BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 74


__ADS_3

Para dewa tertegun melihat seluruh senjata yang kini ada di genggaman tangan musuhnya, terlebih kedatangan dewi air mata yang lebih memihak kaum iblis di bandingkan dengan ras nya sendiri membuat para dewa semakin murka dan bersiap untuk menyerang. Mereka akan mengerahkan seluruh kekuatan terbaiknya demi melampiaskan dendam beribu tahun lalu.


Siapa yang mau berada di bawah kaki para iblis? Sementara mereka adalah ras yang tertinggi dan menguasai alam atas, itu adalah penghinaan terbesar bagi para dewa jika harus bertekuk lutit pada musuhnya.


Terlebih saat ini mereka juga memiliki kekuatan dan ranah kultivasi beberapa tingkatan di atas para iblis. Hanya lelucon bocah saja jika para dewa bisa dikalahkan oleh iblis yang memiliki kekuatan lebih rendah.


"Kau mengkhianati kaum mu sendiri dewi air mata!" teriak dewa agung dengan sengit, matanya terlihat merah menahan amarah dan juga rasa sesak didadanya saat melihat salah satu kaum nya berpindah haluan dan berdiri diantara musuh-musuhnya.


Dewi air mata tersenyum kecut, sepertinya dewa agung belum juga menyadari kesalahan dan juga keegoisannya. Dia lebih cenderung menyalahkan orang lain dibandingkan introspeksi diri dan mengubah pandangan buruk nya terhadap ras lain.


Apa salah nya jika dia ada disisi Wu Jing? Meski keduanya telah terpisah selama ratusan tahun, nyatanya itu bukan karena kehendak keduanya melainkan atas takdir yang diberikan oleh dewa agung sendiri yang telah menariknya kembali ke alam atas dan mengurungnya di dalam pagoda tujuh lantai.


Bahkan dewi air mata sudah berjuang untuk meminta pengampunan, tapi dewa agung tetap bersikukuh menghukum dewi air mata.


"Bukankah kau telah mengurungku selama ratusan tahun di dalam pagoda 7 lantai dewa agung? Dan kini aku telah mendapatkan kembali kebebasan ku, lalu untuk apa aku berpihak pada para dewa yang telah menghukum diriku? Bahkan suamiku terus berjuang demi menyelamatkan ku dari dalam sana?" jawab dewi air mata.


Saat ini wanita itu terlihat begitu marah, terlebih dewa agung terus saja memojokkannya hingga membuat dewi air mata semakin bertekad untuk membunuh dewa agung.


"Aku fikir kau akan berubah! Nyatanya tidak sama sekali! Kalau kau fikir kau bisa menang hanya dengan berdiri di pasukan iblis, kau salah! Bahkan kami para dewa memiliki kekuatan yang lebih besar di bandingkan dengan kalian para iblis!" teriak dewa agung.


Akhirnya pertempuran antara dewa dengan iblis pun tak terelakkan lagi, dentingan senjata mulai terdengar hingga beberapa puluh meter ke depan, hingga akhirnya ras manusia pun ikut menonton pertempuran itu.

__ADS_1


Mereka mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi antara para dewa dan juga iblis hingga keduanya bertempur? Bahkan mungkin akibat dari pertempuran itu bisa saja merusak ketiga alam.


Tapi dewa agung tak peduli dengan pemikiran siapa pun terlebih saat dia melihat sebuah tato di dahi She Xia yang berbentuk seperti kitab, dia sangat yakin jika wanita itu merupakan sang alkemis dari ras iblis dan memiliki kitab dewa obat yang telah lama menghilang dari dunia atas.


Dan bisa saja wanita itu juga yang saat ini telah mendapatkan tungku sembilan naga milik dewi surgawi. Keserakahan mulai menguasai hatinya, dia akan membunuh wanita iblia itu dan merebut kedua benda berharga miliknya.


"Kau! Kembalikan kitab dewa obat dan tungku sembilan naga! Iblis sepertimu tak pantas memiliki benda berharga milik alam atas!" teriak dewa agung dengan pancaran mata yang dipenuhi keserakahan.


She Xia mendengus saat mendengar ucapan dari dewa agung, siapa dia? Bahkan dirinya jauh lebih murni dibandingkan dewa agung yang hanya merupakan anak dari seorang pelayan yang diangkat selir oleh dewa agung terdahulu.


Jika menitik beratkan derajat, bahkan dewa agung tak lebih hanyalah pelayan rendah jika saja didalam tubuhnya tidak mengalir darah dari cdewa agung terdahulu.


Para dewa dibuat tertegun dengan ucapan She Xia, darimana wanita iblis itu mengetahui identitas dewa agung? Sedangkan hanya sedikit yang mengetahui rahasia itu di alam atas. Sedangkan She Xia hanya menyunggingkan senyuman sinis.


Tubuhnya seketika memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan mata, mahkota kecil di kepalanya pun muncul, iris matanya berubah menjadi biru dan berambut putih.


Semua orang terbelalak kaget melihat perubahan wujud She Xia, siapa yang tidak tahu dan tidak mengenal sosoknya? Bahkan seluruh alam memuja kecantikan nya. Dialah sang dewi surgawi, dewi pemegang kebijaksanaan semesta.


Blaaar...


Cahaya itu langsung meredup, berpendar bagai ribuan kunang-kunang yang mengelilingi tubuh She Xia, kini para dewa terlihat gemetar, pedang ditangan mereka pun seketika terjatuh, meninggalkan suara yang cukup nyaring.

__ADS_1


Clang...


Clang...


Clang...


Pedang dan tombak di tangan para dewa pun berjatuhan, mereka saling lirik dengan mata menyiratkan keraguan, jika dewi surgawi ada di pihak para iblis, bukan kah itu berarti jika saat ini para dewa telah melakukan kesalahan?


Mereka terlihat begitu takjub dengan tubuh baru milik sang dewi surgawi yang begitu putih bagaikan porselen, lembut bagaikan sutra dan bercahaya bagaikan matahari pagi.


Bahkan gerakannya terlihat begitu tenang dan indah memancarkan aura kelembutan nan menenangkan. Begitu mempesonakan mata yang memandang.


"Kuharap kau tak pernah melakukan hal buruk lagi dewa agung!" ucap She Xia lantang, aura tirani bocor dari tubuhnya hingga membuat tubuh para dewa tak bisa bergerak.


Baaaam....


Terdengar suara dari langit, sebuah lorong besar muncul dengan sepuluh ribu pasukan iblis yang dipimpin oleh seorang bocah berusia lima tahun keluar dan langsung melesat cepat menuju pasukan iblis.


Gerakannya begitu tajam dan ringan, namun terlihat mematikan. Mereka telah bersiap dengan pedang hitam yang telah di penuhi aura membunuh yang sangat pekat.


Sosok bocah itu begitu dominan diantara pasukannya, meskipun tubuhnya masih kecil, tapi siapapun pasti merasakan tekanan dari aura miliknya yang bahkan jauh lebih pekat dari milik siapa pun, termasuk dewa agung.

__ADS_1


__ADS_2