BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter bonus 02


__ADS_3

She Xia terlihat sangat kaget mendengar ucapan dari papanya, terlebih saat ini pria paruh baya itu terlihat sangat emosi dan berusaha untuk menyerang Wu Zhuang menggunakan ikat pinggangnya yang terbuat dari lulit buaya asli.


"Papa..!" teriak She Xia, dia sengaja menurunkan tubuh Jia Li di atas tempat tidur danberusaha untuk melindungi sang suami dari serangan yang dilakukan oleh papanya.


"Apa yang kau lakukan She Xia? Menyingkir dari sana dan biarkan papa menghajar pria tak tahu diri ini untukmu!" ucap sang papa dengan matanya yang terlihat mulai memerah.


She Xia menggelengkan kepalanya perlahan, dia tetap berdiri di depan Wu Zhuang karena tak ingin suami tercintanya itu mengalami sesuatu karena kesalah pahaman yang saat ini terjadi, dia juga tak tahu dari mana sang papa mendengar gosip yang tidak sedap itu hingga berusaha untuk melukai Wu Zhuang nya.


Akhirnya sang papa pun menurunkan kembali ikat pinggang nya, meskipun wajahnya masih terlihat tidak bersahabat, sepertinya pria paruh baya itu juga tak ingin membuat putri kesayangannya itu sedih karena tindakannya.


"Lebih baik papa sama mama duduk, masalah ini kita akan bicarakan dengan baik-baik!" ucap She Xia seraya memberikan dua gelas air putih pada kedua orang tuanya.


Setelah selesai minum, akhirnya papanya mulai menginterogasi Wu Zhuang yang hingga saat ini terlihat masih berwajah bodoh, nampaknya raja iblis itu belum memahami maksud dan tujuan dari calon mertuanya itu hingga berniat memberikan pelajaran padanya.


"Katakan padaku dimana tempat tinggalmu anak muda?" tanya Papa She Xia seraya menatap tajam wajah tampan milik Wu Zhuang.


Wu Zhuang hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari pria paruh baya itu, dia sendiri belum tahu akan tinggal dimana, karena ini adalah pengalaman pertamanya berpindah dimensi.

__ADS_1


"Katakan padaku! Apa kau memiliki perusahaan? Berapa jumlah anggota keluargamu? Dan berapa banyak kendaraan yang kau punya? Akh.. Aku sampai lupa, berapa jumlah depositomu?" akhirnya mama She Xia pun ikut bertanya.


Wu Zhuang lagi-lagi menggelengkan kepalanya, dia tak mengerti dengan pertanyaan dari sepasang paruh baya yang kini menatap dengan sangat kesal pada dirinya, meskipun dimasa lalu dia adalah seorang raja, tapi pengetahuannya terbatas hanya tentang bagaimana menaklukkan wilayah, bagaimana cara untuk mengangkat pedang dan bagaimana cara untuk membunuh musuhnya?


Dia tidak pernah diajari cara untuk berdiplomasi ataupun mencari muka terhadap orang lain, hingga lagi-lagi pertanyaan dari kedua orang tua She Xia membuatnya mengerutkan dahi karena tak mengerti.


"Astaga.. Jangan bilang kalau pemuda ini hilang ingatan ataupun sangat miskin! Bagaimana bisa aku memiliki seorang menantu yang sangat miskin? Ini benar-benar bisa merusak nama baik keluargaku!" mama She Xia menggerutu, dia sangat kesal karena ternyata pria bajingan yang sayangnya sangat tampan itu tak lebih dari pria bodoh dan juga sangat miskin.


"Ma! Pa! Cukup! Dengar.. Saat ini dia baru saja siuman, biarkan mereka beristirahat, masalah ini biar kita bicarakan lagi lain kali!" ucap She Xia.


Kedua orang tuanya langsung melotot, bagaimana bisa dibahas lain kali? Ini adalah masalah yang sangat penting, jadi harus segera diselesaikan dengan sangat cepat, apalagi setelah mereka berdua mendengar gosip dari suster di rumah sakit yang membuat keduanya terpaksa harus menanggung malu.


Bruk...


Tanpa diduga-duga, Wu Zhuang dan Jia Li langsung mengeluarkan banyak sekali perhiasan di hadapan kedua orang tua She Xia, keduanya seolah kompak dan menunjukkan betapa kaya nya mereka, tak hanya berlian dan juga intan, bahkan sepasang ayah anak itu juga mengeluarkan banyak sekali emas batangan.


"Astaga! Bagaimana bisa kalian berdua membawa perhiasan begitu banyak? Apa kalian berdua mencurinya?" tanya mama She Xia yang langsung di jawab gelengan kepala oleh Jia Li dan juga Wu Zhuang.

__ADS_1


"Kami belum punya rumah nyonya, dan semua yang kalian tanyakan tadi juga kami belum memilikinya! Kami baru saja sampai ditempat ini, dan kami belum sempat membeli apapun!" ucap Jia Li.


Bocah itu sepertinya lebih pintar dibandingkan Wu Zhuang, hingga membuat kedua orang tua She Xia akhirnya terdiam.


"Baiklah! Sepertinya semua perhiasan ini cukup untuk mahar putriku! Kalian berdua bisa menikah sekarang juga!" ucap mama She Xia dengan sangat cepat.


Bahkan saat ini tangannya bergerak lebih cepat dibandingkan mulutnya, wanita itu langsung mengambil seluruh perhiasan yang di keluarkan oleh Wu Zhuang dan juga Jia Li, dan memasukkan nya ke dalam tas jinjing miliknya hingga penuh.


Sedangkan She Xia hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan, dia baru saja mengetahui sifat serakah yang dimiliki oleh sang mama setelah sekian tahun, bahkan papanya juga hampir pingsan melihat kelakuan dari sang istri yang tiba-tiba saja menjadi tak tahu malu.


"Sudahlah pa! Lebih baik kita pulang! Biarkan She Xia bersama calon suami dan juga putrinya! Mama rasa mama sedikit pusing dan butuh istirahat!" ucap mama She Xia seraya menarik tangan sang suami dan menyeretnya.


Dia merasa tidak perlu lagi membahas masalah ini dan itu, apalagi dia sudah merasa sangat yakin jika calon menantunya itu cukup kaya dan bisa membahagiakan putrinya.


"Kurasa semua perhiasan ini sangat mahal! Aku harus segera memamerkan nya pada semua teman-teman arisanku biar mereka tahu jika calon menantuku itu sangat kaya!" fikir mama She Xia seraya meninggalkan rumah sakit.


Sementara sang suami hanya bisa menggelengkan kepalanya, entah apa yang saat ini tengah di fikirkan oleh sang istri, hingga dia terus tersenyum sendiri seperti orang gila.

__ADS_1


...------------------------------------------------...


__ADS_2