BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 68


__ADS_3

Swush...


Swush...


Swush....


Akhirnya ketiga tubuh itu pun dengan cepat terhisap ke dalam satu ruangan lain yang telah dibatasi oleh pintu yang berhasil mereka hancurkan.


Ketiganya terlempar di sebuah ruangan dan langsung terjatuh di atas tanah. Setelah bangun dan kembali berdiri, ketiganya langsung mengedarkan pandangan nya dan nampaklah di hadapan ketiganya saat ini sebuah peti berisi tubuh seorang wanita cantik yang berusia sekitar 40 tahun tertidur di dalamnya.


Peti itu terbuat dari kaca bening sehingga mereka langsung bisa melihat isi di dalamnya meskipun dari jarak yang sangat jauh.


Wu Zhuang dan pria tua itu melesat dengan sangat cepat menuju peti kaca, keduanya seolah tengah berlomba siapa yang bisa mencapai dewi air mata terlebih dahulu, sedangkan She Xia saat ini masih terpaku melihat kedua pria berbeda usia itu tengah saling memandang dengan begitu sengit di dekat peti dewi air mata.


"Jauhkan tangan kotormu dari istriku bocah sialan!" teriak pria tua itu seraya melototkan matanya, aura ranah raja immortal bocor dari tubuh pria tua itu.


Wu Zhuang membalas tatapan pria tua itu sama tajam, dia juga mengeluarkan aura ranah immortal tahap awal untuk melawan aura yang di keluarkan pria tua itu.


Meskipun kedua pria berlainan usia itu ranah kultivasi nya berbeda, nyatanya Wu Zhuang tidak terpengaruh sedikit pun dengan tekanan yang di berikan oleh pria tua itu.


"Cuih! Tidak di sangka ternyata kekuatan ranah raja immortal begitu lemah!" cibir Wu Zhuang.


Pria tua itu melotot mendengar celaan dari pemuda sombong di hadapannya, dia begitu emosi terlebih setelah pemuda itu dengan beraninya menyentuh kotak yang berisikan tubuh istrinya.


"Dasar bocah sialan! Berani sekali kau mencela diriku setelah tangan kotormu itu menyentuh kotak itu! Sepertinya kau sudah bosan hidup!" ucap pria tua itu, tangannya langsung mengeluarkan oedang outih dari cincin penyimpanannya, dan bersiap menyerang Wu Zhuang.


Melihat pria tua itu sudah mengeluarkan senjatanya, Wu Zhuang juga tidak diam, dia dengan cepat mengeluarkan pedang hitam dari cincin penyimpanannya, aura kegelapan memancar dari pedang hitam itu hingga membuat pria tua di hadapannya langsung menahan gerakannya.


"Siapa kau sebenarnya bocah? Dan dari mana kau mendapatkan pedang kegelapan itu?" tanya pria tua itu sambil menatap nyalang wajah Wu Zhuang.

__ADS_1


"Heh dari mana pedang ini berasal tidak ada hubungannya denganmu kakek tua bau tanah! Kau berani mengakui ibuku sebagai istrimu! Apa kau pantas?" ucap Wu Zhuang tak kalah gertak dan langsung membuat kuda-kuda.


Raja iblis Wu Zhuang bersiap untuk menyerang pria tua itu dengan mengeluarkan jurus terkuatnya, namun gerakannya tiba-tiba saja terhenti saat suara merdu dan juga tatapan lembut She Xia mengarah padanya.


"Suamiku! Jangan serang dia!" ucap She Xia dengan segera melesat ke samping Wu Zhuang, tatapan nya yang seolah memohon membuat raja iblis itu menghentikan niatnya untuk menyerang pria tua bau tanah yang kini tengah berhadapan dengannya.


She Xia berbalik dan menatap pria tua itu, sejak tadi dia sudah curiga pada pria tua itu, terlebih saat dia mengeluarkan jurus yang hanya di kuasai oleh para iblis dari kerajaan kegelapan.


"Siapa sebenarnya senior? Dan bagaimana bisa senior menguasai jurus tarian iblis neraka yang hanya di miliki oleh kaum iblis dari kerajaan kegelapan?" tanya She Xia.


Pria tua itu menyimpan kembali pedang nya di cincin penyimpanan, dia menarik nafas panjang sebelum akhirnya menjawab ucapan She Xia.


"Namaku Wu Jing! Aku adalah raja iblis dari kegelapan, saat pertarungan melawan saudaraku yang penghianat, dewa telah menarikku ke dunia atas untuk memburu dan juga memberikan hukuman terhadap ku yang telah berani menikahi seorang dewi dari alam atas!" ucap nya sambil menghela nafas lelah.


"Aku terpaksa harus bersembunyi selama hampir seribu tahun lamanya untuk meningkatkan ranah kultivasiku agar bisa melawan para dewa dan menyelamatkan istriku yang di kurung di pagoda tujuh lantai ini!" ucapnya melanjutkan kembali cerita.


Bruk...


Tubuh Wu Zhuang langsung ambruk di lantai, setetes air mata jatuh di pipinya, takdir langit telah berbaik hati padanya dengan mengembalikan seluruh anggota keluarganya kembali, hampir saja dia akan menyerang ayah kandungnya jika saja istri kecilnya itu tidak melarang nya tadi.


"Maafkan zhen!" ucap Wu Zhuang dengan suara serak menahan rasa sedih sekaligus bahagia.


Wu Jing mengerutkan dahinya, sepertinya pria tua itu belum memahami apa yang telah terjadi di hadapan matanya kini.


She Xia yang memahami apa yang di fikirkan oleh pria tua itu pun langsung menjelaskan siapa sebenarnya pemuda yang saat ini tengah berlutut di hadapannya.


"Paman.. Suamiku adalah raja iblis dari kerajaan kegelapan. Wu Zhuang.." ucap She Xia.


Belum selesai mengatakan apa yang ingin dia sampaikan, Wu Jin dengan cepat langsung melesat menuju Wu Zhuang yang masih berlutut di lantai, pria tua itu dengan erat langsung memeluk tubuh Wu Zhuang.

__ADS_1


Grep...


Wu Zhuang pun ikut memeluk ayahnya yang sekian lama tak pernah dia temui, dia hanya mengetahui cerita tentang Wu Jin dari beberapa orang petinggi istana yang memang benar-benar mengenal pria itu.


She Xia mengusap air mata yang jatuh di pipinya, akhirnya kini kebahagiaan mereka telah lengkap, dan keluarga mereka bisa bahagia seperti orang lain.


Wu Zhuang segera melerai pelukan dari ayahnya, dia melirik She Xia dengan tatapan yang begitu lembut dan meneduhkan.


"Terima kasih banyak permaisuri ku!" ucap Wu Zhuang seraya mengeratkan pelukan nya pada sang istri.


She Xia mengangguk, dia juga bahagia melihat kebahagiaan suaminya, ini adalah impian nya sejak lama, memiliki keluarga yang utuh dan bahagia.


"Kita harus bergegas pergi dari sini sebelum dewa agung menemukan kita!" Ucap Wu Jing.


She Xia segera melambaikan tangannya dan memasukan peti kaca itu ke dalam ruang dimensi miliknya. Dan langsung mengajak suami dan juga ayah mertuanya untuk pergi dari sana.


Swush...


Swush...


Swush...


Ketiga sosok itu langsung melesat dengan sangat cepat menuju keluar, sedangkan dewa agung beserta dewa yang lain kini mulai merangsek masuk ke dalam pagoda tujuh lantai untuk mencari penyusup yang telah berani datang ke tempat mereka.


"Cari para penyusup itu dimana pun juga mereka! Jangan biarkan siapa pun lolos dari tempat ini!" teriak dewa agung yang langsung di laksanakan oleh pasukan nya. Bahkan para dewa juga saat ini ikut turun tangan untuk mencari para penyusup itu.


Sementara She Xia bersama suami dan juga mertuanya kini telah sampai di sebuah padang rumput abadi, dengan cepat dia membuat segel tangan untuk kembali membuka portal menuju lembah pelangi.


"Ayo.. Kita harus segera kembali ke air terjun pelangi!" ajak She Xia sambil melesat diikuti oleh kedua pria di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2