
Saat kaki Laba-Laba Ungu siap membelah tubuh Bai Wang, sebuah kekuatan melesat dan menghantam tubuh besar itu.
Syuut.....
Buum....
Braak.....
Tubuh Laba-Laba Ungu terpental dan menabrak pepohonan.
Bai Wang yang mendengar membuka sebelah matanya, mengintip. Namun saat matanya tidak melihat Laba-Laba Ungu di depannya, membuka matanya sepenuhnya, melihat sekeliling. Dan di lihatnya tubuh Laba-Laba itu terbalik.
Laba-Laba Ungu yang terpental langsung membalik tubuhnya, dan setelah itu berlari menyerang ke arah orang tersebut. Bai Wang yang melihat menoleh ke arah Laba-Laba itu pergi. Di lihatnya, seorang berdiri mengambang di udara dengan santainya menatap laba-laba tersebut.
"Siapa orang itu?" batin Bai Wang yang tidak mengenal pria baya tersebut.
Bai Wang terus melihat dengan mata tak berkedip, apalagi saat melihat Pria baya itu dengan mudah mengalahkan Laba-Laba Ungu.
Craas.....
Dalam sekali serang, laba-laba ungu tubuhnya terbelah menjadi dua saat pria baya itu melempar jurusnya. Bai Wang yang melihat terkagum dengan kehebatan itu.
"Wow," Itulah yang keluar dari mulut Bai Wang.
Sedangkan pria baya yang dengan mudah mengalahkan Laba-Laba tersebut langsung turun, menapakkan kakinya dengan pelan di tanah. Dan setelah itu berjalan menghampiri Bai Wang yang masih bengong melihat kehebatan orang tersebut.
"Kau baik-baik saja?" tanya Pria baya itu.
__ADS_1
Bai Wang yang di tanya langsung sadar dari bengong-nya, dia mengangguk. "Ya, saya baik-baik saja, tuan," jawab Bai Wang dengan tangan memegang dadanya yang nyeri karena pertarungannya dengan Laba-Laba Ungu.
Pria baya itu, hanya melihat sekilas. Setelah itu memberikan obat penyembuhan untuk Bai Wang. "Minumlah, itu akan mengurangi rasa sakitnya," ucapnya memberikan pil penyembuh kepada Bai Wang.
Bai Wang langsung menerimanya, dan menelannya. Dan setelah itu duduk bersila, menyerap obat tersebut untuk memulihkan tubuh dan kekuatannya.
Pria baya yang memberikan obat tersebut, mengabaikan Bai Wang. Dia berjalan ke arah Lin Zhan yang tergelatak di tanah, berjongkok dan menotok bagian dada, menghentikan penyebaran racun Laba-laba ungu menuju jantung.
Hah, pria baya itu menghela nafas saat melihat keadaan Lin Zhan. Dan setelah itu memberikan pil kepada Lin Zhan dan mendudukkan tubuh itu, menyalurkan kekuatannya untuk menghilangkan racun yang ada di tubuh Lin Zhan.
Tak lama setelah itu, beberapa orang datang berdiri mengelilingi pria baya dan Lin Zhan. Bai Wang yang merasakan ada beberapa orang datang langsung membuka mata, di lihatnya banyak orang yang mengelilingi Lin Zhan. Dia bangkit, berdiri dan berjalan ke arah mereka.
Beberapa orang tersebut yang melihat Bai Wang menghampiri langsung menatap Bai Wang penuh intimidasi. Bai Wang yang melihat pandangan tak bersahabat itu bertanya, "Siapa kalian?" tanyanya penuh selidik.
Seorang pria di antara mereka malah balik bertanya, bukannya menjawab pertanyaan yang Bai Wang berikan. " Seharusnya yang bertanya itu kami! Siap kau?" tanya nya dengan suara dingin. Sampai-sampai di antara mereka ada yang mengeluarkan pedangnya, berjaga-jaga jika Bai Wang bukanlah orang baik.
Bai Wang yang mendengar pertanyaan itu tentu saja mengerutkan keningnya. Dia menjadi waspada dengan beberapa orang tersebut dan langsung mengeluarkan pedangnya, berpikir jika mereka adalah orang yang tidak baik. Apalagi saat melihat Lin Zhan di kerumuni oleh mereka.
Teman? pikir mereka tidak percaya jika Bai Wang adalah teman Lin Zhan. Beberapa orang tersebut yang mendengar Bai Wang mengatakan jika Lin Zhan adalah teman nya tertawa keras, tidak percaya.
Hahahaha..... Kamu pikir kami percaya dengan "omongan mu, bahwa kamu adalah teman Yang Mulia? Jangan pikir kami percaya. Tidak mungkin Yang Mulia memiliki teman lemah seperti mu," jawab salah seorang dari mereka.
Bai Wang yanag mendengar kata yang di ucapkan orang tersebut, bingung. Yang Mulia? Apa maksudnya? Pikirnya tidak paham siapa yang di panggil Yang Mulia. Tidak mungkin Lin Zhan bukan? batinnya bertanya-tanya.
Bai Wang hendak bertanya. Namun sebelum kata itu keluar dari mulutnya terdengar suara batuk dari belakang tubuh mereka. Dan refleks semuanya langsung menoleh, melihat ke arah sumber suara. Di lihatnya Lin Zhan memuntahkan seteguk darah kental dari mulutnya. Dan saat darah itu menyentuh tanah, darah itu menguap dengan uap berwarna ungu, pertanda racun dari Laba-laba ungu berhasil di keluarkan.
"Yang Mulia," seru mereka bersama saat melihat Tuan nya baik-baik saja.
__ADS_1
Hah...Lin Zhan menarik nafasnya dan menstabilkan tubuhnya yang baru saja mengeluarkan racun laba-laba. Dan setelah selesai, Lin Zhan menatap mereka semua dengan tajam karena sebenarnya tadi dia mendengar apa yang mereka katakan dengan Bai Wang.
Merasakan Tuan mereka marah, mereka semua langsung bersimpuh memohon ampun tentang kesalahan mereka.
"Ampuni kami, Yang Mulia," seru mereka semua kompak selain orang yang menyembuhkan Lin Zhan.
Bai Wang yang melihat semakin bingung. Siapa yang mereka panggil Yang Mulia? Mungkinkah yang di pikirkan nya benar, bahwa Lin Zhan adalah Yang Mulia tersebut.
"Memang apa kesalahan kalian, sampai meminta maaf kepada ku?" tanyanya dengan nada dingin.
Semuanya yang mendengar diam, bingung memikirkan kesalahan mereka. Lin Zhan yang melihat menghela nafas kembali dan setelah itu berkata. "Karena kalian tidak tahu kesalahan kalian, maka bersiaplah mendapatkan sesuatu yang bagus," ucapnya dan meminta seseorang memberi mereka hukuman karena berani lancang berbicara tidak sopan dengan teman barunya.
"Paman, beri mereka hadiah," perintah Lin Zhan para Pria baya bernama Lu Hao.
Lu Hao mengangguk dan setelah itu memberikan mereka hadiah berupa pukulan hingga membuat mereka babak belur.
Beberapa orang yang kini babak belur memegang pipi mereka masing-masing yang bengkak karena pukulan Lu Hao. Dan setelah itu mereka menghadap Bai Wang dan meminta maaf.
"Maafkan kami, tuan. Karena lancang berbicara tidak sopan kepada anda," ucap mereka semua kompak.
Bai Wang yang tidak paham dengan situasi hanya mengangguk saja. Dan setelah itu menghampiri Lin Zhan. "Kau baik-baik saja?" tanyanya dan di angguki Lin Zhan.
"Ya, aku baik-baik saja. Tidak mungkin aku terluka, karena kamu tahu sendiri bukan bahwa aku ini kuat," ucapnya membuat Bai Wang kesal. Namun ia cukup lega karena Lin Zhan akhirnya baik-baik saja.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung