BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 69


__ADS_3

Akhirnya She Xia pun telah kembali ke air terjun pelangi, dengan cepat wanita itu segera membuat segel tangan. Dia sengaja menutup portal itu agar tidak ada satu orang dewa pun yang bisa menerobos ke alam bawah.


Zhuuuung...


Portal itu bersinar dengan sangat terang, kemudian menghilang, dengan cepat ketiganya langsung melesat kembali menuju istana kerajaan neraka.


Zhep...


Zhep...


Zhep...


Ketiganya langsung muncul di depan istana neraka, para prajurit dan pelayan langsung membungkuk dan memberi hormat, bagaimana pun juga orang yang saat ini ada di hadapan mereka adalah orang tua dari ratu mereka sang dewi penguasa neraka.


"Kenapa kita datang kesini? Bukan kah seharusnya kita kembali ke istana kegelapan?" tanya Wu Jing.


Dia belum mengetahui jika sebelumnya kerajaan kegelapan telah di serang oleh Wu Jin hingga She Xia dengan terpaksa harus memindahkan istananya ke dalam ruang dimensi.


"Kita bicarakan hal itu nanti! Saat ini ayah harus segera bertemu dengan cucu ayah! Jia Li!" ucap Wu Zhuang yang di angguki oleh She Xia.


Akhirnya pria tua itu pun melangkahkan kedua kakinya mengikuti She Xia dan Wu Zhuang menuju ke aula istana, aula terlihat sangat lengang, dan hanya ada satu orang saja saat ini yang tengah duduk seraya tersenyum memandangi cermin kehidupan yang menampilkan begitu banyak orang yang terus mencoba untuk memecahkan array ciptaannya di jurang tak berdasar.


Dia terkikik saat melihat wajah frustasi dari orang-orang itu yang masih saja belum bisa memecahkan array yang melindungi tempat itu, terlebih saat ini mereka telah mengerahkan begitu banyak kertas mantra untuk menghancurkan nya.


"Apa yang sedang anak nakal ini lakukan hmm?" tanya Wu Zhuang setelah sampai di aula istana.

__ADS_1


"Ayah! Ibu!" Jia Li langsung melompat dari kursi kebesarannya, dia berlari menggunakan kaki pendeknya untuk menyambut kedatangan Wu Zhuang dan juga She Xia.


"Aku sangat merindukan kalian!" ucap bocah itu dengan begitu manja seraya memeluk kedua orang tuanya, mata Jia Li melirik ke arah Wu Jing, dahinya terlihat mengernyit melihat penampilan pria tua yang saat ini ikut bersama kedua orang tuanya.


Wu Jing memang belum berganti pakaian sejak dia terkurung di lantai 7 pagoda, bahkan saat mereka telah keluar dari tempat itu pun dia belum sempat untuk menukar pakaian nya terlebih karena dewa agung beserta para pengikutnya telah terlebih dulu datang dan memasuki pagoda tujuh lantai itu.


'Astaga.. Dari mana ayah dan ibu menemukan pengemis ini? Dia benar-benar sangat kotor!' gumam Jia Li dalam hati sambil mendelikan matanya pada Wu Jing.


Melihat cucu perempuannya yang begitu lucu dan juga imut, Wu Jing lupa dengan keadaannya yang sangat kotor, dia langsung meraih tubuh Jia Li dari dekapan kedua orang tuanya dan langsung memeluknya dengan sangat erat, hingga bocah itu terus menggelinjang dalam pelukannya.


"Hei! Apa yang kau lakukan kakek tua? Lepaskan aku atau kau akan ku jadikan abu sekarang juga!" teriak Jia Li seraya mengacungkan jari telunjuknya ke atas.


Jari telunjuk Jia Li langsung mengeluarkan api hitam yang sangat panas, api itu muncul dalam bentuk yang sangat kecil hingga akhirnya membesar dan semakin besar, membuat Wu Jing panik dan langsung menjatuhkan tubuh bocah itu hingga tersungkur di lantai.


Bruk...


"Dasar kakek tua bau tanah! Apa kau sudah gila?" teriak Jia Li yang saat ini tengah di kuasai amarah, bagaimana tidak? Sang dewi neraka telah di hempaskan oleh seorang kakek tua pengemis yang kini tengah berada di hadapannya.


Wu Jing menggaruk kepalanya yang tidak gatal, niat hati ingin memeluk cucunya, dia malah di bentak oleh Jia Li. Mata Wu Jing terlihat berkaca-kaca saat mendengar ucapan yang begitu tajam dari mulut cucunya itu!


She Xia segera mendekati Jia Li, dia memeluk bocah itu untuk meredakan amarahnya, She Xia sangat tahu jika putrinya itu sangat tidak menyukai sesuatu yang kotor, dan tubuh serta penampilan Wu Jing saat ini terlihat sangat kotor hingga bocah itu tidak ingin berdekatan dengannya.


"Pelayan..!" panggil Wu Zhuang. Beberapa orang pelayan lamgsung datang dan berbaris dengan sangat rapi di hadapan Wu Zhuang, mereka juga menundukkan wakahnya tak berani menatap wajah raja iblis itu.


"Antar Ayah Zhen menuju kamar nya! Bantu dia untuk membersihkan diri dan jangan lupa untuk kembali mengantarkannya ke ruang makan setelah selesai!" ucap Wu Zhuang memberi perintah.

__ADS_1


Para pelayan itu pun dengan sigap segera melakukan perintah dari raja iblis itu, mereka tidak ingin terkena hukuman jika tidak melaksanakan nya dengan cepat.


Wu Jing segera diantar menuju ke kamarnya, sebuah paviliun yang sangat besar tepat berada di sisi kiri paviliun milik dari Jia Li.


"Sepertinya cucuku sangat membenciku!" ucap Wu Jing seraya berjalan mengikuti langkah pelayan yang menunjukkan jalan, serempak para pelayan itu pun berhenti mendengar ucapan dari Wu Jing.


"Yang mulia! Ratu tidak pernah membenci siapa pun! Beliau orang yang sangat baik dan begitu menghormati yang lebih tua, hanya saja.. Maaf!" ucapan pelayan itu seolah tertahan di tenggorokan.


"Katakan..!" ucap Wu Jing yang sudah sangat penasaran dengan sifat cucunya.


"Yang mulia ratu sangat tidak menyukai sesuatu yang kotor! Dan saat ini pakaian yang mulia terlihat kurang begitu baik untuk di gunakan!" ucap pelayan itu setengah takut.


Wu Jing segera melirik pakaiannya, ternyata benar! Saat ini dia berpenampilan seperti seorang gembel jalanan, bahkan para pelayan saja menggunakan pakaian yang lebih baik dari nya hingga akhirnya pria tua itu tertawa dengan sangat keras.


"Hahaha... Kau benar! Bahkan pakaian pengemis saja lebih baik dariku! Ayo cepat bantu aku untuk membersihkan diri! Aku harus terlihat tampan di hadapan cucu nakal ku itu!" ucap Wu Jing sambil berjalan dengan cepat diikuti oleh lima orang pelayan di hadapannya.


Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, Wu Jing dengan cepat melangkahkan kakinya menuju ruang makan, dia saat ini telah mengganti pakaian nya dengan pakaian baru dan terlihat sangat tampan dan juga berwibawa.


Krieeet...


Pintu ruang makan pun terbuka, Wu Jing dengan cepat melangkahkan kakinya dan segera duduk di sebelah Jia Li. Dia terlihat menyunggingkan senyuman manis, sedangkan Jia Li masih menunjukkan wajah masam nya, bagaimana pun juga kakek nya itu telah menjatuhkan dirinya hingga terjerembab di lantai, dan tentu saja bocah itu harus membalas dendam.


'Lihat saja nanti kakek tua! Aku pasti akan membalasmu!' gumam Jia Li dalam hati.


Acara makan pun di mulai, dan drama meja makan pun terjadi. Jia Li dengan sengaja menumpuk semua lauk dan juga sayur di atas piring nya, hingga Wu Jing tak mendapatkan apa pun selain nasi putih di hadapannya, pria tua itu terlihat menelan ludah, terlebih saat Jia Li tengah mengunyah daging dimulut nya. Nampaknya bocah itu sengaja ingin membuat kakek nya itu mati penasaran.

__ADS_1


"Nyam... Nyam.. Nyam... Daging nya benar-benar enak!" ucap Jia Li dengan sengaja, sementara She Xia dan Wu Zhuang saling berpandangan melihat kelakuan absurd dari putri mereka.


__ADS_2