
Banyak rintangan yang di hadapi nya saat menuju hutan zamrud. Mereka banyak menemukan binatang spirit, menghadapinya dan mengambil inti kristal dari binatang tersebut, mengumpulkan nya untuk di jual.
Lin Zhan juga memberikan cincin milik Lao Shan kepada Bai Wang, mengatakan jika di dalam cincin itu banyak terdapat harta dan benda pusaka. Bai Wang yang melihat isi langsung dari cincin itu bertambah senang. Keduanya tertawa bersama, memiliki pemikiran yang sama. Mereka akan melakukan pencarian benda pusaka saat di perjalanan sambil mencari Benih Mutiara Kekacauan.
Bai Wang yang mendengar ide gila dari Lin Zhan langsung menyetujui. Sedangkan Wan Bao dan Yan Tian yang mendengar hanya bisa menghela nafas, pasrah mengikuti apa yang di lakukan oleh tua nya.
"Dengar-dengar di dalam Hutan Zamrud banyak sekali harta karun," ucap Lin Zhan membuat Bai Wang percaya begitu saja.
"Jika memang banyak harta Karun, kita harus mengambil nya. Apapun rintangannya kita harus mendapatkannya, tidak boleh menyia-nyiakan," ucapnya dan di angguki Lin Zhan.
Mereka berempat terus melanjutkan perjalan menuju Hutan Zamrud.
.
.
.
Di benua Changshi tepatnya di kekaisaran Api, Kaisar Lin Guan membuka surat dari putranya yang di titipkan oleh Lu Hao. Dia membacanya dan setelah itu meletakkan di atas meja.
"Apa dia benar-benar bersama dengan pemuda bernama Bai Wang?" tanya Kaisar Lin Guan.
"Benar Yang Mulia," jawab Lu Hao masih dengan menundukkan kepala.
"Jelaskan seperti apa pemuda itu," perintah nya dan Lu Hao pun langsung menjelaskan yang di ketahui nya.
Kaisar Lin Guan yang mendengar mengetuk-ngetukkan jarinya di meja, berpikir tentang pemuda yang di ikuti oleh putranya.
"Baiklah, pergilah," perintah nya dan di angguki Lu Hao. Dan Lu Hao pun meninggalkan tuannya yang sedang berpikir tentang pemuda yang bernama Bai Wang.
__ADS_1
"Jika memang itu keputusan mu, ayah tidak melarangnya. Namun ayah harap apa yang kamu putuskan benar, bahwa pemuda itu memang lah pemuda yang di takdir kan untuk mengakhiri kekacauan di dunia ini. Dan ayah harap kamu dapat membantunya," gumamnya berdiri di dekat jendela menatap langit malam yang indah.
Kaisar Lin Guan atau sering di sebut Kaisar api, beberapa akhir ini mendengar berita tentang retakan kehampaan di langit. Dan retakan itu paling banyak berada di Benua Canglan, benua dimana banyak para pendekar tingkat tinggi berada. Namun aneh nya di Benua Canglan tetap tenang, seolah tidak terjadi sesuatu di sana. Memikirkan hal itu, Kaisar Lin Guang berpikir dengan keras, seolah ada sesuatu keanehan disana. Padahal sesuai dengan ramalan yang di katakan oleh seorang peramal agung, retakan di langit yang terjadi akhir-akhir ini adalah awal dari semua bencana.
Peramal agung juga mengatakan, akan datangnya seorang pria cantik dengan naga hitam ke bumi menghancurkan alam semesta. Dan di waktu yang sama akan datang juga seorang pemuda dengan 7 mata yang akan menyelematkan dunia.
Mengingat apa yang di katakan peramal agung, Kaisar Lin Guan menghela napasnya dengan berat. Tidak paham maksud apa yang di katakan pendekar agung dengan pemuda yang memiliki 7 mata. Pikirnya mungkinkah pemuda itu benar-benar memiliki 7 mata? Jadi apakah pemuda yang di ikuti putra nya benar-benar memiliki 7 mata? Kaisar kembali menghela napas. Dan setelah itu menghilang, pergi ke suatu tempat.
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, Bai Wang, Lin Zhan dan dua pengawal itu kini sampai di Hutan Zamrud, dan setelah itu masuk kedalam hutan.
Mereka berempat berlari dengan kencang memasuki hutan, dan sesekali mereka melompat ke satu pohon ke pohon lain.
"Bukankah itu Singa Api?" tanya Bai Wang yang melihat pertarungan tersebut.
Lin Zhan mengangguk, "Ya, itu adalah singa api. Tapi kenapa Singa Api ada di luar kedalaman hutan Zamrud?" jawabnya berpikir, karena Singa Api jarang sekali muncul di luar kedalaman hutan. Dia selalu ada di kedalaman hutan Zamrud.
Bai Wang dan Lin Zhan tiba-tiba memiliki pemikiran yang sama. "Harta Karun!" seru mereka bersama.
Mereka menggosok tangan mereka sendiri, gatal ingin segera mengambil sesuatu itu. "Kita harus mengambilnya. Tapi dimana?" gumam Bai Wang melihat sekeliling. "Kalian tetap disini, aku akan mencari sesuatu itu. Jika sudah menemukan, kalian harus menahan singa jelek itu," sambungnya dan di angguki Lin Zhan.
Bai Wang pun pergi, mencari sesuatu itu.
Tap,
__ADS_1
Dia berhenti di sebuah gua, menatap mulut gua itu dengan diam. Bai Wang merasakan sesuatu di dalamnya. Dia berjalan masuk, berharap tidak ada bahaya di dalamnya.
Saat masuk, dia merasakan suhu di dalam gua begitu panas. Dia langsung membuat penghalang transparan untuk melindungi tubuhnya dari suhu panas tersebut. Berjalan dengan pelan sambil melihat keadaan di sekitar, waspada jika tiba-tiba ada Singa lain yang muncul dan menghentikannya.
Saat semakin dalam masuk, dia menemukan sesuatu yang menarik. Sebuah tanaman langka, Teratai Api.
Melihat itu wajah nya berbinar terang. Katanya jika bisa menelan tanaman tersebut, dia bisa meningkatkan kekuatannya. Dia menoleh ke arah mulut gua, berharap Singa Api itu tidak kembali. Dengan cepat dia berjalan ke arah Teratai Api, mencoba mengambilnya. Namun saat tangan itu hendak menyentuhnya, kobaran api di bunga itu membakarnya.
"Aduh...Aduh....Panas, panas," ucapnya kepanasan saat tangannya merasakan suhu yang amat panas. Bai Wang menatapnya dengan kening berkerut. Berpikir bagaimana caranya mengambil tanaman itu. Dia mondar-mandir berpikir sambil menyentuh dagunya. Cukup lama berpikir, dia akhirnya memiliki sebuah ide.
"Aha.....," Bai Wang mengeluarkan sesuatu dalam cincin Lao Shan, sebuah sarung tangan anti api. Setelah menemukannya dengan cepat dia memakainya, "Jangan harap aku takut dengan api mu lagi," gumamnya dan perlahan menyentuh Teratai api.
Berhasil, Bai Wang berhasil menyentuh nya. Namun saat hendak memotong bunga tersebut, sebuah kekuatan melebar hingga keluar dari gua.
Wuuus ....
Singa Api yang merasakan kekuatan Teratai Api menyebar langsung mengabaikan dua pendekar Raja itu. Dia berlari ke arah gua untuk melihat siapa yang berani mengambil barang berharganya.
Lin Zhan dan dua pengawalnya yang melihat langsung melompat, mengejar Singa Api tersebut, menghadangnya agar tidak kembali ke tempatnya.
"Kita harus menghentikannya, jangan biarkan dia kembali ke sarangnya," ucap Lin Zhan dan di angguki dua bawahannya.
"Baik, Yang Mulia," jawab Wan Bao dan Yan Tian bersamaan.
Dua Pendekar Tingkat Raja yang bertarung dengan Singa Api juga ikut mengejar, ingin melihat siapa yang berani mengambil sesuatu yang di inginkan nya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung