BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 71


__ADS_3

Wush...


Dewi air mata langsung melesat menuju kelangit, kali ini dia akan kembali menerima petir kesengsaraan sebagai syarat penaikan ranah kultivasinya menuju tingkat kaisar immortal, dia akan menerima sembilan kali sambaran petir saat ini.


Awan hitam muncul bergulung-gulung di sertai suara desisan kilat dan juga petir, sedangkan She Xia dan keluarga hanya menonton dari bawah.


Brak...


Wu Jing muncul dari bawah reruntuhan atap kamar, wajah dan juga seluruh pakaian nya terlihat sangat kotor bahkan rambut putihnya terlihat sangat ramai dengan hiasan serbuk kayu dan juga beberapa serpihan kayu kecil.


Dia berjalan mendekati She Xia dan yang lainnya, seraya tangannya terus menepuk debu dan juga serpihan kayu yang menempel di tubuhnya.


"Apa yang terjadi dengan istriku?" tanya Wu Jing yang sudah sangat penasaran melihat tindakan istrinya.


"Ibu akan mengulang kembali ujian kenaikan ranah kultivasinya! Dia akan segera menerima sambaran petir dari langit segera!" ucap She Xia.


"Astaga! Bagaimana jika dia kembali gagal dan tertidur seperti beberapa waktu yang lalu?" tanya Wu Jing dengan wajah yang sangat pucat karena khawatir terhadap keselamatan sang istri.


"Tenanglah ayah! Aku tidak hanya memberikan pil pembangkit jiwa untuk ibu, tapi aku sudah mencampurkan sebuah ramuan istimewa dalam pil yang di minumnya!"


"Ramuan? Ramuan apa maksudmu?" tanya Wu Jing.


"Tentu saja itu adalah esensi dari pil penguat jiwa dan juga pil penguat dentian! Ayah lebih baik duduk dan lihat baik-baik apa yang terjadi dengan ibu!" ucap She Xia dengan santai.


Dewi air mata telah berdiri di langit, dia sengaja menerima petir kesengsaraan jauh dari keluarganya agar tidak menyakiti siapa pun, terlebih saat ini adalah penaikan ranah kaisar immortal.


Jedeeeer...


Petir pertama muncul dan menyambar tubuh dewi air mata, wanita itu menerima serangan dari petir kesengsaraan sembari menyunggingkan senyuman manis, bagaimana tidak? Kini tubuh dan juga kekuatan tulangnya semakin kokoh, bahkan kekuatan jiwa nya pun semakin kuat dan kuat.


Jedeeeer...

__ADS_1


Petir kedua kembali menyambar, dewi air mata masih tak bergeming di tempatnya, dia menyerap semua energi yang memasuki dentian nya dengan sangat rakus, terlebih saat ini dantian bawahnya telah berevolusi menjadi 6 dantian besar dan menghubungkannya ke dalam meridian.


Jedeeeer...


Jedeeeer...


Jedeeeer...


Petir ketiga hingga petir kelima pun kembali menyambar, tapi wanita itu masih tetap berdiri dengan kokoh bahkan meski kini pakaian nya sudah robek di sana sini.


Sedangkan seluruh keluarga nya yang saat ini menunggu di bawah terihat sangat khawatir. Mereka takut jika dewi air mata tak akan sanggup untuk menahan petir pembaptisan dari langit.


Jedeeeer...


Jedeeeer...


Jedeeeer...


Jedeeeer...


Wu Jing bergegas melesat kelangit, dia harus memastikan tidak ada satu orang pun yang bisa melihat tubuh istrinya saat ini. Dengan cepat, dia melepaskan jubah yang dipakainya untuk menutupi tubuh dewi air mata yang sudah polos itu.


Blush...


Aura yang bocor dari tubuh dewi air mata pun menguar seketika hingga membuat semua orang terdiam bagaikan patung, mereka bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Kaku...


Waktu seolah berhenti sejenak saat dewi air mata menjentikan jari tengah dan ibu jarinya, dengan cepat wanita itu pun segera mengganti pakaian nya dengan pakaian yang baru dan melesat membawa tubuh suaminya kembali menuju ke bawah.


Ctak...


Wanita itu kembali menjentikan jarinya dan semua orang segera terbangun seluruh kesadarannya dan kembali melanjutkan aktivitas mereka.

__ADS_1


"Selamat bu.. Kau telah mengulang kembali ranah kultivasi mu hingga ke tahap kaisar immortal!" ucap Wu Zhuang, dengan cepat raja iblis itu segera mendekat pada dewi air mata.


Sejenak dewi air mata terdiam melihat wajah Wu Zhuang yang begitu mirip dengan sang suami saat masih muda, dadanya berdetak dengan sangat ceoat, hingga bibirnya pun terlihat gemetar saat menyebutkan satu nama.


"Zhu-Zhuang'er! kau kah itu nak?" tanya dewi air mata dengan berkaca-kaca.


Wu Zhuang mengangguk dan segera merengkuh tubuh ibunya, dia mendekap erat tubuh sang ibu yang sekian lana telah di rindukan nya, bahkan raja iblis itu terlihat menangis dengan sesenggukan di dalam pelukan ibunya.


She Xia dan Jia Li juga mendekat, keduanya mengucapkan selamat pada dewi air mata, setelah Wu Zhuang memperkenalkan istri dan juga putri kecilnya, dewi air mata menangis sesenggukan seraya merengkuh tubuh menantu dan juga cucunya.


Dia yang terpaksa meninggalkan Wu Zhuang pada Wu Jing saat bayi tentunya begitu terharu melihat seluruh keluarga nya kini berkumpul dan berbahagia.


Wu Zhuang segera mengajak kedua orang tuanya untuk masuk ke istana dan membawa mereka ke sebuah aula khusus, tempat keluarga mereka berkumpul, sementara She Xia dan juga Jia Li mengikutinya dari belakang.


Akhirnya mereka pun duduk dan bercengkerama bersama, dewi air mata juga menceritakan apa yang terjadi padanya sesaat setelah dia melahirkan Wu Zhuang, dia dipaksa untuk kembali ke alam atas oleh para dewa untuk menerima hukuman atas perintah dari dewa Agung.


Jia Li terbangun dari kursi nya, mata bocah itu terlihat sangat merah setelah mendengar informasi yang di berikan oleh dewi air mata. Dia semakin dendam pada dewa agung yang telah semena-mena pada keluarganya.


"Lihat saja nanti! Aku pasti akan menghancurkan kesombongan dewa Agung itu! Berani sekali dia menyakiti seluruh keluarga ku!" ucap Jia Li seraya mengepalkan tangannya.


Bocah itu pun segera pergi dari aula keluarga menuju sebuah paviliun yang merupakan tempat tinggal nya. Saat ini dia harus memikirkan taktik perang melawan dewa Agung agar tak membuat kerugian besar pada kaum nya.


Sementara di pagoda tujuh lantai saat ini puluhan dewa beserta pasukan kerajaan atas melesat dengan sangat cepat! Mereka bergegas menyelesaikan ujian untuk bisa naik hingga ke lantai tujuh pagoda agar bisa menangkap para penyusup.


Hanya saja saat ini sepertinya ujian dari setiap lantai sangat berbeda dari biasanya, dan mereka mendapatkan banyak sekali kesulitan saat bertarung melawan para beast.


Saat dilantai satu, mereka di hadapkan pada seratus manusia kerdil, yang langsung memberikan pilihan kotak hitam pada mereka, namun mereka yang tidak tidak bisa mendapatkan kotak akan di tendang keluar dari dalam pagoda dan baru bisa masuk kembali kesana setelah seribu tahun.


Baaam...


Baaam...

__ADS_1


Bam....


Manusia kerdil itu langsung melemparkan tubuh para dewa dan juga pasukannya keluar dari dalam pagoda, mereka melayang dengan sangat cepat dan langsung terjerembab di atas tanah tepat di depan pintu pagoda.


__ADS_2