
Setelah kepergian Lin Hao, Lin Zhan meminta Wan Bao dan Yan Tian pergi meninggalkannya. Sebelum itu dia mengizinkan mereka berdua mengikutinya dengan syarat tidak muncul di hadapannya dan Bai Wang.
"Pergilah," perintahnya dan di angguki keduanya.
"Baik, Yang Mulia," jawabnya dan langsung pergi.
Setelah kepergian Wan Bao dan Yan Tian, Lin Zhan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Menatap langit-langit dengan bertumpu lengannya. "Ku harap penglihatan ku tidak salah," ucap Lin Zhan dan setelah itu memejamkan mata.
Pagi hari, Bai Wang bangun. Ia merenggangkan tubuhnya, dan duduk bersila, berkultivasi sejenak. Dan setelah itu membersihkan diri dan keluar dari kamar. Saat dirinya membuka pintu, Lin Zhan juga keluar dari kamar. Melihat itu Lin Zhan menampilkan senyum manis nya membuat Bai Wang kesal degan senyum aneh teman baru nya itu, serasa memiliki perasaan dengan nya.
"Jangan tampilkan wajah jelek mu seperti itu! Itu sangat menjijikkan!" ucapnya semakin membuat Lin Zhan terbahak.
"Hahaha....Kamu akan terus melihatnya," jawabnya dengan kekehan di mulut, merangkul bahu dan mengajaknya untuk keluar.
Bai Wang yang mendengar menghela nafas, dan setelah itu pergi dari penginapan. Namun sebelum itu mereka mencari makan terlebih dahulu untuk sarapan pagi. Dan setelah selesai mengisi perut, mereka melanjutkan perjalanan nya. Dan tujuannya adalah Hutan Zamrud. Hutan dimana banyak terdapat hewan spirit level tinggi.
"Setelah keluar dari kekaisaran, kita akan memasuki Hutan Zamrud," jelas Lin Zhan dan di angguki Bai Wang.
"Em, aku dengar hutan itu banyak Best spirit level tinggi. Kita akan berlatih dengan hewan-hewan itu untuk mengasah kekuatan kita," jelas Bai Wang.
"Ya, tapi sebelum kita sampai di Hutan Zamrud kita akan melewati kota Fusing terlebih dahulu. Ku harap kita tidak mendapatkan masalah disana. Oh ya, jika kita sudah masuk di kota itu, usahakan jangan pedulikan apapun yang terlihat, abaikan saja," jelas Lin Zhan.
Bai Wang yang mendengar hal itu, menoleh tidak terlalu mengenal kota tersebut, "Kenapa seperti itu?" tanya Bai Wang penasaran.
"Sudahlah. Pokoknya turuti perintah ku," jawabnya dan mereka berdua melanjutkan perjalannya.
Setelah menempuh satu hari perjalanan, malam harinya mereka akhirnya sampai di kota Fusing. Kota itu nampak ramai, namun seperti ada hal aneh di kota tersebut. "Kota ini nampak ramai. tapi kenapa aku merasa kota ini seperti ada sesuatu yang tidak beres," batinnya melihat sekeliling.
Dan benar saja. Baru saja dirinya memiliki pemikiran itu, tiba-tiba ada kabut hitam mengepul melayang di udara memiliki mata merah menyala yang tiba-tiba menyerang seorang warga disana.
Argh!
__ADS_1
Teriak seorang warga yang tubuhnya di selimuti oleh kabut hitam tersebut.
Teriakan seseorang itu langsung membuat gaduh tempat itu. Semua warga yang melihat langsung berlarian kesana sini untuk mencoba menyelamatkan diri dari serangan kabut hitam.
Lin Zhan yang melihat langsung menarik Bai Wang untuk bersembunyi. Berharap kabut hitam itu tidak merasakan kehadirannya. Mereka berdua terus melihat kejadian tersebut. Dan setelah kabut hitam itu menelan darah salah satu warga tersebut, kabut hitam itu berubah menjadi mahluk yang mengerikan. Memiliki mata merah menyala, dua tanduk merah di dahi. Kuku jari panjang berwarna hitam. Dan sayap besar di punggung nya.
"Kelelawar Darah," gumam Lin Zhan mengetahui mahluk apa itu, mahluk yang sering menyerang manusia dan menghisap habis darah dan kekuatan untuk meningkatkan diri mereka dan memperpanjang usia. "Sungguh sial sekali bertemu dengan mereka. Sembunyikan hawa kita," perintahnya dan Bai Wang langsung menyembunyikan hawa tubuhnya agar kelompok Kelelawar Darah tidak menemukan keberadaan mereka.
Ketua Kelompok Kelelawar Darah yang datang di kota Fusing memerintahkan bawahan nya untuk menangkap beberapa orang lagi, belum puas menelan darah dari seorang warga.
"Cari beberapa manusia," perintahnya dan langsung di angguki oleh bawahan nya
'Baik, ketua," jawab mereka kompak dan setelah itu menghilang, berubah menjadi kelelawar kecil-kecil untuk mencari mangsa.
Tak lama setelah kepergian bawahan Kelelawar Darah, mereka kembali lagi dengan membawa beberapa orang warga.
"Argh....Lepaskan saya," teriak seorang gadis muda yang di tangkap oleh bawahan itu.
Tubuh beberapa warga di lempar di hadapan Ketua Kelelawar Darah. Ketua kelelawar Darah bernama Lao Shan mendekati salah satu dari mereka, seorang gadis cantik yang saat ini ketakutan setengah mati. Lao Shan mengangkat dagu gadis itu, hingga wajah gadis itu dapat di lihatnya. Gadis muda yang melihat wajah mengerikan dari Lao Shan menelan ludah, takut. Dia memejamkan mata tidak berani menatap Lao Shan yang menurutnya sangat menakutkan.
Lao Shan menjilat bibir nya sendiri tidak sabar mencicipi rasa manis darah milik gadis itu
Sruup...
"Pasti sangat manis," ucapnya dengan suara yang sangat mengerikan.
"Tolong....! Tolong lepaskan kami," pinta beberapa warga yang telah di tangkap.
Bai Wang yang melihat mengepalkan tangan, tidak ingin tinggal diam melihat perlakuan jahat itu. Bai Wang hendak beranjak, namun dengan cepat di hentikan oleh Lin Zhan. Lin Zhan menggelengkan kepala berharap Bai Wang tidak ikut campur dalam hal itu.
"Ingat pesan ku," ucapnya mengingatkan apa yang telah di katakan-nya sebelum datang di kota Fusing.
__ADS_1
Bai Wang yang mengingat diam, menunduk. Namun saat melihat beberapa warga yang tidak bisa melawan, ia ingin sekali melawan dan menyelamatkan beberapa warga tersebut. Namun lagi-lagi Lin Zhan menahan nya tidak ingin dirinya ikut campur dengan kelompok yang menyusahkan itu.
"Jangan ikut campur urusan mereka. Kita bukanlah lawan mereka," ucap Lin Zhan yang mengetahui jika mereka berada di Pendekar Agung Tingkat 3.
Tak banyak yang mau berurusan dengan anggota Kelelawar Darah, lebih baik mereka mencari aman. Karena mereka tahu kelompok Kelelawar Darah bukanlah sesuatu yang mudah di hadapi, apalagi pemimpin tertinggi dari kelompok Kelelawar Darah itu yang katanya telah mencapai Pendekar Agung tingkat puncak.
Dan akhirnya Bai Wang menurut saja, tidak akan ikut campur dengan kelompok Kelelawar Darah. Bai Wang mengepalkan tangan dengan erat, dia bersumpah akan membinasakan kelompok jahat itu setelah dirinya kuat nanti.
Argh!!!
Teriak beberapa warga yang di bunuh dengan keji, di sedot darah nya hingga tubuh mereka menjadi kering, tinggal kulit menempel di tulang mereka.
Setelah merasa cukup, kelompok Kelelawar Darah yang di pimpin oleh Lao Shan langsung pergi meninggalkan Kota Fusing. Dan setelah melihat kepergian kelompok itu, Bai Wang dan Lin Zhan keluar dari persembunyian-nya dan langsung menghampiri beberapa mayat yang kering itu.
"Biadab sekali," gumam Bai Wang yang baru melihat kejadian seperti ini selama dia hidup.
"Itulah kenapa aku melarang mu ikut campur dalam hal ini. Takutnya kita juga akan mati seperti mereka," ucapnya menepuk bahu Bai Wang. Bai Wang mengangguk, mengerti bahwa di dunia ini ternyata memang kekuatan lah yang berbicara. Jika memiliki kekuatan tinggi maka akan di takuti dan di hormati dimana pun keberadaan nya.
.
.
.
.
Bersambung
Hai Hai silahkan Like, komen favorit dan votenya ya🤗🤗🤗
jangan lupa selalu beri semangat.
__ADS_1