
.
Sedangkan 7 menara dengan warna yang berbeda kini berpencar ke berbagai tempat. Sedangkan satu menara terbesar dan tertinggi berada di tengah-tengah di antara 7 menara tersebut. Menara itu adalah menara tempat dimana Dewa iblis berada. Menara yang di selimuti dengan aura hitam pekat dan kuat, menara paling menakutkan di antara menara-menara lainnya. Dan menara itu dinamakan Menara Iblis Keabadian.
Para kaisar dari berbagai benua yang mengetahui kedatangan iblis di dunia manusia langsung berkumpul, membahas tentang apa yang bisa mereka lakukan untuk melindungi para manusia dari para iblis. Namun kedatangan iblis dan membuat dunia manusia geger akan kedatangan mereka tidak membuat Lin Zhan dan Bai Wang panik. Karena sesungguhnya kedua orang itu tidak mengetahui tentang turunnya iblis kedunia manusia, di karenakan mereka berdua berada di tempat lain, dunia dalam farmasi. Dunia yang di ciptakan orang hebat pada jaman nya. Dan di lindungi oleh sebuah Farmasi yang hanya dapat aktif saat merasakan bagian Benih Mutiara Kekacauan lainnya.
Oleh sebab itu Bai Wang bisa masuk dalam dunia farmasi tersebut, di karenakan dia memiliki sebagian pecahan Benih Mutiara Kekacauan, yaitu Benih Mutiara Kekacauan Emas, yang dapat membawanya bertemu dengan Benih Mutiara Kekacauan lainnya.
__ADS_1
Jika di dunia luar geger akan keberadaan iblis yang telah turun, Bai Wang dan Lin Zhan sibuk mencari jalan keluar dari dunia Farmasi tersebut. Namun dalam pencariannya keduanya selalu mendapatkan rintangan dan hambatan. Serta selalu bertemu bahaya yang membahayakan nyawa mereka. Sampai akhirnya keduanya bertemu di suatu tempat. Tempat itu adalah gurun pasir, tempat di mana Bai Wang bertemu dengan Lin Zhan saat Lin Zhan bertarung dengan seorang manusia kalajengking.
Wuuus….
Sebuah pedang yang di temukan di atas emas dan perhiasan melesat ke arah Manusia Kalajengking.
Boom….
Kalajengkin yang merasakan sesuatu mengarah padanya langsung menghindar. Di lihatnya sebuah pedang dengan aura api berkobar menyelimuti pedang tersebut.
Lin Zhan yang melihat pedang itu langsung menoleh mencari keberadaan orang yang telah menolongnya. Di lihatnya seorang berjalan ke arahnya dengan jubah hitam yang menutupi wajah.
Orang tersebut kini ada di hadapan Lin Zhan. Dan dengan cepat Lin Zhan berterimakasih karena telah di tolongnya.
"Tuan, terimakasih atas pertolongan anda," ucapnya langsung terkejut saat pria itu membuka tudung jubah yang ada di kepalanya. "Bai Wang," serunya tidak percaya. Dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan teman nya.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Bai Wang dan di angguki Lin Zhan.
"Aku tidak apa-apa,"
Mendengar Lin Zhan baik-baik saja, Bai Wang merasa lega. Dia mengangkat tangannya dan menarik pedang yang di lemparnya tadi.
Wuus..
Grep…
Pedang dengan di lapisi aura api kini berada di tangan nya. Dan keduanya kini langsung menatap manusia kalajengking, berencana bekerja untuk membunuh manusia kalajengking tersebut.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung