
Satu hari satu malam Bai Wang tak sadarkan diri, kini tubuh yang di bentuk ulang oleh Inti Api Teratai Keabadian sudah sepenuhnya terbentuk. Tulang yang semula hanya tulang biasa, kini telah menjadi tulang tempaan kuat yang di selimuti Inti Api Murni yang mampu menahan kekuatan api yang lebih kuat.
Karena adanya Inti Api Teratai Keabadian di dunia kecil di dalam batu merah, itu adalah awal untuk bisa menahan Benih Mutiara Kekacauan Merah yang memiliki kekuatan Api, yang sebenarnya Benih Mutiara itu tersembunyi di dasar gunung tinggi di dalam dunia kecil tersebut.
Bai Wang yang berhasil mendapatkan Inti Api Teratai Keabadian akan mempermudahkan nya menyerap Benih Mitiara Kekacauan yang mungkin saja akan dia dapatkan. Dengan tubuh dan tulang yang telah di lapisi kekuatan api murni yang terbentuk karena alam, sudah yakin dia bisa menahan kekuatan besar dari Benih Mutiara yang memiliki kekuatan besar tersebut.
Bai Wang yang tak sadarkan diri, kini perlahan membuka mata. Rasa pusing yang berdenyut di kepala membuatnya memijit, berpikir apa yang telah terjadi? Mungkinkah dirinya telah mati di lahap oleh Inti Api Teratai Keabadian. Tapi saat melihat di sekitar, tempat itu adalah tempat yang sama saat dirinya akan memulai menyerap Inti Sari Teratai Api Keabadian. Dan saat memikirkan, mungkin kah dirinya sebenarnya belum mati?
Bai Wang melihat tubuh nya sendiri, ternyata saat ini tubuhnya sama sekali tidak mengenakan pakaian, mungkin karena terbakar oleh api yang keluar dari dalam tubuhnya saat penempaan tulang. Namun saat merasakan sesuatu yang aneh dengan tubuhnya, seolah tubuhnya menjadi lebih ringan, Bai Wang berdiri dan berjalan ke arah batu besar yang tak jauh darinya. Ia mengepalkan tangan dan langsung meninju batu besar itu. Dan seketika batu itu langsung hancur berkeping-keping.
Bai Wang yang melihat tentu saja tidak percaya, tanpa menggunakan kekuatan prnuhnya, ia mampu dengan mudah menghancurkan batu tersebut. Sungguh hal yang sangat mengejutkan.
Bai Wang duduk bersila dan melihat dalam tubuhnya. Dan benar saja, tubuhnya mengalami perubahan, ada kobaran api di Qi nya. Bahkan tulangnya pun semakin kuat. Bai Wang yang telah melihat berpikir pasti itu karena Inti Api Teratai Keabadian yang telah di serap nya.
Melihat tubuhnya yang telah berubah, Bai Wang nampak senang. Karena untuk menjadi kuat perlahan dirinya sudah melakukannya degan baik.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka jika Inti Api Teratai Keabadian benar-benar mampu merubah tubuh ku. Tubuh ini semakin kuat, dan sepertinya tubuh ini mampu menahan serangan api yang lebih lebih lemah dari ku. Bahkan sekarang di lautan jiwa ku muncul api kecil yang mulai menyala," Bai Wang merasa senang. Dan kini hanya butuh mencari Benih Mutiara Kekacauan Api untuk menyalakan api yang berkobar kecil di lautan jiwa semakin besar.
"Aku harus secepatnya mencari Benih Mutiara itu. Aku yakin Mutiara itu ada di dalam dunia kecil ini," sambungnya. Namun sebelum itu dia harus membersihkan tubuhnya yang kotor karena kotoran dari penempaan tulang yang keluar dari tubuhnya.
"Uh, bau sekali," Bai Wang yang mencium bau tubuhnya sangat busuk, berjalan mencari sungai untuk membersihkan tubuhnya dengan tubuh bertelanjang.
Tanpa malu karena berpikir tidak akan ada orang yang melihat, Bai Wang kini telah menemukan sungai yang cukup luas untuknya membersihkan diri. Dan tanpa menunggu lama, Bai Wang langsung masuk kedalam sungai tanpa tahu jika di sana bukan hanya ada dirinya saja. Melainkan ada seorang wanita cantik yang sedang berendam sambil memejamkan mata, menikmati rasa segar dari air sungai tersebut.
Wanita cantik yang sedang berendam itu langsung membuka mata saat merasakan kehadiran seseorang. Matanya yang memiliki bola mata ungu langsung menelisik, mencari aura dari kehadiran orang tersebut. Saat menemukan keberadaan asal aura itu, Wanita cantik yang berada di balik batu langsung mengibaskan tangan nya, dan menghancurkan batu yang menghalangi pandangannya.
Seketika batu yang menjadi penghalang antara kedua nya pecah. Bai Wang yang ada di balik batu tersebut, tentu saja terkejut. Dan dengan cepat menghindar, melompat dengan tubuh telanjang nya.
Wanita cantik yang gak lain adalah Ratu Hai Rong tentu saja terkejut melihat pemuda yang tak asing baginya. Pemuda yang ingin dia ambil kekuatannya, tapi kenyataannya dirinya tidak berhasil dan malah terluka oleh pemuda yang hanya memiliki kekuatan rendah tersebut.
"Kau!!" ucap Ratu Hai Rong kesal karena bertemu Bai Wang lagi. Dia berharap tidak bertemu dengan pemuda itu untuk saat ini karena luka nya yang belum sembuh total akibat kekuatan besar Bai Wang yang berhasil melukai aliran Qi di dalam tubuh. Tapi untuk lain kali jika luka nya telah sembuh, dia akan membunuh Bai Wang dengan tangan nya sendiri, mencincang nya dan memakannya.
__ADS_1
Sama hal dengan Ratu Hai Rong yang terkejut, Bai Wang malah semakin terkejut karena bertemu lagi dengan wanita kuat itu. Bai Wang juga tidak berharap bertemu karena dia tidak ingin mati di tangan wanita siluman kejam yang ingin memakan dan mengambil kekuatannya.
"Maaf karena menganggu anda, Ratu,"
Bai Wang yang tidak ingin berlama-lama bersama wanita mengerikan itu mencoba kabur. Berharap nasibnya tidak terulang kembali.
Ratu Hai Rong yang mendengar menatapnya diam, ingin membiarkan saja Bai Wang pergi dari hadapannya. Tapi saat mengingat pertarungannya sebelumnya, dia yakin Bai Wang pasti terluka. Memikirkan itu senyum kecil muncul di bibirnya, apalagi saat melihat tubuh telanjang Bai Wang yang menurutnya sangat menggairahkan.
Bai Wang yang tidak ingin berada di tempat itu balik badan dan akan pergi. Namun Saat dirinya hendak melangkah, Ratu Hai Rong tiba-tiba muncul di hadapannya, menyentuh tubuhnya yang kekar.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung