BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)

BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)
Bab 29, Perubahan Bai Wang dalam Bentuk Dewa Yama.


__ADS_3

Perubahan yang terjadi pada Bai Wang membuat Lao Shan mengerutkan kening. Apa yang terjadi, pikirnya.


Bai Wang yang mengalami perubahan itu berteriak keras karena kekuatan nya serasa meningkat dan mau meledak. Tidak seperti biasanya saat jiwa pedangnya muncul. Kali ini sungguh sangat berbeda, seolah kekuatan asli yang tersembunyi dari jiwa pedang nya benar-benar muncul. Rambutnya yang panjang terangkat ke atas, matanya mendelik dengan sorot emas yang tiba-tiba memancar menembus ke langit. Lao Shan yang melihat waspada, dia mundur beberapa langkah, sedikit gemetar melihat kekuatan aneh itu.


Pedang berkarat yang ada di tanah bersinar terang, terbang sendiri di depan Bai Wang. Bai Wang yang seolah tidak sadar tatapan nya beralih ke arah pedang dengan sorot mata emasnya. Mengambil pedang dengan gerakan yang sangat elegan. Dan setelah itu menyentuh pedang nya dengan satu tangan nya lagi, mengusap nya hingga ke ujung pedang. Hingga pedang yang semula tertutup karat kini nampak seperti pedang baru dengan cahaya emas yang melapisi pedang.


Wan Bao, Yan Tian dan Lin Zhan yang melihat terkejut sambil menahan tekanan kekuatan dari Lao Shan di tubuh mereka. Dan lebih terkejutnya lagi saat pedang itu telah bersih dari karatnya, tiba-tiba muncul bayangan besar di balik tubuh Bai Wang dengan gagahnya. Jenderal Yama dalam bentuk dewa-nya lengkap dengan ke tujuh matanya. Berbeda saat Bai Wang membangunkan jiwa pedangnya yang hanya memiliki satu mata setelah bersatu dengan pecahan Benih Mutiara Kekacauan Emas, yang ini asli dalam bentuk sempurna nya, bentuk yang harus di capai Bai Wang dalam mengumpulkan ketujuh Benih Mutiara Kekacauan.


Jenderal Yama atau yang memiliki sebutan Dewa Yama kematian berdiri dengan gagahnya di balik tubuh Bai Wang dengan membawa sebuah pedang di tangan kanan dan sebuah perisai berwarna warni yang memiliki 7 warna di tangan kiri. Ketujuh warna itu sama dengan ketujuh warna matanya. Yaitu, putih, hitam, hijau, merah, ungu, biru dan emas. Dan perisai dengan tujuh warna itu di namakan perisai Cahaya Ilahi. Perisai yang mencakup semua kekuatan di alam semesta.


Lao Shan yang melihat hal itu sungguh sangat terkejut, sungguh kekuatan tersembunyi yang sangat besar. Semua yang melihat seakan tidak percaya, begitupun dengan Lin Zhan yang masih tidak percaya tentang kenyataan itu. Sebuah kenyataan yang sama seperti dalam mimpi nya. Mimpi yang pernah di datangi oleh sosok besar Dewa Yama, yang mengatakan dirinya harus melayani seorang pemuda yang akan menjadi tuannya, membantunya mengumpulkan ke tujuh benda yang sangat penting di dunia, agar kelak dapat menyelamatkan dunia dari kehancuran.


Sosok Dewa Yama yang mendatanginya tidak mengatakan siapa pemuda itu dan menunjukkan seperti apa wajah nya. Dia di perintah untuk mencari sendiri sosok tersebut yang menurutnya pewaris dari Dewa Yama sendiri dengan bekal dapat merasakan kehadirannya di dalam diri pemuda tersebut. Dan ternyata dugaan nya benar, Bai Wang adalah sosok yang di yakini sebagai pemuda yang harus di layani nya, pemuda yang akan menjadi penerus Dewa Yama Kematian dan menjadi pelindungnya.


Bai Wang yang dalam bentuk perubahan Dewa Yama melayang di udara dengan memegang pedang di tangannya dan perisai Cahaya Ilahi. Rambutnya juga berubah menjadi emas, pakaian yang di kenakan nya pun ikut berubah, memakai zirah perang yang menutupi seluruh tubuh. Dan juga sebuah armor kepala yang melekat di kepalanya, sempurna menutup semuanya dan hanya terlihat mata nya saja.


Bai Wang yang saat ini benar-benar seperti seorang jenderal perang yang siap mengalahkan musuhnya. Memegang pedang emas yang memiliki bentuk unik dengan di lengkapi 7 mutiara di bawah gagang pedang.


Lao Shan yang melihat semakin waspada, dia melayang di udara, mengepakkan sayap besar nya dan mengeluarkan senjata, Pedang Demond Black nya. Dan kini pedang besar berwarna hitam telah berada di tangannya. Dia pun juga melepas ketiga orang tersebut, Lin Zhan, Wan Bao dan Yan Tian. Dan kini ketiga nya di tahan oleh bawahan nya, agar tidak menganggu nya saat sedang berhadapan dengan rekan mereka.

__ADS_1


Lao Shan yang kini berhadapan dengan Bai Wang mengerutkan kening saat merasakan gejolak kekuatan yang besar keluar dari diri pemuda yang ada di depannya, kekuatan yang tiba-tiba meningkat drastis dan berada di tingkat yang sama dengan nya, Pendekar Agung Tingkat Tiga.


Lao Shan yang memegang Pedang Demond Black nya menyatukan dengan jiwa beladirinya. Dan kini jiwa beladiri Kelelawar Merah telah menyatu dengan pedangnya, memegang pedang hitam nya. Bai Wang yang melihat dengan mata emasnya langsung mengangkat tangannya ke depan, mengayunkan pedangnya membentuk sebuah lingkaran di hadapannya. Dan kini dari lingkaran tersebut muncul sebuah pedang besar dengan perlahan. Lao Shan yang melihat langsung dengan cepat membuat sebuah penghalang merah pekat untuk menghalau pedang besar yang akan melesat ke arah nya.


Dan benar saja, baru saja dirinya membuat penghalang merah, pedang besar itu langsung melesat ke arah nya saat Bai Wang mengayunkan pedang dan mengarahkan ke arah nya yang tertutup penghalang merah pekat.


Wuuus....


Pedang itu langsung melaju dengan kecepatan tinggi menghantam penghalang merah pekat dan membuat penghalang itu terguncang. Lao Shan yang merasakan kekuatan pedang besar itu menghantam penghalangnya menahan, mengalirkan kekuatannya agar penghalang tersebut tidak pecah.


"Sungguh kuat sekali," batinnya yang merasakan kekuatan tersebut.


Bai Wang yang melihat, mengayunkan pedangnya kembali ke arah Lao Shan. Mengeluarkan kekuatannya dari ujung pedang. Sebuah cahaya emas langsung melesat ke arah penghalang itu dan menghantamnya.


Krak...


Krak...


Retakan di penghalang itu mulai pecah dan

__ADS_1


Booom.....


Penghalang itu berhasil pecah hingga membuat ledakan besar di tempat itu. Lao Shan yang tidak bisa menahan dengan cepat melepas dan menghindar, sehingga dirinya tidak terkena ledakan dari penghalang dan pedang besar serta kekuatan cahaya emas milik Bai Wang.


Namun belum juga asap mengepul itu menghilang, Bai Wang yang membawa pedang dan perisai di tangannya kini muncul dari balik asap dan ada di hadapan Lao Shan, menyerangnya.


Lao Shan yang melihat langsung menangkis pedang emas itu dengan pedang hitamnya.


Trang....


Wuuus......


Dua pedang itu saling beradu, begitupun dengan jiwa masing-masing. Bayangan Dewa Yama dan Kelelawar Merah juga saling beradu dengan pedangnya. Dan membuat langit langsung menjadi gelap. Petir menyambar-nyambar. Angin berhembus dengan sangat kuat, hingga membuat ledakan-ledakan dan kehancuran di sekitar tempat tersebut karena kuatnya kekuatan pendekar Agung yang saling beradu.


Lin Zhan dan lainnya beserta dengan kelompok kelelawar darah mencoba menghindari sambaran petir dan angin kuat yang menerpa mereka. Mereka menahan tubuh dan pergi dari tempat itu sedikit jauh untuk menghindari kekuatan besar tersebut. Kelompok kelelawar darah yang semula menahan mereka kini malah menonton bersama melihat pertunjukan dua orang yang ada di langit dan mengabaikan urusan mereka demi melihat tuannya yang bertarung dengan seorang yang memiliki kekuatan sama dengan tuannya.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan Like, komen, vote dan tap Favoritnya nya. Dukung karya ini agar author rajin update. 😘😘😘


__ADS_2