
Setelah melihat kejadian itu, mereka berdua melanjutkan perjalanan. Meninggalkan beberapa mayat tetap tergeletak di sana. Mereka yakin para penduduk akan mengurus para warga yang telah mati itu.
"Lebih baik kita segera tinggalkan tempat ini," ucap Lin Zhan di angguki Bai Wang.
Kedua nya terus berjalan tanpa istirahat di kota Fusing. Walaupun cukup lelah, namun mereka lebih baik tidak bermalam di kota itu, karena itu sungguh beresiko. Takut kelompok Kelelawar Darah mengetahui keberadaan mereka.
Di kota Fusing pada umum nya hanya orang biasa dan pedagang. Jarang ada yang memiliki kekuatan Jiwa beladiri. Oleh sebab itu jika kelompok Kelelawar Darah mengendus keberadaan mereka maka akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Dan kemungkinan mereka akan di buru untuk di serap darah dan kekuatannya.
Bai Wang Dan Lin Zhan memakai jubah hitam hingga menutupi kepalanya, membuat mereka berdua nampak misterius. Saat mereka sampai di luar Kota Fusing Lin Zhan berhenti, dia merasakan sesuatu yang mengawasinya.
Bai Wang yang juga merasakan ikut berhenti, berbisik dengan Lin Zhan. "Ada yang mengikuti," ucapnya dan di angguki.
"Ya, kita harus berhati-hati," Jawab dan mulai siaga.
Kedua nya mengeluarkan jiwa beladiri mereka masing-masing, dan kini pedang ada di tangan mereka. Siap untuk bertarung. Dan setelah itu muncul banyak kelelawar terbang ke arah mereka, mengitari. Lin Zhan dan Bai Wang yang melihat semakin waspada, karena ia tahu siapa yang akan mereka hadapi, kelompok Kelelawar Darah.
"Kenapa sial sekali?" gumam Lin Zhan karena nasib nya akhir-akhir ini sangat sial. Berharap bisa menghindari mereka di kota Fusing, tapi kini setelah keluar mereka malah bertemu dengan kelompok Kelelawar Darah itu. Sungguh nasib tidak mendukungnya.
Dan tak lama kelelawar yang terbang itu berubah bentuk ke wujud asli Kelelawar Darah. Nampak Lao Shan beserta bawahan nya tersenyum menyeringai
"Hm.... Ternyata memang benar-benar ada mangsa yang menggiurkan. Sungguh keberuntungan," ucapnya dengan nada bicara yang mengerikan.
Bai Wang dan Lin Zan yang mendengar memegang pedang nya dengan erat, bersiaga. Takut Lao Shan tiba-tiba menyerangnya.
__ADS_1
"Tangkap mereka berdua," perintah Lao Shan kepada bawahannya untuk menyerang Lin Zhan dan Bai Wang.
Beberapa bawahan Kelelawar Darah langsung terbang ke arah mereka berdua. Namun sebelum mendekati tubuh mereka, sebuah kekuatan menghentikan mereka.
Syuut....
Duuar....
Sebuah tinjuan kekuatan dari Jiwa beladiri Gorila menghantam beberapa bawahan Lao Shan.
Wan Bao dan Yan Tian muncul di hadapan mereka dengan jiwa beladiri binatang masing-masing, berdiri di belakang tubuh mereka dengan bentuk yang besar. Wan Bao dengan jiwa beladiri harimau, dan Yan Tian dengan jiwa beladiri Gorila. Dan di tubuh kedua jiwa beladiri binatang tersebut, terdapat cincin berwarna kuning sebanyak 5 dan 6 yang menandakan mereka berada di Tingkat Pendekar Kaisar 5 dan 6.
"Anda tidak apa-apa Yang Mulia?" tanya Yan Tian memastikan jika tuannya tidak terluka sedikit pun.
Kedua pemuda itu kini menatap tajam Lao Shan, ketua dari kelompok Kelelawar Darah. Sedangkan yang di tatap malah tersenyum menyeringai. Dia memunculkan jiwa beladiri kelelawarnya dengan cincin berwarna emas sebanyak 3, yang berarti berada di Pendekar Agung Tingkat 3.
"Heh, kalian pikir aku akan takut dengan kalian," ucap Lao Shan menatap remeh. Wan Bao dan Yan Tian yang melihat Lao Shan berada di Pendekar Agung Tingkat 3 terkejut, mereka saling pandang tidak percaya jika mereka harus berhadapan dan melawan pendekar jiwa beladiri di atasnya. Namun saat mengingat mereka harus melindungi junjungannya, Wan Bao dan Yan Tian hanya bisa melawan tanpa mundur. Walaupun kenyataan nya mereka akan kalah dan mati, mereka tetap harus melindungi tuannya.
Hamba akan melindungi anda Yang Mulia. Walaupun nyawa kami yang menjadi taruhan, mereka tetap harus melangkahi nyawa kami," ucap Wan Bao siap melawan Lao Shan.
Lin Zhan yang mendengar mendengus kesal dengan apa yang di katakan Wan Bao. Itulah yang tidak di sukai-nya menjadi putra mahkota, dirinya menjadi tempat dimana orang-orang harus melindunginya dengan nyawa mereka. Padahal sudah jelas dirinya tidak suka akan hal itu. Dia tidak ingin banyak nyawa mati karena nya, mati karena melindungi. Baginya nyawa adalah sesuatu yang berharga. Tapi dirinya tetap saja tidak bisa mengelak, karena itu memang sudah takdirnya.
"Baiklah, tapi jangan larang aku untuk ikut melawan mereka," jawab Lin Zhan, namun tidak di tanggapi oleh mereka berdua.
__ADS_1
Lin Zhan yang di abaikan oleh kedua bawahannya semakin kesal. Bai Wang yang melihat terkekeh kecil melihat kelakuan Lin Zhan. Lao Shan yang melihat Bai Wang, mengerutkan kening. Merasa ada sesuatu kekuatan yang besar di dalam diri pemuda itu. Ia melihat dengan kekuatan jiwa mata Kelelawar Darah, menelisik kekuatan Bai Wang. Namun saat jiwa mata nya melihat sesuatu yang tersembunyi di dalam tubuh Bai Wang, tatapan nya di balas oleh Jiwa pedang Bai Wang dengan tajam dan kuat. Hingga membuat jiwa mata Lao Shan terpental, kalah dengan tekanan kekuatan mata milik jiwa pedang berkarat.
Lao Shan yang merasakan kekuatan jiwa yang besar menghantam kekuatan jiwa matanya, menggelengkan kepala, mengusir tekanan itu. "Apa itu?" batinnya melihat mata besar berwarna emas menatapnya, seolah hendak menelannya hidup-hidup. "Dia bukan pria biasa," gumamnya dan setelah itu memerintahkan bawahan nya untuk menyerang mereka. Sedangkan dirinya akan melawan Bai Wang yang menurutnya seorang yang tidak biasa.
"Serang mereka," perintahnya dan bawahannya pun langsung menyerang kembali.
Pertarungan pun tidak bisa di hindari. Beberapa anggota Kelelawar Darah langsung menyerang mereka berempat. Lao Shan yang melihat mereka sibuk melawan bawahannya, tersenyum menyeringai. Dia menghilang dan muncul di hadapan Bai Wang, menyerangnya dengan tangan yang terdapat kuku yang sangat panjang.
Bai Wang yang melihat Lao Shan menyerangnya, langsung menghindar, menangkis kuku panjang itu dengan pedang berkaratnya. Namun apa yang terjadi sungguh membuat Bai Wang terkejut, karena kuku panjang itu sama sekali tidak patah saat terkena pedang berkaratnya.
"Tidak patah? Mungkinkah karena pedang ku yang tumpul?" gumamnya dan kembali menangkis setiap serangan Lao Shan.
Sebenarnya Lao Shan bisa dengan mudah mengalahkan Bai Wang. Namun karena dia ingin mengetahui kekuatan apa yang tersembunyi itu, akhirnya dirinya hanya bisa menyerang dengan pertarungan jarak dekat.
"Akan ku jadikan kau hiburan untuk ku," ucapnya mencakar, ingin mencincang tubuh Bai Wang.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1