
"Ugh.." seorang gadis baru saja terbangun, matanya mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya, keningnya sedikit berkedut saat melihat sekeliling.
Putih...
Hanya dinding berwarna putih yg bisa dia lihat, beserta beberapa alat kedokteran, She Xia termangu, mungkinkah dia kembali ke masa depan? Tp bagaimana dengan keluarganya dimasa lalu? Suami dan juga anaknya Jia Li?
Berkali-kali gadis itu mengusak rambutnya frustasi, dia melihat beberapa alat masih menempel di tubuhnya, ternyata selama ini kedua orang tuanya telah mempertahankan kehidupan nya dengan alat-alat canggih itu, hingga dia masih memiliki kesempatan untuk kembali ke tubuh aslinya.
"Astaga.. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana keadaan A-zu dan juga Jia Li ku saat tahu aku pergi? Mungkinkah mereka bisa menyusulku kesini?" gumam gadis itu seraya menggeserkan badannya sedikit demi sedikit untuk bersandar.
Krieet...
Pintu terbuka, kini dihadapannya telah berdiri sepasang suami istri dengan mata berkaca-kaca, keduanya sungguh tak menyangka setelah sekian lama akhirnya sang putri terbangun dari koma.
"She Xia.. Putriku!" sang ibu langsung berlari dan memeluk tubuh She Xia, air matanya luruh menahan rasa bahagia setelah berjuang sekian lama, akhirnya putrinya bersedia kembali.
Bruk...
Sang ayah menjatuhkan badannya di lantai, dia bersimpuh dan bersujud untuk mengungkapkan kebahagiaan, akhirnya kebahagiaan mereka kini telah lengkap, putri kesayangan mereka kembali.
She Xia tersenyum getir, mungkin inilah perasaan kedua orang tuanya kemarin saat dia koma, kini dia juga merasakan separuh hidupnya seakan mati karena berpisah dengan suami dan putri tercintanya.
Betapa besar pengorbanan mereka, bahkan disaat dirinya telah dinyatakan tidak akan pernah terbangun kembali, kedua orang tuanya dengan bersusah payah mempertahankan alat-alat bantu pernapasan nya agar dia tetap bisa kembali melihat dunia.
Tak terasa air mata She Xia mengucur dengan sangat deras, ternyata seperti inilah menjadi orang tua, meskipun selama ini mereka begitu sibuk, bahkan jarang bertemu dengannya, semua itu mereka lakukan hanya demi putri tercintanya, agar dimasa depan tak mengalami kesulitan.
Betapa kini dia menyadari pentingnya peran orang tua, dan juga pemahaman seorang anak terhadap apa yang dilakukan oleh keduanya, selalu ada cinta dan juga perhatian tak kasat mata meskipun tak diungkapkan dengan kata-kata dan itu berwujud doa.
Tak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya, meskipun mereka memiliki cara tersendiri untuk bisa mengungkapkan perasaan itu, entah dengan ucapan atau pun dengan tindakan mereka, akhirnya She Xia menyadari jika kedua orang tuanya bukan tak pernah peduli terhadap nya, melainkan terlalu mencintai, hingga mereka sanggup berjuang keras demi kebahagiaan dan juga masa depan She Xia.
"Maafkan mama yang tak bisa menjagamu dengan baik nak! Mama terlalu sibuk dengan semua urusan mama sampai mama hampir saja kehilanganmu!" ucap sang ibu. Air mata nya mengalir begitu deras, antara sedih dan bahagia melihat putrinya kembali.
__ADS_1
"Maafkan papa yang tak bisa jadi papa yang baik She Xia, papa terlalu sibuk dengan urusan kantor hingga tak lagi memperhatikan mu!" ucap sang papa seraya melangkah kearah ranjang She Xia dan merengkuh tubuh gadis itu dengan penuh kasih sayang.
She Xia memeluk kedua orang tuanya dengan rasa haru yang membuncah didadanya, inilah keluarga, saling memaafkan dikala salah satu dari mereka melakukan kesalahan, saling menyayangi dan melindungi satu sama lain, dan yang tak kalah penting dari semua itu, saling memperjuangkan dan juga mempertahankan.
"Berapa lama aku tak sadar, ma?" tanya She Xia seraya memandang wajah sendu sang mama.
"Hampir satu tahun sayang! Mama bersyukur akhirnya kau bangun dan bisa kembali bersama kami." ucap sang mama sembari mengusap air mata yang mengalir di pipi She Xia.
Akhirnya She Xia pun bisa pulang dan berkumpul kembali bersama kedua orang tuanya, tapi satu hal yang terus mengganjal dalam fikiran keduanya, mereka tak lagi melihat She Xia yang ceria seperti dulu, gadis itu seolah berubah menjadi sangat dingin dan penyendiri.
Entah apa yang terjadi saat dia koma hingga putri mereka berubah menjadi seperti ini, apakah karena terlalu lama tertidur ataukah ada alasan yang lainnya.
Hari ini, She Xia kembali mendapatkan telepon dari rumah sakit, semenjak dia kembali kerumah besarnya, She Xia memang lebih banyak menghabiskan waktunya didalam rumah, dia seolah enggan untuk pergi kemana pun.
Tapi saat dia mendengar kabar jika di rumah sakitnya saat ini ada sepasang ayah dan anak yang terluka karena kecelakaan, entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar sangat kencang, She Xia berusaha untuk kembali ke rumah sakit dengan sangat cepat hingga dia tak memperdulikan keberadaan lampu merah saat di jalan.
"Dimana mereka?" tanya She Xia pada salah seorang suster sesaat setelah dia memasuki rumah sakitnya.
"Siapkan tempat operasi! Kita harus segera menyelamatkan mereka!" ucap She Xia.
Akhirnya suster itu pun segera memanggil rekannya, sedangkan She Xia bergegas ke ruang kerjanya untuk memeriksa beberapa laporan.
Sepuluh menit kemudian, She Xia memasuki ruang operasi, betapa kagetnya dia setelah melihat siapa orang yang saat ini ada dihadapan nya, sejenak dia tertegun, namun akhirnya dia pun tersenyum manis.
"Bawa putrinya kesini! Kita juga harus segera menyelamatkan nya!" ucap She Xia mengagetkan semua suster disana. Dari mana She Xia tahu jika anak dari pria itu perempuan, bahkan Nuri saja tidak mengatakan gendernya.
Akhirnya suster-suster itu pun segera melangkah cepat untuk membawa bocah itu kedalam ruang operasi, sedangkan She Xia dia terus bergerak dengan cepat untuk bisa menolong pria itu.
Krieet..
Pintu terbuka, dan kini She Xia bisa melihat dengan sangat jelas, siapa bocah yang dibawa oleh suster itu ke ruang operasi. Matanya langsung berkaca-kaca, bahkan wajah nya terus tersenyum cerah.
__ADS_1
"Selamat datang di duniaku suamiku.. Putriku!" ucap She Xia seraya mengelus wajah sepasang ayah dan anak itu.
...---------------- END ----------------...
Terima kasih banyak untuk semua readers yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti karya author receh ini, πππKehadiran dan dukungan dari readers selalu membuat author semangat dari hari kehari, meskipun author menyadari jika semua karya author jauh dari kata layak ataupun bagus.
Jangan lupa dukung terus Alkemis iblis, karena pada tanggal 1 maret nanti seperti janji author, pengumuman pemenang GA dari dua novel karya author receh ini akan di pampang dalam bab pengumuman.
Sambil menunggu pengumuman GA yuks kembali hadir dan dukung karya terbaru author, insya allah nanti akan ada Give away kembali tentunya.
Mampir yuks, meskipun baru dua bab. Insya allah mulai besok akan diberlakukan crazy up untuk novelnya.
Mampir juga di Liu Lin, alhamdulillah hari ini akan mulai crazy up juga.
Yang suka komedi petualangan bisa baca juga karya teman author yang berjudul Ling Tian, ingat ya loncatin bab nya, langsung baca dari bab 22, karena prolog nya sedikit puanjang.
Yuks yang suka fantasi timur, mulai lirik juga Jingga. Kisah anak yang lemah hingga berubah menjadi seorang yang hebat, seorang raja iblis.
Yang suka genre wanita kuat, masih anget nih karya dari teman author, baru dua bab. Yuks di kunjungi, insya allah cerita nya seru, dan tulisan nya juga sangat rapi ππ.
Sehat selalu semuanya, kita jumpa di karya yang lain lagi ya, mohon maaf jika cerita yang author bawa sedikit ngawur, dan tidak berbobot. Mohon dimaklum, karena author baru belajar menulis cerita dan masih harus terus belajar.
__ADS_1