BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 66


__ADS_3

"Hei anak muda! Bukankah pria tua ini menyuruh kalian berdua untuk berjalan ke arah pintu yang tengah itu! Lalu kenapa kalian terus berbaring di lantai seperti itu?" tanya pria itu sambil menaik turunkan alis nya.


Wu Zhuang melotot mendengar pertanyaan pria tua itu. Hatinya benar-benar geram, jika bisa dia pasti akan memakan pria tua di hadapannya dan menjadikan nya daging panggang.


'Dasar pria tua gila! Mengganggu keromantisan zhen dengan permaisuri saja! Sepertinya pria tua itu tidak memiliki pasangan hingga merasa tak nyaman dengan situasi ini!' umpat Wu Zhuang dalam hati.


Sementara She Xia hanya terkekeh pelan, sepertinya otak cantik nya itu telah merancang beberapa rencana agar tekanan gaya bumi yang di terimanya sedikit berkurang.


"Astaga senior! Maafkan tingkah junior bersama suami! Sepertinya senior tidak terbiasa melihat interaksi kami! Hihihi... Kami memang selalu seperti ini! Dan suamiku selalu saja memanjakan istri cantik nya ini meskipun sedang berperang sekalipun!" ucap She Xia seraya mengerlingkan sebelah matanya pada Wu Zhuang.


Raja iblis itu sepertinya telah memahami rencana yang di buat istrinya, dengan santai dia pun mengikuti drama cinta itu dan membuat si pria tua semakin memerah karena kesal sekaligus sedih.


"Ugh... Permaisuri zhen memang yang terbaik!" ucap nya seraya mencium kening She Xia.


Cup...


Cup...


She Xia ikut mendaratkan bibir nya di pipi kiri dan kanan Wu Zhuang, sepertinya sepasang suami istri itu sudah tidak memperdulikan lagi gaya tekan bumi yang menghimpit keduanya dan malah semakin pamer kemesraan.


She Xia dan Wu Zhuang saling lirik sambil tersenyum, sementara si pria tua mendengus dan mengusap dadanya, batinnya bergejolak.


'Seperti inikah rasanya memiliki istri? Andai saja aku juga memilikinya, mungkin aku tidak akan berakhir menjadi penjaga pagoda!' gumam pria tua itu seraya bangkit dari duduknya dan berjalan menjauh dari kedua orang yang sedang bahagia.


"Kena..!" ucap She Xia bersamaan dengan Wu Zhuang, keduanya langsung bangkit dan melesat dengan cepat menuju pintu kedua dan membukanya.


Krieeet...

__ADS_1


Pintu itu langsung berhadapan dengan tangga menuju lantai 7 pagoda, She Xia berjalan dengan santai menaiki satu persatu anak tangga yang ada di hadapannya sambil menggelayut manja di tangan suaminya.


"Sepertinya rencana mu berhasil permaisuri ku!" ucap Wu Zhuang memuji kepintaran sang istri.


Sedangkan She Xia hanya tersenyum ringan, dia sudah menyadari hal itu sejak si pria tua memandanginya saat Wu Zhuang tengah mengelap debu di wajahnya, dia sangat yakin jika pria tua itu sangat kesepian dan tidak memiliki pasangan.


Apa yang mereka pamerkan membuat pria tua itu merasa sedih dan juga sangat terluka, hingga cepat atau lambat gaya tekan bumi yang mereka rasakan pun beringsut semakin berkurang dan berkurang.


Karena si pria tua itu kehilangan fokus nya dan lebih condong untuk meratapi nasibnya, hal itulah yang di manfaatkan oleh She Xia dan Wu Zhuang, terkadang sedikit bersenang-senang di atas penderitaan orang lain tidak buruk juga, akhirnya keduanya pun sampai di lantai 7, suasana hening kembali terasa, bahkan lantai 7 itu terlihat kosong, tak ada satu benda pun di sana.


She Xia dan Wu Zhuang celingak celinguk ke kiri dan kekanan, mereka harus menemukan penguji di lantai 7, tapi baru saja She Xia menggerakkan bibirnya, tubuh nya seolah terangkat, dia melayang di udara bersama Wu Zhuang.


"Sial! Ini gaya gravitasi bumi! Apa sebenarnya yang di inginkan oleh penguji di lantai 7 ini? Benar-benar merepotkan!" gerutu She Xia dengan wajah kecut.


Wu Zhuang hanya mengusap lembut pucuk kepala sang istri untuk menenangkannya, saat ini dadanya juga di buat sesak karena sejak tadi mereka terus saja di permainkan oleh penguji dari setiap lantainya.


Dia mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh sang suami, namun dia cukup yakin jika saat ini Wu Zhuang telah menemukan posisi dari penguji di lantai tujuh itu dengan benar.


"Hahaha.. Ternyata matamu cukup jeli juga anak muda! Sayangnya aku tidak akan terpengaruh seperti si tua bangka Wei itu! Yang telah kalian tipu dengan cara yang licik untuk bisa mencapai pintu kedua dan naik menuju ke lantai akhir!" jawab seorang pria dengan suara yang sangat menggema.


Namun dia belum mau menampakkan dirinya di hadapan She Xia dan juga Wu Zhuang.


"Ujian dari lantai 7 adalah kalian harus bisa turun dari atas sana dan berjalan dengan santai di atas lantai itu!" ucap suara itu lagi mengintruksi She Xia dan Wu Zhuang.


"Lalu kenapa kau masih bersembunyi pria tua? Jangan katakan kalau saat ini kau juga melayang seperti kami! Dan belum bisa menjejakkan kakimu di lantai!" ucap She Xia memprovokasi.


Uhuk...

__ADS_1


Uhuk...


Uhuk...


Terdengar suara batuk dari pria tua itu, sepertinya saat ini tebakan She Xia benar, pria tua itu pasti dalam keadaan yang sama seperti mereka berdua, melayang dan tak bisa menurunkan kakinya di atas lantai.


"Tidak perlu banyak tanya! Lakukan saja tugas kalian dengan baik!" ucap suara itu sedikit ketus.


She Xia dan Wu Zhuang terkikik mendengar ucapan pria itu, keduanya juga kini memikirkan ide yang sama, sedikit bermain-main dengan pria tua itu sepertinya akan menyenangkan.


"Suamiku! Haruskah kita membantu pria di balik dinding itu untuk turun?" tanya She Xia.


"Tidak masalah, kau bisa menggebukinya dari atas, dan zhen akan menarik kakinya dari bawah, setelah itu kita bisa membanting nya bersama-sama agar si pria tua itu bisa turun ke lantai!" ucap Wu Zhuang sarkas.


Pria tua itu membulatkan matanya saat mendengar ucapan dari Wu Zhuang, bagaimana mungkin keduanya berfikir untuk menganiaya dirinya? Sementara mereka berdua pun sama-sama melayang saat ini.


"Dasar bodoh! Lebih baik kalian fikirkan saja bagaimana caranya kalian bisa turun dari sana! Kenapa harus memikirkan pria tua ini? Aku bisa turun sendiri!" ucap pria tua itu tanpa sengaja membocorkan rahasia nya yang juga melayang di udara.


Pft...


"Hahaha..." She Xia dan Wu Zhuang pun tertawa bersama mendengar ucapan pria tua itu, mereka memang sudah yakin jika nasib pria itu tak jauh dari keduanya saat ini.


...----------------...


Jangan lupa dukung terus karya receh author ya readers, klik like dan komentar nya. Jika berkenan lemparkan juga vote dan gift nya.


Sehat selalu readers. 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2