BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 16


__ADS_3

Akhirnya mereka semua pun bisa bernafas dengan lega, mereka pun berjanji dalam hatinya untuk tidak lagi mengusik She Xia di kemudian hari.


Sementara She Xia sedang bahagia bersama Wu Zhuang, Jun Jiang malah mengurung dirinya di dalam kamar, hatinya saat ini benar-benar hancur, perasaan cinta yang telah tumbuh dalam hatinya harus kandas saat tahu gadis yang dia cintai ternyata sudah memiliki seorang kekasih yang jauh lebih segalanya dari dirinya. Rasa marah, kecewa, sakit, dan pilu kian berkecamuk dalam hatinya, membuat dia benar-benar prustasi.


Entah sadar ataupun tidak, Jun Jiang pun mulai menghancurkan kamarnya dan berteriak dengan kencang


"Aaargh..." dia pun mulai meninju dinding hingga membuat tangannya terluka dan mengeluarkan banyak darah.


"Kenapa She Xia? Kenapa? Kenapa kau malah memilih raja iblis untuk jadi kekasih mu? Apa kurangnya aku untuk mu? Bukankah kau sangat mencintai ku lalu kenapa kau malah bersamanya? Kenapa She Xia? Kenapa?" teriak nya sambil terus menjambak rambutnya


"Aaargh... Aku benar-benar bodoh. Kalau saja dulu aku tak menolakmu, kau pasti akan menjadi milik ku She Xia" teriakan nya semakin kencang sambil membenturkan kepalanya ke dinding


"Aku pasti bisa membuatmu kembali jatuh cinta padaku She Xia" ucap nya lirih, tubuh nya mulai ambruk di lantai dan menangis sejadi-jadinya. Para pelayan yang mendengar teriakan Jun Jiang pun segera melapor pada nyonya dan tuan mereka, mereka tak ingin di salahkan jika terjadi sesuatu pada Jun Jiang


Dor... Dor... Dor...


Pintu kamar Jun Jiang pun di gedor dari luar oleh kedua orang tuanya, karena tak ada yang membuka dan tak ada sahutan dari dalam, akhirnya ayahnya pun mendobrak pintu kamar Jun Jiang

__ADS_1


Braaak...


Pintu pun terbuka dan nampaklah tubuh jun jiang yang terbaring pingsan di lantai dengan dahi dan tangan yang berdarah


"Jiang'er, apa yang terjadi dengan mu nak?" ibu nya pun segera berlari dan memeluk Jun Jiang sambil menangis


"Cepat panggil tabib" ayah nya pun memberikan perintah pada para pelayan dan langsung mendekati tubuh anak nya, menggendong nya dan langsung membaringkan nya di tempat tidur. Kedua orang tuanya pun melongo melihat seisi kamar berantakan dan dinding yang penuh darah


"Apa yang sebenarnya terjadi pada Jiang'er?" pikir kedua orang tuanya


"Nyonya, obat ini harus di rebus dengan air panas dan diminum 3x sehari salama 3 hari. Agar luka-luka nya cepat pulih" ucap tabib


"Bagaimana keadaan putraku tabib? Apakah dia baik-baik saja?" tanya ibunya buru-buru


"Jendral jun jiang baik-baik saja nyonya, dia hanya butuh istirahat selama 3 hari. Mungkin jendral sedang banyak pikiran sehingga dia prustasi dan melukai dirinya" ucap tabib itu


"Baiklah, terima kasih tabib, pelayan akan mengantar mu" ucap ibunya

__ADS_1


"Baik lah tuan, nyonya saya pamit terlebih dulu" ucap tabib itu sembari keluar dari kamar jun jiang di antar oleh pelayan.


"An ming" panggil ayah jun jiang, an ming pun segera datang dan mendekati tuan dan juga nyonya nya


"Katakan apa yang terjadi dengan Jun Jiang!" tekan sang ayah


"Maafkan kelalaian saya tuan, saya tidak bisa menjaga jendral dengan baik" ucap an ming


"Katakan" ayah jun jiang pun kembali berucap


"Sebenarnya..." ucap an ming ragu-ragu


"Ada apa an ming? Cepat katakan!" ibu Jun Jiang pun tidak sabar mendengar jawaban an ming


"Jendral jatuh cinta pada nona She Xia" ucap an ming pelan


"Appaaa?" teriak kedua orang tua jun jiang sambil membelalakan kedua mata mereka dengan mulut yang menganga

__ADS_1


__ADS_2