BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)

BAI WANG (Benih Mutiara Kakacauan)
Bab 62, Pecahan Batu Merah Lainnya


__ADS_3

Setelah memikirkan tentang pecahan batu merah yang di yakini separuhnya ada di dalam istana manusia kalajengking, Bai Wang dan Lin Zhan memikirkan cara agar saat memasuki istana itu mereka tidak akan di ketahui oleh bangsa manusia kalajengking yang berjaga ataupun penduduk di tempat itu.


"Apakah kita akan menyamar?" tanya Lin Zhan.


"Jika kita menyamar, bagaimana caranya. Kamu tahu sendiri bukan mereka semua memiliki ekor kalajengking seperti itu, sedangkan kita tidak punya dan tidak bisa membuatnya," jawab Bai Wang yang bingung memikirkan cara untuk masuk dalam istana kalajengking tanpa di ketahui oleh mereka.


Lin Zhan yang mendengar langsung diam, berpikir bagaimana caranya untuk masuk. "Apa benar-benar tidak ada cara?" tanyanya karena tidak memiliki ide.


Bai Wang yang di tanya diam saja, memikirkan untuk masuk dan mencari pecahan batu merah itu jika memang kemungkinan nya ada. Cukup lama berpikir dan tidak menemukan cara, akhirnya mereka memberanikan diri tetap masuk dengan cara mengendap-endap, mencari tahu keberadaan dimana pecahan batu merah lainnya di simpan.


"Kita harus tetap mencari apapun yang terjadi. Bagaimana cara nya kita harus mendapatkan nya dan melihat misteri apa yang tersimpan dalam batu merah ini," jelas Bai Wang.


Lin Zhan mengangguk, membenarkan apa yang di katakan temannya itu. Karena sejujurnya dia juga penasaran akan batu merah tersebut.


"Tapi kita harus berhati-hati. Sekali saja kita ketahuan, maka kita akan mati di tempat ini," ucap Lin Zhan


Mereka berdua pun langsung masuk ke lingkungan istana manusia kalajengking dengan cara sembunyi-sembunyi. Saat mereka melewati penjaga atau manusia kalajengking mereka langsung menghindar, bersembunyi.ke tempat yang aman. Dan saat mereka berhasil masuk, mereka melihat tempat itu yang masih kacau karena pertarungan mereka sebelumnya.

__ADS_1


Bai Wang yang melihat hanya bisa berkata dalam hati saat melihat tempat itu sangat kacau. "Apakah pertarungan ku dan Ratu itu benar-benar membuat tempat ini sangat hancur? Sungguh aku tidak menyangka jika tempat ini akan jadi seperti ini."


Bai Wang benar-benar tidak menyangka jika dirinya memiliki kekuatan seperti itu. Dia sungguh tidak percaya jika mampu mengimbangi kekuatan Pendekar Agung walaupun dirinya terluka, tapi setidaknya dirinya tidak mati mengenaskan saat melawan pendekar agung tingkat 6. Dan dalam pemikirannya mungkin karena kekuatan dari pedang berkarat dan Benih Mutiara Kekacauan yang ada dalam dirinya. Jika memang pemikiran nya benar karena dua benda itu, dirinya harus mengasah lagi kekuatan itu agar saat bertemu lawan yang memiliki tingkat lebih tinggi darinya dirinya bisa melawannya. Tapi dirinya tidak akan terang-terangan untuk melawan pendekar agung lagi, karena taruhannya adalah nyawanya. Jadi sebisa mungkin dirinya akan menghindari jika mampu untuk di hindari.


"Kita lanjutkan mencari benda itu. Aku yakin benda itu tidak ada di sekitar sini," ucap Bai Wang dan mereka pun langsung melanjutkan pencarian nya.


Tapi saat mereka melewati sebuah tempat, mereka melihat banyak manusia kalajengking berbaris menuju suatu tempat dengan membawa persembahan di tangan mereka. Bai Wang dan Lin Zhan yang melihat saling pandang, memiliki pemikiran sama. Kenapa saat tempat mereka masih kacau mereka malah akan melakukan suatu persembahan. Jika di pikir, bukankah itu sangat aneh? Bai Wang dan Lin Zhan pun langsung berniat mengikuti mereka dan melihat apa yang akan di lakukan oleh para manusia kalajengking itu.


"Kita harus mengikuti mereka, dan melihat apa yang akan mereka lakukan," ucap Bai Wang dan keduanya pun mengikuti beberapa wanita Manusia Kalajengking dengan diam-diam dan hati-hati.


Saat sampai di persimpangan ruangan yang memiliki dua arah, Bai Wang dan Lin Zhan yang ketinggalan dari rombongan manusia kalajengking saling pandang, bingung menentukan arah kemana mereka akan pergi.


Lin Zhan yang di tanya melihat arah kedua jalan. Berpikir untuk menentukan arah yang akan mereka tuju. Naga Emas yang ada di atas kepala Bai Wang dan melihat mereka berdua bingung menentukan arah, menghela nafas. Dan setelah itu berkata lewat pikiran.


"Pergilah ke jalan yang kanan, mereka pergi ke arah sana," ucapnya memberi petunjuk.


Bai Wang yang mendengar berpikir dalam hati, mungkinkah benar apa yang di katakan Naga Emas. Dia pun bertanya untuk memastikan jika apa yang di katakan Naga Emas memang benar, "Benarkah yang kau katakan?"

__ADS_1


"Kau meragukan penciuman ku?" jawab Naga Emas kesal karena Bai Wang seolah meragukan Indra penciuman nya.


Bai Wang yang mendengar jawaban itu tidak lagi berkomentar. Dia pun percaya dengan apa yang di katakan Naga Emas yang ada di atas kepalanya.


"Kita pergi ke arah kanan," ucap Bai Wang


"Lin Zhan yang mendengar langsung berkata. "Ke kanan? Apakah kau yakin?"


"Ya, Naga ini mengatakan jika mereka pergi ke arah kanan," jawabnya dan Lin Zhan langsung percaya karena dia yakin Naga Emas pasti tidak akan membohongi mereka. Apalagi saat mengingat Indra penciuman Naga yang tidak akan salah.


Setelah menentukan arah, Bai Wang dan Lin Zhan langsung pergi arah Kenan untuk mengikuti para wanita kalajengking itu. Dan saat semakin jauh ternyata mereka masuk ke dalam ruang bawah tanah yang sangat luas.


Bai Wang dan Lin Zhan tidak percaya jika di bawah istana kalajengking terdapat ruangan seperti itu. Ruangan besar yang terdapat kolam yang memiliki air berwarna ungu, dan di tengah-tengah nya terdapat batu persegi yang cukup tinggi yang di atasnya terdapat pecahan batu merah yang di lindungi sebuah penghalang tebal dengan huruf kuno di sekitarnya.


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2