
Malam pun datang. Bai Wang yang pingsan perlahan membuka mata, sadar.
Ugh,
Lenguh-nya perlahan menggerakkan tubuh, sakit itu lah yang di rasakan nya.
Bai Wang yang kini sepenuhnya membuka mata, pertama yang di lihatnya adalah sosok Gagak Api yang tergeletak di depan nya.
"Apa aku berhasil membunuhnya," batinnya yang melihat Gagak Api telah mati dengan tubuh terbelah menjadi dua.
Perlahan Bai Wang mencoba menggerakkan tubuhnya, bangun. Namun saat menggerakkan tubuh, rasa sakit itu langsung di rasakan nya.
Argh!!!
Bai Wang menjerit, namun tetap berusaha menahan sakit. Dan tak lama setelah itu, Bai Wang pun kini telah berdiri dengan tubuh terseok.
Hah, Dia menghela nafas sambil memegang dadanya yang sakit. Perlahan dia berjalan mencari tempat untuk beristirahat nya. Dan saat tak jauh dari tempatnya semula, Bai Wang melihat gua kecil. Dia pun berjalan ke arah gua untuk menjadikan tempat itu sebagai tempat istirahat nya.
Tap
Tap
Tap
Bai Wang kini telah masuk dan duduk di atas batu yang datar. Mengeluarkan obat yang di bawanya selama perjalanan untuk berjaga-jaga saat dirinya terluka.
Dia mengeluarkan sebutir pil dan langsung meminumnya. Setelah itu duduk bersila, memejamkan mata, mengekstrak pil itu di dalam tubuh untuk menyembuhkan tubuhnya yang terluka.
Cukup lama dia melakukannya, perlahan tubuhnya yang sakit kini perlahan sembuh. Namun untuk luka luarnya masih perlu di tangani.
__ADS_1
Huh, Bai Wang membuang nafas setelah selesai. Perlahan matanya terbuka, bayangan dirinya bertarung dengan Gagak Api membuat dirinya berkecil hati. Kekuatannya benar-benar sangatlah kecil. Lalu bagaimana dirinya akan melawan orang-orang Misterius yang telah membantai semua keluarga Bai jika dirinya sangat lah lemah. Padahal sudah di pastikan bahwa orang Misterius itu tentunya memiliki kekutan yang sangat tinggi. Bisa saja kekuatan kelompok misterius itu ada di Pendekar Agung.
Membayangkan itu Bai Wang kembali menghela nafas, bagaimana dirinya harus menjadi kuat. Benih Mutiara Kekacauan, ya hanya itu satu-satunya cara untuk-nya menjadi kuat seperti yang di minta Gurunya. Lalu kemana dirinya harus mencari? Benih Mutiara Kekacauan itu seolah tidak mudah untuk di dapatkan.
Saat tadi sempat melihat Mutiara yang di yakini adalah Benih Mutiara Kekacauan Api di tangan pria tua, tapi kini malah berakhir di suatu tempat yang tidak di ketahui oleh nya, tempat dimana banyak lahar api dan binatang spirit tingkat tinggi.
"Sebenarnya ada di mana aku ini? Kenapa Formasi merah itu membawa ku ke tempat aneh seperti ini?" gumamnya membuat dirinya semakin frustasi. Namun karena dirinya sudah ada di tempat itu, dia tidak akan menyerah. Bai Wang berpikir pasti ada sesuatu hal yang menarik di tempat itu, dan mungkin saja sesuatu itu adalah sesuatu yang dapat menjadikan dirinya kuat.
Bai Wang merebahkan tubuhnya, malam ini dia akan beristirahat di tempat itu. Dan esok hari akan melanjutkan perjalanan nya di Lembah Api, berharap mendapatkan sesuatu yang dapat menjadikan dirinya semakin kuat.
Keesokan pagi nya, Bai Wang kini bersiap melanjutkan perjalanan nya menyusuri Lembah Api. Tubuhnya yang terluka kini perlahan sembuh setelah meminum pil yang di bawanya saat pergi dari Perguruan Xuanlun. Dia merentangkan tangan dan kelur dari gua tersebut.
Bai Wang melihat sekeliling, tampak sepi. Dan kini matanya beralih melihat ke arah Gagak Api yang telah mati. Bai Wang berjalan ke arah Gagak Api dan setelah itu melompat, mencari Inti Kristal nya.
"Dapat," ucapnya meyimpan ke dalam cincin penyimpanan. Dan setelah itu dia melanjutkan menyusuri tempat itu.
Bai Wang terus melihat sekeliling, lahar merah panas itu lah yang selalu ada di penglihatannya. Setelah cukup jauh berjalan, perut Bai Wang merasa lapar. Dia pun berdiri di depan lautan Lahar api, berpikir apa yang akan di makannya untuk hari ini.
Bai Wang teringat dengan Ikan Api yang sebelumnya menyerangnya, mungkinkah ikan itu dapat di makannya. Berpikir tentang ikan itu perut Bai Wang semakin keroncongan.
"Ya, aku harus mendapatkannya," gumam Bai Wang melompat, terbang dan berdiri di atas Lahar Api yang sangat panas. Hari ini dia memutuskan untuk menangkap beberapa Ikan Api untuk di jadikan makan paginya.
Bai Wang berpikir, apa yang akan di lakukan untuk menarik perhatian Ikan Api agar muncul di hadapannya. Lama berpikir akhirnya dia memiliki sebuah ide.
Aha....
Bai Wang mengeluarkan Pedang Berkarat nya, senyum jahil muncul di bibirnya. Dan setelah itu menebaskan pedangnya ke arah Lahar Api membuat lahar itu bergelonjak.
Boom...
__ADS_1
Duuar...
Duuar...
Lahar yang semula tenang kini berkolah. Ikan Api yang ada di Lahar Api tentu sangat marah. Mereka muncul di permukaan menatap Bai Wang yang berdiri melayang di atas mereka.
Merasa marah karena di ganggu ketenangan nya, Ikan-ikan Api itu melompat ke arah Bai Wang untuk menyerangnya. Bai Wang yang melihat tersenyum licik. Dia langsung terbang ke arah ikan yang menyerangnya, menebaskan pedangnya secepat mungkin untuk membunuh Ikan-ikan api tingkat 2 itu.
Cras...
Cras...
Bai Wang dalam sekejap berhasil membunuh Ikan-ikan tersebut, dan membuat banyak ikan itu jatuh mengambang di atas lahar api. Bai Wang yang berhasil membunuh dan mendapatkan bahan makan paginya, mengarahkan cincinnya ke arah ikan-ikan tersebut menyedotnya, memasukan semuanya ke dalam cincin penyimpanan.
Tap
Bai Wang kini berdiri di tepian lahar, dan setelah itu mencari tempat untuk nya memasak beberapa Ikan Api tersebut.
Setelah cukup jauh, akhirnya dia menemukan tempat yang cocok untuknya menikmati makan panginya. Bai Wang mendongak ke atas, melihat satu pohon yang mati. Selama dirinya masuk ke tempat itu, baru kali ini dia melihat sebuah pohon. Dan pohon itu pun telah mati, mungkin karena tidak bisa menahan panas dari tempat tersebut.
Bai Wang melompat ke pohon tersebut, memotong beberapa ranting. Dan setelah terkumpul, dan cukup untuknya memasak beberapa ikan, Bai Wang turun dan mulai memasak beberapa ikan tersebut.
Bai Wang membakar ikan-ikan tersebut di atas kayu bakar yang telah di nyalahkan menggunakan api kecil yang di dapatnya dari menelan Teratai Api. Bau harum dari ikan tersebut menguar di tempat itu, membuat sebuah mata besar terbuka sempurna dan setelah itu pergi mencari asal bau wangi tersebut.
Bai Wang dan Naga Emas yang selalu mengikutinya kini menikmati ikan tersebut sampai kenyang, tanpa menyadari akan bahaya yang menghampiri nya nanti. Suatu yang sangat mengerikan. Sosok penunggu Lembah Api.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung