
Perlahan telur emas itu retak. Bai Wang yang melihat tangannya sudah bisa di tarik dengan cepat menjauh, takut telur itu kembali menghisap semua serbuk yang di kumpulkan nya untuk naik tingkat.
Mata nya menatap telur emas yang kini memancarkan cahaya dari retakan tersebut. Dan cukup lama melihat, telur itu akhirnya pecah. Muncul binatang kecil di atas cangkang, sebuah naga kecil berwarna emas.
Naga itu menggerakkan kepalanya menatap Bai Wang. Setelah itu mengepakkan sayap kecil nya terbang ke arahnya. Berdiri di hadapannya dan menatapnya dengan mata bulat berwarna emas.
Bai Wang perlahan menggerakkan tangan, mencoba menyentuh Naga kecil itu. Namun saat jari nya hendak menyentuh kepala, naga itu menyemburkan api emas ke arah jari nya.
Wuus...
"Aduh...Aduh...panas, panas," serunya mengibas-ngibaskan tangannya yang terbakar api emas itu.
Setelah menghilang, Bai Wang berkacak pinggang, menatap nya dengan tajam. "Berani kau pada ku! Dasar tidak tahu diri," kesalnya dan secepat kilat menangkap naga kecil itu, menenteng sayap kecil nya dengan kesal.
Naga kecil itu memberontak mencoba lepas sambil menyemburkan api emasnya ke arah Bai Wang. Bai Wang yang tidak tahu, menghindari setiap api yang mengarah padanya. Hingga membuat api itu melesat ke arah dinding gua dan membakarnya.
Bai Wang yang melihat mengumpat kesal. Dia tidak mau mati di dalam gua itu, karena menurutnya api yang di semburkan naga kecil itu susah untuk di padamkan. Bai Wang melepaskan naga kecil itu dan pergi meninggalkan tempat itu, kembali bersama dengan Lin Zhan dan lainnya.
Namun sebelum itu Bai Wang tidak akan menyia-nyiakan sesuatu, dia menyedot kristal emas yang ada di dinding gua masuk kedalam cincin penyimpanan nya. "Harus mendapatkan keuntungan," gumamnya terkekeh dan berlari.
Naga kecil yang di tinggal Bai Wang menatapnya dengan mengepakkan sayap kecilnya dan setelah itu melesat secepat kilat menyusul Bai Wang yang telah pergi.
Bai Wang tidak menyadari jika naga kecil itu mengikuti nya. Jika dia tahu pasti akan mengusirnya, karena tidak mau naga kecil itu kembali menyedot serbuk emasnya miliknya. Bai Wang menyentuh dinding di mana dia masuk, dan perlahan pintu itu pun terbuka. Setelah melihat pintu terbuka, Bai Wang berjalan keluar menuju Lin Zhan dan lainnya berada.
__ADS_1
Lin Zhan dan dua pengawalnya yang tidak melihat keberadaan Bai Wang di dalam gua menunggunya di luar gua. Mereka yakin Bai Wang akan kembali. Dan benar saja, Bai Wang berjalan ke luar gua menghampiri mereka.
Lin Zhan yang melihat langsung menghampiri. "Kamu dari mana?" tanya nya khawatir.
Bai Wang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tidak mungkin dirinya mengatakan dengan jujur tentang menemukan sebuah telur emas yang aneh. Menutur nya telur itu lebih baik di rahasiakan, karena telur itu menurutnya pembawa sial. Bagaimana tidak sial? Serbuk emas yang di kumpulkan untuknya naik tingkat kini habis di sedot oleh telur emas menyebalkan itu.
Belum juga Bai Wang menjawab, Lin Zhan melihat arah lain dan bertanya kembali. "Apa itu?" Lin Zhan berjalan ke belakangnya, menghampiri hewan yang terbang di belakang tubuh Bai Wang.
Bai Wang menoleh, penasaran dengan apa yang di lihat Lin Zhan. Namun saat mata itu melihat, Bai Wang terkejut. Bisa-bisa nya naga kecil menyebalkan itu mengikutinya. Tapi lebih terkejutnya lagi, Naga kecil itu menyemburkan api emasnya ke tubuh Lin Zhan dan membakarnya karena lancang menyentuh nya.
"Panas, panas!" teriaknya mencoba menghilangkan api emas tersebut.
Wan Bao dan Yan Tian yang melihat langsung membantu tuannya menghilangkan kobaran api emas itu. Setelah cukup sulit menghilangkan api itu, Lin Zhan marah. Dia menunjuk naga itu dengan tatapan tajam.
"Beraninya kau naga kecil sialan!" marah nya dengan dada naik turun, kesal karena naga itu berani menyerangnya. Padahal dirinya hanya ingin menyentuh saja, tapi naga itu malah menyemburkan api nya ke tubuhnya.
Bai Wang yang melihat juga terkejut. Beraninya naga sialan ini duduk di atas kepalanya.
"Naga sialan! Turun kau dari kepala ku," usir-nya dan naga itu terbang mengindari tangan Bai Wang. Dan akhirnya Bai Wang dan Lin Zhan yang kesal karena naga itu mengejar, mencoba menangkap hendak memberikan pelajaran.
Tapi sialnya mereka malah terkena semburan api emas lagi. Dan akhirnya mereka sibuk menghilangkan api itu dari tubuhnya.
Bai Wang dan Lin Zhan yang telah menghilangkan api di tubuhnya menatap tajam hewan kecil itu dengan pandangan kesal. Namun Naga itu seolah tidak peduli dengan pandangan mereka. Dia malah dengan santai mengepakkan sayapnya duduk kembali di atas kepala Bai Wang.
__ADS_1
Bai Wang yang melihat akhirnya hanya bisa menghela nafas, pasrah dengan naga kecil itu.
Wan Bao dan Yan Tian yang melihat saling pandang dengan keadaan mereka berdua, ingin sekali tertawa tapi tidak berani. Pakaian yang di kenakan mereka sebagian terbakar dan wajah mereka menjadi hitam, sungguh pemandangan yang kacau.
"Jika kalian berani menertawakan ku, akan ku cincang tubuh kalian," kesal Lin Zhan kepada dua bawahannya yang menahan tawa.
"Tidak berani," jawab kedua nya kompak dengan sikap tegasnya.
Mereka berempat tidak mengetahui jika Naga kecil itu adalah Naga Kuno dari dunia lain. Jika mereka tahu, mungkin mereka akan saling rebut untuk menjadikan naga itu miliknya. Tapi karena mereka tidak mengetahui, akhirnya mereka membiarkan naga itu mengikuti Bai Wang.
Naga dengan tubuh emas itu adalah Naga yang sebenarnya memiliki 7 kepala. Di setiap kepala memiliki satu elemen. Namun untuk saat ini kepala nya belum tumbuh, karena untuk menumbuhkan nya memerlukan suatu benda berharga, yaitu inti dari semua elemen.
Naga kecil atau yang memiliki nama asli di dunianya dengan sebutan Thimendra memilih mengikuti Bai Wang karena merasakan kekuatan yang murni dari tubuh itu. Dia juga merasakan sebuah kekuatan dari benda berharga yang di miliki Bai Wang, Benih Mutiara Kekacauan.
Berharap apa yang di rasakan nya benar dan dapat membatunya memulihkan tubuh ke bentuk sempurnanya, Thimendra akan mengikuti Bai Wang agar dirinya bisa tumbuh seperti pada masa jayanya. Menjadi naga terkuat dan bisa melawan musuhnya, Naga Hitam, Arondra milik Kaisar Iblis Long Yu.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak nya, like, komen, vote. Agar tidak ketinggalan update terbaru, tap favoritnya ya🤗🤗🤗
Salam sayang dari Mama Muda😘😘😘