BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 75


__ADS_3

"Heh.. Rupanya kau reinkarnasi dari ratu neraka! Jika kau berfikir aku tidak mengenalimu, kau salah besar bocah kecil!" Dewa Agung mengambil kembali senjata gada miliknya dan berusaha untuk menyerang Jia Li yang baru saja menapakkan kakinya di atas tanah.


Swush....


Dia menghilang dari tempat semula dan kembali muncul tak jauh dari Jia Li, dengan seluruh kekuatannya, dia mengayunkan gada miliknya dan langsung melepaskan serangan yang mematikan.


Bilah energi yang besar memancar dari gada yang diayunkannya seolah menjadi gelombang penghancur yang di penuhi aura membunuh yang sangat pekat ke arah tubuh bocah itu.


Jia Li yang masih menjaga kewaspadaan nya, segera menyiapkan jurus terkuat miliknya, dia juga menggunakan energi kegelapan untuk melepaskan serangan menyambut energi penghancur yang dilepaskan oleh dewa agung.


Booom...


Boooom...


Duar...


Terdengar suara ledakan saat dua kekuatan itu bertabrakan, bahkan bilah energi yang dihasilkan oleh serangan itu pun berhasil membuat para dewa dan juga kaum iblis mundur hingga puluhan langkah kebelakang.


She Xia melotot tajam, sepertinya dewa agung tak mau mendengarkan peringatan yang dia berikan dan berusaha untuk melukai Jia Li, wajah wanita itu terlihat menghitam, apalagi saat ini keadaan putri kecilnya itu cukup mengenaskan.


"Berani menyakiti putriku! Mati!" She Xia segera mengarahkan trisula miliknya ke arah dewa agung yang saat ini masih mengatur nafasnya, dia tak akan memberikan toleransi pada siapa pun yang berani menyakiti keluarganya.

__ADS_1


Swuuuush...


Energi besar keluar dari tubuh dan juga trisula miliknya dan membentuk jutaan pisau kecil yang sangat tipis dan juga tajam, dewa agung berbalik, dia berusaha untuk menggerakkan badannya dan menyiapkan jurus terkuat miliknya untuk bisa melawan serangan yang diluncurkan oleh wanita itu.


Kini ditangan dewa agung muncul sebuah tombak dengan aura yang sangat kuat, bahkan tombak itu berdengung saat dewa agung mengalirkan Qi miliknya, dia harus bisa mengalahkan She Xia, meskipun dimasa lalu wanita itu merupakan seorang dewi surgawi, tapi dia sangat yakin jika wanita itu belum mendapatkan seluruh kekuatannya secara utuh hingga dirinya masih memiliki kesempatan untuk mengalahkan dan membunuhnya.


Dia tak ingin melihat kesombongan dari ras iblis yang terus saja memprovokasi dan berusaha untuk menjatuhkan harga dirinya, dia seorang dewa agung, dewanya para dewa, bagaimana mungkin bisa gentar melawan serangan para iblis?


Sedangkan Wu Jing bersama sang putra Wu Zhuang kini sudah melesat dan memimpin ke tiga puluh ribu pasukan iblis untuk menyerang para dewa, dia akan membuat dewa-dewa itu sibuk dengan pertempuran nya sendiri sehingga tidak memiliki kesempatan untuk membantu dewa agung yang kini masih bertempur dengan She Xia.


Dewi airmata kini melesat ke arah Jia Li, dengan cepat dia mengambil sebuah botol porselen dan mengeluarkan isinya, sebuah pil penyembuh dengan kualitas paling sempurna dan ada di tingkat dewa dengan segera dia minumkan pada Jia Li, dia juga tanpa ragu membantu penyerapan dari pil itu dengan mengalirkan energi Qi miliknya dengan teratur dan terus menerus hingga pil itu melebur di dalam perut Jia Li.


Tubuh Jia Li terangkat keatas, dengan cepat bocah itu pun segera bersila dan langsung memfokuskan fikirannya untuk menarik esensi langit dan bumi guna menunjang peningkatan ranah kultivasinya.


Seluruh energi semesta berkumpul seolah tersedot kedalam tubuh bocah kecil itu, dia terus menghisap seluruh energi yang ada di atas langit dan juga dibumi dengan gila-gilaan dan langsung menumpuknya di dalam dantian, dengan telaten bocah itu juga terus mengalirkan energi murni miliknya untuk bisa menyelaraskan seluruh energi yang masuk ke arah dantiannya dan dengan cepat segera kembali dialirkan menuju keseluruh meridian.


Tubuh bocah itu bergetar, sebuah cahaya keperakan muncul dari dalam tubuhnya dan langsung membesar hingga menelan tubuh Jia Li. Aura agung menguar dari sekitar tempat pertempuran, Xini Jia Li semakin berfokus karena dia akan segera mendapatkan penaikan ranah kultivasinya hingga ke saint.


Siapa yang menduga jika bocah itu akan mengalami peningkatan ranah kultivasinya saat terjadinya pertempuran, bahkan saat ini bocah itu seolah menghilang begitu saja dari pertempuan. Dan kembali muncul demgan wujud dan juga penampilan yang sangat berbeda.


Dia terlihat lebih tua dari usianya, bocah itu kini sudah seperti seorang kutivator tingkat tinggi dengan sebuah pedang yang teracung di tangannya, bahkan aura penekanan dan juga aura membunuh yang sangat pekat kini melingkupi wilayah pertempuan dan berhasil menekan kekuatan dan juga ranah kultivasi mereka hingga ke ranah kaisar.

__ADS_1


Apa yang bisa dilakukan oleh seorang dewa saat ranahnya menurun? mungkin mereka akan dikeluarkan dari alam atas dan hidup layaknya manusia biasa dialam menengah bersama ras manusia.


Booom...


Booom....


Duar...


Ledakan besar kembali terjadi, dua kekuatan yang di keluarkan oleh dewa Agung dan juga She Xia bertabrakan dan membuat alam tengah bergetar, sementara seluruh bilah energi yang di hasilkan ledakan itu berhasil memukul mundur keduanya dan menghantam tanah kosong hingga membentuk sebuah kawah. kini tubuh She Xia dan dewa agung mulai menjauh dan bersiap menembakkan serangan jarak jauh seraya memegangi dadanya.


Efek dari energi yang bertabrakan tadi cukup parah hingga membuat keduanya terluka. Jia Li dengan cepat melesat ke samping sang Ibu, bocah itu mulai mengalirkan energi murni untuk membantu She Xia menyembuhkan diri, dia juga melemparkan sebuah pil berwarna putih yang memiliki garis merah ditengah nya.


Swoooosh....


Energi baru mulai memasuki seluruh tubuh She Xia, terlebih saat ini Jia Li terus mengalirkan srluruh energi yang menumpuk tadi ke tubuh She Xia.


Boooom....


Booom...


Terdengar suara ledakan teredam dalam tubuh She Xia, bersamaan dengan peningkatan ranah kultivasinya yang melonjak naik dengan sangat cepat, bahkan energi petir dan juga api hitam abadinya kini mulai bertransformasi menjadi petir kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2