BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 33


__ADS_3

Seorang peramal tua dengan pakaian yang compang-camping dan sangat dekil datang menuju aula istana kekaisaran Xuan.


Para prajurit yang berjaga di pintu aula pun segera mengusir peramal itu dan membentak nya.


"Hai kau!" tunjuk prajurit itu sambil menampakkan wajah sangar nya di hadapan peramal tua itu


"Pergi dari sini! Apa kau tak tahu ini tempat apa? Ini adalah istana kekaisaran. Pengemis kumal seperti mu tidak pantas menginjakkan kaki di istana megah ini" ucap prajurit itu dengan lantang dan penuh kesombongan.


Peramal tua yang di hina itu hanya tersenyum miring menunjukkan deretan giginya yang berwarna kecoklatan.


"Hahaha.. Apakah kau seorang kaisar? Ataukah seorang dewa? Apa yang kau miliki hingga begitu sombong? Kau hanyalah seorang prajurit penjaga pintu. Tapi tingkahmu bahkan lebih arogan di bandingkan anggota kekaisaran itu sendiri." ucap peramal itu sambil tertawa terbahak-bahak.


"Dasar pengemis tak tahu diri" ucap prajurit itu sambil mengeluarkan pedang yang terselip di pinggang nya dan mengacungkan nya di depan peramal tua.


"Aku bahkan bisa membunuhmu dengan sekali tebas" ucap prajurit itu sambil mendorong pedang nya ke arah jantung peramal tua.


Melihat serangan seperti itu, dengan segera peramal itu pun menghindar. Tubuh tua nya tidak membuatnya tidak leluasa bergerak. Bahkan dia mengelak dengan sangat lincah seperti seekor rusa yang di intai mangsa.


Mendengar suara keributan, kaisar Xuan beserta beberapa pejabat yang saat itu sedang melakukan rapat pun segera keluar.


Mereka ingin melihat siapa orang yang berani berbuat onar di istana nya.


Sekejap tubuh mereka membatu saat melihat seorang pria tua dengan pakaian yang lusuh dan compang-camping sedang bertarung dengan seorang prajurit penjaga aula kekaisaran.

__ADS_1


Kaisar Xuan segera tersadar setelah sekian menit tubuhnya terpaku melihat pemandangan yang terjadi di depannya. Dengan cepat, dia pun segera melerai pertempuran itu.


"Hentikan.." ucap kaisar Xuan


Prajurit dan peramal tua itu pun segera berhenti dan menoleh ke belakang melihat orang yang paling berkuasa di kekaisaran itu berdiri di hadapan mereka dengan tatapan yang sangat tajam.


"Hormat hamba yang mulia.." ucap prajurit itu sambil bersujud.


Sedangkan peramal itu hanya sedikit menganggukkan kepalanya untuk memberi hormat membuat semua orang merasa geram melihat tingkahnya


"Hai kau pengemis tua! Apa kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa? Kenapa kau tidak bersujud di hadapan yang mulia kaisar" Hardik seorang pejabat tua sambil melayangkan tatapan membunuh nya pada peramal tua yang masih berdiri dengan tegak sambil menyunggingkan senyum nya.


"Dasar pengemis tak tahu diri! Berani sekali kau" tunjuk seorang jendral sambil mengeluarkan pedang nya.


"Siapa kau? Dan apa maksudmu datang kemari?" tanya kaisar Xuan dengan penuh intimidasi.


Tapi lagi-lagi peramal itu pun hanya tersenyum hingga membuat semua orang yang hadir disana merasa geram dan mulai mengeluarkan senjata masing-masing.


"Apa kau bisu? Yang mulia bertanya padamu! Kenapa kau tidak menjawabnya?" tanya seorang penasihat raja


"Dasar orang-orang bodoh! Aku adalah peramal Yuting. Aku datang untuk menemui kaisar namun di hadang dan di serang oleh prajurit penjaga itu" ucap peramal tua yang bernama Yuting itu sambil menunjuk seorang prajurit penjaga yang tadi bertempur dengan nya.


Para prajurit, pejabat dan juga pembesar istana pun merasa kaget mendengar pengakuan pria tua itu.

__ADS_1


"Apa kau pikir zen akan mempercayai ucapanmu?" ucap kaisar Xuan sambil terus memandang pria tua itu dengan dingin.


"Baiklah.. Jika kau memang tidak mempercayaiku, aku tidak akan memaksamu lagi. Tapi ingatlah satu hal. Aku datang karena ingin membantu kekaisaran mu untuk menanggulangi bahaya yang mengancam semua orang. Tapi jika aku tahu bahwa perlakuan kalian akan seperti ini terhadapku, sampai mati pun aku tak sudi menolong kalian" ucap Yuting sambil pergi meninggalkan semua orang yang saat ini sedang terkejut dan juga syok.


Para prajurit pun segera menyusul Yuting, mereka berlari dan hendak menghentikan langkah peramal itu keluar dari istana.


Namun para prajurit itu pun tidak tahu jika Yuting adalah seorang Dewa. Dia bisa menghilang tanpa harus meninggalkan jejak keberadaan nya sama sekali.


Setelah berputar-putar beberapa kali mencari Yuting dan tidak menemukan keberadaannya, para prajurit itu pun segera kembali menghadap kaisar mereka untuk memberi tahu jika mereka kehilangan jejak peramal tua itu.


"Ampun yang mulia, peramal tua itu tiba-tiba saja menghilang, kami sudah berkeliling mencarinya tapi kami benar-benar tidak bisa menemukan keberadaan nya, dia seperti hilang ditelan bumi" ucap salah seorang prajurit mewakili teman-teman nya.


"Bagaimana mungkin pria tua itu bisa menghilang? Bukankah kalian tadi mengejarnya?" ujar seorang penasihat raja.


Tiba-tiba saja langit bergemuruh dengan kencang dan ada sebuah suara dengan aura penuh penindasan menggema dari langit


"Dasar manusia bodoh, aku datang untuk menolong kalian tapi kalian malah mengusirku dan juga menghinaku. Terima saja nasib kalian mulai sekarang. Kalian jauh lebih mempercayai makhluk iblis itu di banding dewa seperti ku." ucapnya


Bruk..


Bruk...


Bruk..

__ADS_1


Satu persatu mereka pun segera menjatuhkan dirinya dan memohon pengampunan


__ADS_2