BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 32


__ADS_3

"Ada apa denganmu kakek tua?" tanya Jia Li menyeringai.


Sedangkan Wu Jin saat ini benar-benar merasa malu karena niatnya untuk mengajukan proposal kerja sama sudah di ketahui oleh mereka. Dan yang lebih sialnya lagi, Wu Jin malah memprovokasi mereka bertiga. Akhirnya Wu Jin pun merasa bingung, haruskah dia minta maaf dan meneruskan niatnya untuk mengajukan kerjasama ataukah bertahan dengan ego nya dan kembali menyerang ketiga orang yang kini berdiri di hadapannya.


Kaisar Xuan yang melihat itu pun segera berdehem untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.


"Eheem.. Sebaiknya yang mulia Wu Jin beristirahat terlebih dahulu, biar prajurit memanggil tabib untuk memeriksa anda" ucap kaisar Xuan yang langsung menyuruh seorang pengawal untuk memanggil tabib dan memeriksa Wu Jin.


Sementara aula kembali riuh setelah kejadian itu, semua orang pun menyayangkan sikap Wu Jin yang terlalu sombong dan arogan di hadapan dewi mereka.


"Zen mohon maaf untuk ketidaknyamanannya" ucap kaisar Xuan sambil membungkuk ke arah She Xia dan keluarganya. Akhirnya setelah acara makan-makan selesai, semua orang pun kembali pulang ke kediaman masing-masing.


Keesokan harinya, kekaisaran Xuan pun kembali di hebohkan dengan berita kehamilan nyonya jin. Para tabib yang dulu pernah memeriksa Nyonya Jin pun merasa heran


"Bagaimana mungkin Nyonya Jin bisa hamil? Aku sudah puluhan tahun menjadi seorang tabib, dan aku pernah memeriksa nya beberapa kali. Aku yakin, nyonya Jin tidak mungkin bisa mengandung" ucap seorang tabib tua dan di angguki oleh ketiga temannya sesama tabib.


"Beberapa orang mengatakan bahwa nyonya Jin mendapatkan berkat dari seorang putri dewi. Dia mengabulkan keinginan nyonya Jin yang sudah sangat lama sekali mendambakan seorang anak" ucap tabib yang lebih muda

__ADS_1


"Apa kau yakin?" tanya tabib tua itu kembali


"Sangat yakin, bahkan dewi itu menyembuhkan penyakit putri Xuan Yang namun dia sengaja tidak membuat putri Xuan Yang sembuh total. Karena menurut penglihatannya putri Xuan Yang pasti akan kembali berbuat buruk dan menyakiti orang lain dimasa depan" ucap tabib muda tersebut menjelaskan panjang lebar.


"Sepertinya kita harus mengunjungi kediaman dewi itu untuk berguru padanya" ucap tabib tua itu yang di angguki oleh ketiga tabib lainnya.


"Aku harap dewi bersedia menjadikan kita berempat sebagai muridnya" ucap tabib yang lainnya.


Cuaca hari ini nampak sangat buruk, petir menggelegar, dengan hujan deras dan angin kencang di beberapa tempat membuat banyak warga yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka mulai terendam banjir, wabah penyakit mulai menyerang warga dan sangat menakutkan. Orang-orang yang terkena penyakit itu mulai menularkan dengan cepat pada yang lainnya. Selain demam tinggi juga muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuh.


Para warga yang sakit pun ditempatkan di sebuah tempat yang jauh dari pemukiman penduduk. Mereka terpaksa di isolasi agar penyebaran penyakit menular itu pun tidak semakin melebar.


Bantuan dari kekaisaran pun tidak bisa dikirim karena tingginya tingkat air yang menyebabkan kereta pengangkut barang pun terendam. Dan pada akhirnya bantuan pun tidak bisa sampai pada rakyat yang membutuhkan.


Seekor burung pengantar pesan pun hinggap di jendela ruang kerja kaisar Xuan, dengan segera kasim pun mendekat dan mengambil gulungan kertas dari kaki burung itu, setelah memberi beberapa butir jagung pada burung itu, kasim pun segera mendekat pada kaisar Xuan dan menyerahkan gulungan kertas itu.


Kaisar Xuan pun membuka dan segera membacanya dengan teliti.

__ADS_1


'Saat ini kekaisaran Long, kekaisaran Shi dan juga kekaisaran Liu sedang mengalami bencana. Zen berharap semoga kaisar Xuan bisa membantu kami menyelesaikan masalah tersebut. Seluruh kekaisaran dilanda bencana banjir dan penyakit menular. Kami tidak bisa mengirimkan bantuan pada rakyat karena saat ini intensitas air masih tinggi.


Tertanda


Kaisar Long, kaisar Liu dan kaisar Shi


Setelah membaca isi surat itu, kaisar Xuan pun memijit pelipisnya. Masalah bencana yang terjadi di kekaisaran Xuan saja belum bisa dia tangani dan sekarang ketiga sahabatnya itu meminta bantuannya.


"Haah.. Zen benar-benar bingung sekarang" kaisar Xuan pun mengusap wajahnya dengan gusar.


"Kasim Bo, tolong panggil peramal kemari" ucap kaisar Xuan memberikan perintah pada kasim kepercayaan nya.


"Baik yang mulia.." ucap kasim Bo sambil membungkuk dan segera pergi menjalankan tugas nya.


Sementara itu di tempat lain saat ini She xia bersama keluarga melihat kejadian yang terjadi dalam kurun beberapa hari ini dengan santai. Mereka kembali pada mode tak peduli nya, sebagai seorang alkemis, She Xia bisa saja menyembuhkan mereka dengan mudah. Sebagai seorang dewi, She Xia bisa saja menghentikan bencana itu dan sebagai seorang iblis, She Xia bisa saja menambah hukuman untuk orang-orang yang pernah berusaha menghancurkan keluarga nya itu dengan cepat.


Namun She Xia tidak ingin mengubah takdir, karena saat ini Dewi Air dan Dewa Petir sedang menunjukkan kekuatan nya di hadapan orang-orang yang pernah melukainya.

__ADS_1


Kemarahan Dewi Air dan Dewa Petir bukan tak berdasar, itu semua karena orang-orang itu tidak mempercayai dan juga tidak menghormati keberadaan kedua dewa dan dewi itu. Dan menganggap kaisar mereka sebagai Dewa.


__ADS_2