BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 27


__ADS_3

Akhirnya kereta mereka pun berhenti di depan sebuah rumah besar. Wu Zhuang segera turun lalu mengulurkan sebelah tangan nya untuk membantu She Xia turun dari kereta, setelah itu dia pun menggendong Jia Li turun.


"Ini adalah rumah baru kita" ucap Wu Zhuang.


Jia Li pun meminta untuk di turunkan dan langsung berlarian membuat para prajurit berhamburan mengejar bocah nakal itu.


Sementara She Xia hanya mengangguk puas mendengar ucapan suaminya itu.


"Ini cukup bagus untuk kita, hanya saja aku ingin memiliki taman bunga di halaman depan ini, sebuah kolam dan juga menanam sayuran di halaman belakang rumah" ujar She Xia dan Wu Zhuang hanya tersenyum tipis menanggapi keinginan kecil dari istrinya.


"Baiklah, suami tampan mu ini akan melakukan apa pun untuk istri cantiknya" ucap Wu Zhuang dengan rayuan maut nya membuat rona merah muncul tiba-tiba di wajah She Xia.


"A-Zhu.. Apakah kita harus mencari pelayan untuk mengurus kediaman ini?" tanyaShe Xia mengalihkan pembicaraan


"Para prajurit sudah mengurusnya. Mungkin sebentar lagi mereka akan kembali" ucap Wu Zhuang sambil menggandeng tangan istri nya menuju kamar tidur mereka.


Jia Li yang sudah lelah berlarian pun segera menghampiri Fei dan menanyakan keberadaan kedua orang tuanya.


"Tuan dan Nyonya berada di kamar mereka Nona muda" ucap Fei memberi tahu. Fei memang sudah di beri tahu oleh She Xia jika mulai saat ini semua orang harus memanggil dirinya dan juga suaminya dengan sebutan tuan dan nyonya. Tak lama Jia Li pun melangkahkan kaki nya menuju kamar kedua orang tuanya.


Sementara di dalam kamar, Wu Zhuang sedang bermanja pada She Xia. Sejak kembali dari pelatihan calon Alkemis, mereka memang belum sempat menghabiskan waktu untuk berdua, jadi Wu Zhuang memanfaatkan situasi Jia Li yang sedang bermain bersama para prajurit untuk bisa terus menempel pada She Xia. Dan She Xia pun tidak keberatan dengan kelakuan suami posesif nya itu.


"Aku benar-benar sangat merindukanmu" ucap Wu Zhuang sambil menciumi seluruh wajah She Xia.


"Aku juga merindukanmu A-Zhu" She Xia pun tak mau kalah, menumpahkan semua kerinduannya pada suaminya itu sambil mendekap tubuh Wu Zhuang.


Saat wajah mereka berdua semakin dekat, Wu Zhuang segera saja mencium bibir ranum She Xia, m*****t nya dengan lembut, saling membelit dan menggigit hingga beberapa saat kemudian mereka pun melepaskan pagutannya saat di rasa mulai kehabisan nafas. Wajah Wu Zhuang kian memerah menahan hasrat nya setelah sekian lama berpisah dari She Xia, dengan pandangan yang mulai berkabut, Whu Zhuang pun bicara dengan suara serak nya yang terdengar begitu sexy dan menggelitik bagi pendengaran She Xia.


"Istriku.. Apa boleh?" yanya Wu Zhuang yang saat ini sudah dipenuhi dengan gairah.

__ADS_1


She Xia hanya mengangguk kecil untuk menjawab permintaan dari suaminya itu. Dia juga benar-benar merindukan sentuhan suaminya yang selalu membuatnya melayang hingga ke langit ke tujuh.


Mendapatkan persetujuan dari She Xia, Wu Zhuang pun kembali memeluk tubuh mungil istri nya itu, sambil sesekali memberikan kiss mark di leher She Xia membuat She Xia mendesis. Melihat She Xia yang sudah mulai terbawa suasana, dengan segera Wu Zhuang pun membaringkan istrinya, bibir nya mulai mengecup setiap inci wajah She Xia, tepat saat Wu Zhuang mendekatkan bibir nya dengan bibir She Xia, pintu kamar pun terbuka memperlihatkan bocah berusia 4 tahun dengan kaki pendek nya itu berlari menuju kedua orang tua nya sambil berteriak dengan suara yang sangat menggelegar.


"Ayah.. Ibu.. Kalian sedang apa?" tanya Jia Li membuat Whu Zhuang beserta She Xia terkejut, untung saja saat ini mereka belum memulai permainan membuat calon adik Jia Li itu membuat She Xia terkekeh. Sedangkan Wu Zhuang mendengus kesal melihat kelakuan bar bar putri kecilnya itu yang sudah mengganggu keromantisannya bersama sang istri.


Wu Zhuang pun segera bangkit dari atas tubuh She Xia dan berjalan menuju kamar mandi untuk menuntaskan hasrat nya yang terganggu tadi. Sedangkan She Xia langsung menggendong Jia Li dan membawanya ke dalam pangkuannya.


"Ibu tadi sedikit demam, jadi ayah mu membantu ibu untuk mengobatinya" Ujar She Xia beralasan, padahal hatinya benar-benar was was takut bila putri kecil nya itu mengetahui apa yang dia lakukan bersama sang suami.


Jia Li pun menganggukan kepalanya sambil mendongak ke arah She Xia. Kening nya berkerut membuat kedua alisnya hampir bersatu.


"Sepertinya ayah memilih rumah yang jelek untuk kita" umpat Jia Li. Sedangkan She Xia masih belum menyadari maksud dari ucapan putri kecilnya itu.


"Ada apa dengan putri ibu ini? Kenapa cemberut seperti itu?" tanya She Xia namun tak di jawab oleh Jia Li.


Bocah itu segera saja meloncat dari pangkuan Jia Li dan langsung berjalan menuju kamar mandi. Dengan tidak sabar Jia Li pun menggedor pintu kamar mandi membuat Wu Zhuang semakin kesal


Mau tak mau Wu Zhuang pun segera keluar dan menemui putri nya itu.


"Ada apa Jia Li?" tanya Wu Zhuang heran melihat kelakuan putri kecil nya itu


"Ayah harus menyuruh paman prajurit untuk segera mencari kediaman baru untuk kita. Rumah ini sangat buruk" ujar Jia Li menggebu-gebu


"Apa maksud mu putriku?" tanya She Xia yang juga heran dengan permintaan ayah nya.


"Ayah, lihatlah leher ibu. Baru saja beberapa menit kita disini, ibu sudah terkena serangga beracun hingga membuat leher nya memar dan merah. Rumah ini harus di bersihkan lagi, bahkan kita tak punya 1 pun pelayan untuk merawat ibu sekarang." ucap Jia Li sambil memberengut.


Wu Zhuang sangat kaget mendengar penuturan putrinya begitu juga dengan She Xia, Dia lupa jika tadi Wu Zhuang membuat tanda kepemilikan di beberapa tempat di tubuh nya.

__ADS_1


wu Zhuang pun membulatkan matanya dan mendengus


"Apa aku terlihat seperti Serangga beracun?" pikir Wu Zhuang


Sedangkan Fai yang bersembunyi di balik kegelapan hampir saja tertawa mendengar ocehan putri majikannya itu.


"Sore ini paman prajurit akan membawa beberapa pelayan untuk mengurus kediaman ini, kau tidak perlu mengkhawatirkan itu Jia Li" ucap Wu Zhuang dengan datar


"Huuh.. Pantas saja tadi ibu bilang ibu demam. Ternyata ayah tak bisa menjaga ibu, lebih baik ayah tidur di kamar sebelah saja. Biar aku yang akan tidur disini menemani ibu" ucap Jia Li membuat mata Wu Zhuang kembali membola.


"Yak! Jia Li! Dia itu istri ku.. Sekarang cepat pergi ke kamarmu" ucap Wu Zhuang sambil mengangkat dan menggendong Jia Li di pundak nya dan membawa nya ke kamar tidur yang memang khusus untuk nya.


"Ibu... Tolong aku.. Ayah ingin membuangku" teriak Jia Li dramatis


"A-Zhu.." panggil She Xia dengan lembut membuat kekesalan di hati Wu Zhuang pun sirna seketika. Wu Zhuang pun segera menurunkan Jia Li


"Sudahlah.. Jangan bertengkar lagi. Ayo sini.. Jia Li kau juga kemarilah" ucap She Xia.


Ayah dan anak itu pun segera mendekat pada She Xia.


"Ayo kita tidur siang bersama" ajak She Xia sambil mengangkat tubuh putri bya dan membawanya ke tempat tidur.


"Ibu.. Aku ingin tidur di dekat ibu" ucap Jia Li yang membuat Wu Zhuang makin melotot


"Ya, kau akan tidur di samping ibu" ujar She Xia dengan segera mengatur posisi tidur mereka dengan dirinya yang berada di tengah tengah antara anak dan ayah itu.


Wu Zhuang pun tersenyum dan memeluk She Xia


"Istriku.." panggil Wu Zhuang

__ADS_1


"Tunggu sampai Jia Li terlelap" ucap She Xia yang mengerti kode yang di berikan suami nya itu. Wu Zhuang hanya mengangguk sambil tersenyum saat tahu She Xia mengerti arti dari lirikannya itu.


__ADS_2