
Akhirnya setelah acara makan-makan selesai, kaisar Liu segera mengajak master Lang menuju istana. Begitu juga dengan putra mahkota Liu Shang dan jendral Jun Jiang. Sementara Wu Jin tidak ikut bersama mereka, dia akan kembali menuju istananya yang ada di hutan malam bersama pasukan iblis yang tersisa.
She Xia da Wu Zhuang akhirnya keluar dari kamar mereka menuju meja makan, keduanya sudah begitu merindukan putri kecil mereka Wu Jia Li, apalagi setelah peningkatan ranah kultivasinya saat ini, Wu Zhuang juga berencana untuk segera menuju dunia atas demi menyelamatkan sang ibunda tercinta, Dewi Air Mata.
Tap...
Tap...
Tap...
Suara langkah kaki pasangan suami istri itu berhasil membuat Jia Li yang saat ini tengah mengunyah makanan di mulutnya menoleh, apalagi semerbak wangi yang keluar dari tubuh sang ibu membuat mata bocah itu kian berbinar terang.
"Ibu... Ayah! Akhirnya kalian berdua keluar juga!" ucap Jia Li sambil melompat dari kursi yang di dudukinya, dan langsung memeluk kedua orang tuanya.
"Hei! Apa yang kau lakukan? Ayo lanjutkan makannya setelah itu ayah dan ibu ingin berbicara denganmu!" ucap Wu Zhuang aegera melerai pelukan dari putri kecilnya.
"Ayaaah..." ucap Jia Li dengan wajah cemberut. Dia sangat merindukan kedua orang tuanya, tapi ayahnya yang saat ini berada dalam mode kelaparan malah mengganggu moment indah itu. Sedangkan She Xia hanya tersenyum tipis melihat perdebatan ayah dan anak yang tidak pernah ada habisnya itu.
Akhirnya ketiganya pun berjalan beriringan menuju meja makan, mereka menikmati hidangan dengan begitu lahap dan tanpa bersuara. Hingga akhirnya pertanyaan bocah itu berhasil membuat She Xia terbatuk dan Wu Zhuang menyemburkan air dari mulutnya.
"Ayah.. Ibu.. Berapa banyak adik yang sudah kalian buat dalam 3 hari terakhir? Jia Li ingin segera melihatnya!" ucap bocah berusia 5 tahun itu membuat pasangan suami istri itu melotot kaget, mungkinkah Jia Li selama ini mengawasi mereka berdua dari cermin kehidupan.
Uhuk...
Uhuk...
She Xia terbatuk dan langsung segera menyambar segelas air putih dan di teguk nya.
__ADS_1
Byur...
Tak kalah kaget dari sang istri, bahkan Wu Zhuang sang raja iblis pun langsung menyemburkan air yang sedang berada di dalam mulutnya mengenai salah satu pelayan yang ikut meloncat kaget.
Para pelayan yang mendengar ucapan bocah itu pun menutup mulut mereka dan berusaha mati-matian agar tak tertawa, ratu mereka ternyata bisa juga menjadi bocah yang imut nan menggemaskan di hadapan kedua orang tuanya.
Sedangkan si pembuat masalah hanya tersenyum senang sambil menunjukkan deretan gigi putihnya. Dia merasa sangat puas setelah mengerjai kedua orang tuanya.
Ehem...
Wu Zhuang berpura-pura terbatuk untuk meredakan rasa malu sekaligus kikuk atas pertanyaan yang di ajukan oleh putri kecilnya itu, bagaimana bisa bocah itu bertanya hal yang begitu pribadi? Sedangkan umurnya saja saat ini baru lima tahun.
"Jia Li.. Dengarkan ayah! Ayah dan Ibu berencana untuk pergi menuju dunia atas untuk menyelamatkan nenekmu!" ucap Wu Zhuang sambil menatap wajah putri kecilnya.
"Um.." cicit Jia Li membalas ucapan dari ayahnya, dia memang sudah memiliki rencana sendiri saat ini untuk memperkuat formasi dan juga array di jurang tak berdasar, selain itu dia juga harus mengembalikan kerajaan kegelapan seperti semula, setelah beberapa waktu yang lalu array yang dia pasang berhasil di hancurkan oleh master Lang.
Wu Zhuang dan She Xia pun kaget mendengar ucapan Jia Li, dari mana bocah itu tahu tentang semua informasi yang saat ini tengah mereka cari? Sedang mereka berdua juga masih terus memantau situasi terbukanya pintu dunia atas dari padang pasir abadi.
"Dari mana kau tahu tentang semua itu sayang?" tanya She Xia sambil menatap Jia Li penuh kasih.
Jia Li hanya tersenyum kecil melihat raut wajah kedua orang tuanya, sepertinya mereka lupa siapa putri mereka itu hingga tak tahu jalan menuju ke dunia atas. Sedangkan ribuan tahun yang lalu, bahkan Jia Li lah sang ratu neraka yang telah memimpin ratusan ribu pasukan iblis untuk bertempur melawan para dewa.
"Aku akan mengajak ayah dan ibu kesana!" ucap bocah itu sambil menarik tangan kedua orang tuanya dan membawanya ke suatu tempat.
"Eh... Ini? Bukan kah ini bekas tempat istana kegelapan berdiri?" tanya She Xia saat menyadari tempat itu.
Jia Li langsung membawa kedua orang tuanya melesat ke belakang bukit yang telah dia lindungi dengan array yang sangat kuat, bahkan kini bocah itu juga telah memperagakan beberapa segel tangan untuk bisa menembus tempat itu.
__ADS_1
Sebuah tempat yang sangat indah, dimana air terjun berada berpayungkan pelangi yang samar-samar muncul begitu kaki ketiganya berpijak disana.
"Ayah.. Ibu.. Ini adalah air terjun pelangi! Kalian berdua bisa memasuki dunia atas dari tempat ini, hanya saja saat ini nenek bukan hanya terkurung di pagoda tujuh tingkat, tapi dia berada dalam kondisi antara hidup dan mati!" ucap Jia Li menjelaskan.
"Apa maksudmu Jia Li?" tanya Wu Zhuang yang kaget mendengar keadaan sang ibu.
Jia Li menarik nafas perlahan sebelum melanjutkan penjelasan nya tentang kondisi dewi air mata.
"Nenek tidak bisa menahan serangan petir penyucian saat penaikan ranah kultivasinya menuju tingkat Immortal King! Karena itulah saat ini dia harus terbaring di atas tempat tidur seperti orang mati! Hanya ada satu cara untuk bisa kembali membangkitkan sekaligus mempertahankan tingkat kultivasinya!" jawab Jia Li sambil menatap wajah kedua orang tuanya.
"Katakan pada ibu! Apa yang harus kita lakukan untuk bisa menyelamatkan nenekmu!" tanya She Xia.
"Hanya ada satu cara ibu! Kita harus membuat sebuah pil, namanya Pil pembangkit jiwa! Hanya saja hingga saat ini pil itu hanyalah legenda saja, bahkan para alkemis tingkat 5 saja tidak ada yang mampu untuk membuatnya!" ucap Jia Li.
"Aku pasti bisa melakukan itu! Apalagi saat ini tungku 9 naga bersama ku! Kita pasti bisa menyelamatkan dewi air mata!" ucap She Xia dengan penuh keyakinan. Semangat nya seolah tengah di pacu untuk bisa menjadi orang pertama yang sanggup membuat pil dewa yang melegenda itu.
"Kita akan fikirkan hal itu nanti! Yang terpenting untuk saat ini kita harus segera menyelamatkan ibu dari pagoda tujuh lantai itu. Dan lihat saja! Suatu hari nanti zen pasti akan membuat Dewa Agung membayar perbuatannya karena telah menghukum dan menyiksa ibu!" ucap Wu Zhuang dengan tangan yang terkepal, bahkan wajah nya saat ini terlihat menghitam menahan kekesalan di hatinya.
"Aku akan membuka portal yang menghubungkan dunia atas dengan dunia bawah." ucap Jia Li sambil menggerakkan tangannya untuk membuat sebuah segel, mulut nya terus berkomat-kamit menggumamkan mantra yang tak bisa di pahami siapa pun.
Wuuuuung....
...----------------...
Mohon maaf ya readers, untuk sementara author terpaksa hiatus dulu selama dua hari, insya allah awal bulan nanti author up lagi.
Untuk yang mau mengikuti GA serentak di dua karya author jangan lupa untuk terus dukung karya receh author yang tak seberapa ini.
__ADS_1
Mumpung hari senin yuk lempar vote nya untuk mendukung author agar semakin semangat up nya. Jaga kesehatan selalu readers, cuaca masih tak menentu sebagaimana kesehatan author saat ini 😁.