
Ratu Hai Rong tersenyum secil dan meniup wajah Bai Wang. Bai Wang yang merasakan hembusan nafas Ratu Hai Rong menerpa wajahnya memejamkan mata. Sedetik kemudian dia merasakan sesuatu di tubuhnya yang nampak aneh. Kepala seakan pusing dan pandangannya menjadi berkunang-kunang.
"Apa yang terjadi? Kenapa kepala ku menjadi pusing?" Batinnya dengan memegang kepala nya.
Ratu Hai Rong yang melihat Bai Wang sudah merasakan sesuatu yang di berikan tersenyum menyeringai. Dia menyentuh wajah Bai Wang dengan lembut dan berkata. "Turuti perintah ku, maka kau akan merasakan sesuatu yang indah," bisiknya di telinga Bai Wang dengan suara merdu.
Bai Wang yang mendengar sayup-sayup suara lembut itu menggelengkan kepala, mengusir pusing di kepalanya yang sekarang sudah mulai berat.
Bai Wang yang sedikit kehilangan kesadaran nya tidak menyadari jika tubuhnya sudah di kukung oleh Ratu Hai Rong yang mulai menampakkan wujud aslinya dengan ekor kalajengkingnya.
"Tidak boleh! Aku harus secepatnya sadar dan pergi dari wanita siluman ini," batinnya yang mencoba mempertahankan kesadarannya yang hampir menghilang.
Bai Wang mencoba membuka matanya yang berat. Sedangkan Ratu Hao Rong mulai melancarkan aksinya, menggerakkan ekor kalajengkingnya ke leher Bai Wang.
"Sebentar lagi kekuatan ini akan menjadi milik ku. Dan darah darah ini akan membuat ku memiliki umur yang panjang dan awet muda, hahahaha," tanyanya dalam hati sambil tangannya mengelus tubuh Bai Wang agar Bai Wang terbuai oleh belaiannya dan tidak sadar dengan apa yang akan di perbuatnya.
Tapi saat ekor kalajengkingnya hendak menghusus di leher Bai Wang, tangan Bai Wang menahannya dengan sekuat tenaga. Kesadarannya pulih karena dengan paksa dia mengeluarkan kekuatan nya dari dalam tubuhnya.
Bai Wang yang memegang ekor besar itu langsung melemparkan nya membuat tubuh Ratu Hai Rong terpental dan menabrak dinding bangunan kamar tersebut. Ratu Hai Rong yang terkejut dengan Bai Wan yang telah sadar membuat dirinya tidak bisa melawan dan akhirnya terpental. Sedangkan Bai Wang langsung menjauh dan mengeluarkan pedang berkaratnya. Sebelum itu dia memejamkan mata, menghilangkan sesuatu yang ada di dalam tubuhnya, Pesona Jiwa yang di berikan Ratu Hai Rong lewat nafasnya.
Setelah berhasil menghilangkan Pesona Jiwa milik Ratu Hai Rong, Bai Wang mengeluarkan aura emasnya dalam tubuh hingga membuat kekuatannya menguar hingga berjarak beberapa meter.
Ratu Hai Rong yang merasakan aura murni keluar dari tubuh Bai Wang menatapnya dengan diam.
"Bagaimana bisa aura emas ini begitu murni?" Batinnya menatap tubuh Bai Wang yang masing mengeluarkan auranya. "Aku tidak boleh menyia-nyiakan nya. Kekuatan itu harus menjadi milik ku," gumamnya dan langsung maju menyerang dengan tubuh setengah kalajengkingnya.
__ADS_1
Bai Wang yang melihat langsung menebaskan pedangnya ke arah Ratu Hai Rong.
Tebasan Silang Cahaya
Sebuah kekuatan berbentuk silang berwarna cahaya melesat dengan cepat ke arah Ratu Hai Rong.
Wuuus….
Boom……
Duuuar….
Ratu Hai Rong yang melihat sebuah kekuatan mengarah ke arahnya langsung menghindar, hingga kekuatan itu tidak mengenai tubuhnya.
Wuuus…..
Kekuatan berwarna ungu itu melesat dengan cepat ke arah Bai Wang. Bai Wang yang melihat menebaskan pedang berkaratnya ke arah kekuatan tersebut hingga terjadilah ledakan besar.
Booom….
Duuuar….
Bai Wang yang berhasil menahan kekuatan itu mundur beberapa langkah karena kuat nya kekuatan Ratu Hai Rong.
"Kuat sekali," batinnya dan berdiri menatap Ratu Hai Rong.
__ADS_1
Ratu Hai Rong yang melihat Bai Wang berhasil menghentikan serangannya tersenyum kecil. Dan setelah itu menancapkan ekor kalajengkingnya ke tanah, membuat racun langsung menyebar di sekitar mereka.
"Hahahaha…..jangan harap kau bisa kabur dari ku," tawanya menggelegar dan berjalan ke arah Bai Wang yang pandangannya kini tertutupi asap ungu beracun itu.
"Sialan! Wanita siluman ini menggunakan racunnya," gumamnya dan melompat mencari tempat agar tidak terkena racun tersebut.
Namun gerakan Bai Wang dapat di lihat Ratu Hai Rong. Tiba-tiba sebuah kekuatan melesat ke arah nya dari belakang. Melihat itu Bai Wang langsung menoleh dan menahan kekuatan berbentuk salur ungu yang dilapisi racun.
Trang…..
Salur yang saling beradu dengan pedang berkarat Bai Wang membuat sebuah dentingan kuat karena ternyata salur ungu itu keras seperti besi yang tidak mudah dihancurkan.
Wuuus….
Angin berhembus dengan kuat karena dua kekuatan saling beradu membuat aura dua kekuatan itu menyebar di seluruh istana kalajengking.
Semua penghuni istana kalajengking yang merasakan dua aura itu langsung melihat ke arah asal dua aura yang saling bertubrukan. Dan ternyata saat melihat itu adalah ratu mereka dan pemuda yang di inginkan oleh ratunya.
"Bagaimana bisa pemuda itu melawan Ratu? Benar-benar cari mati,"
Bisik-bisik para manusia kalajengking melihat Bai Wang dan Ratu Hai Rong yang bertarung. Berharap ratunya dapat mengalahkan Bai Wang yang menurutnya tidak tahu diri.
Bersambung
__ADS_1