
Drap...
Drap...
Drap...
Langkah kuda terdengar begitu menggema saat ratusan prajurit mulai memacunya untuk segera menemukan kandidat terbaik seperti yang di inginkan kaisar mereka agar segera bisa menyelamatkan putra mahkota Liu Shang.
Mereka memacu kudanya dengan sangat cepat agar bisa segera sampai di kerajaan-kerajaan kecil maupun kekaisaran terdekat untuk menyampaikan titah dari kaisar Liu.
Tak ingin membuang banyak waktu, akhirnya para prajurit itu pun sepakat untuk menyebar, mereka membagi pasukan menjadi sepuluh dan akan bergerak menuju jalur yang berbeda.
Bruk...
Seorang prajurit tiba-tiba saja jatuh dari kuda yang di tungganginya begitu kepala nya tertimpa sebuah guci arak yang di jatuhkan seseorang dari atas pohon.
Prajurit yang lain pun ikut berhenti melihat salah satu rekan nya yang terjatuh, mereka terlihat tertawa begitu puas menyaksikan dahi rekannya yang benjol sebesar kepalan tangan, terlebih dia terjatuh menimpa tanah yang becek hingga wajahnya tertutup dan semakin terlihat jelek.
Prajurit itu langsung bangkit dan mengedarkan pandangan nya ke sekeliling, sudut matanya melihat seorang pria tua berbaju compang-camping yang tengah duduk di atas dahan pohon sambil meminum arak dengan sangat nikmat.
Itu adalah pemandangan yang sangat buruk bagi prajurit itu, terutama setelah dia menyadari jika kendi yang di pegang si pria itu sama persis dengan kendi yang tadi menimpa kepalanya.
Prajurit itu pun langsung mengepalkan tangannya, jika saja saat ini wajahnya tidak tertutupi tanah, pasti semua orang pun akan melihat wajahnya yang memerah dengan degup jantung yang sangat cepat.
Dia sangat marah begitu mengetahui jika sang pembuat masalah adalah si pria tua pemabuk yang sering berbuat keonaran di pasar jika kekurangan arak, pria itu bahkan tidak memiliki tempat tinggal dan selalu tidur di atas pohon seperti seekor kera.
"Hai pria tua! Kau berani bermain-main dengan prajurit kekaisaran? Turun kau dari sana dan hadapi aku jika kau memiliki keberanian!" si prajurit itu mengungkapkan kekesalan nya dengan menyuruh pria itu turun dari dahan pohon.
__ADS_1
Rekan-rekan si prajurit itu pun bergegas mendekati pohon besar dan melihat si pria tua yang masih acuh tak acuh meminum araknya sambil sesekali bersenandung sedih dan menunjukkan tatapan penyesalan.
Prajurit itu merasa sangat kesal karena ucapannya tidak di gubris oleh pria itu, tanpa aba-aba, prajurit itu pun mulai menyerang pria tua itu dengan elemen apinya, dia adalah prajurit kekaisaran yang kultivasi nya sudah berada di tahap jendral, bagaimana bisa pria itu tetap tenang dan tak menunjukkan Kepanikan saat mendengat tantangan nya?
Tentu saja hal itu membuat si prajurit naik pitam dan berfikir untuk menyerang si pria itu dengan segenap kemampuan tempur terbaik miliknya, dia itu prajurit senior yang sangat di segani oleh juniornya, mana mungkin melepaskan musuhnya begitu saja tanpa membuatnya babak belur.
Sedangkan si pria itu masih duduk di tempatnya, serangan yang di luncurkan oleh prajurit yang tanpa sengaja dia singgung itu bukanlah apa-apa, sekalipun mengenai tubuhnya paling hanya akan membuat dia bentol-bentol dan sedikit gatal.
Dengan cepat dia mengangkat tangannya dan mengibaskan lengan hanfunya untuk membalikkan serangan pada orang yang baru saja memiliki niat untuk membunuhnya.
Tapi ternyata kibasan kecil yang dibuatnya itu berhasil menghantam tubuh prajurit yang tadi menyerang nya hingga membuat tubuhnya terpental hingga jarak sepuluh meter, dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.
Bruk...
Prajurit itu terjatuh dengan posisi menungging, lagi-lagi wajahnya tersungkur mencium tanah membuatnya semakin kesal dan juga amarah nya memuncak.
Jurus apa yang dikeluarkan oleh si pengemis tua gila itu? Bahkan gerakan nya tadi terlihat sangat luwes dan begitu santai tapi sanggup membuat dia hampir kehilangan nyawanya.
Prajurit yang lain juga akhirnya ikut menyerang pria itu, mereka mengeluarkan pedang nya dan mulai memberikan tebasan pada orang gila di hadapan mereka saat ini.
Yang benar saja! Bahkan kekuatan dari dua puluh lima orang prajurit yang telah berada di ranah jendral itu tak berarti apa-apa untuk si pria tua itu.
Dia tak bergeming di tempat nya dan hanya mengangkat tangan nya perlahan, kemudian menangkap energi yang hendak melukainya dengan telapak tangan kirinya saja.
Tentu saja hal itu pasti akan terjadi, karena pria tua yang di hadapi para prajurit itu adalah master Lang yang sudah berada di ranah Saint namun tak pernah sekalipun menunjukkan kemampuan nya pada orang lain.
Dan kali ini dia terpaksa harus menggunakan kemampuan nya itu untuk melindungi dirinya dari serangan para prajurit hingga membuka kedok si pria tua gila itu di hadapan semua orang.
__ADS_1
Dia adalah seorang kultivator tingkat tinggi dan selangkah lagi akan memasuki ranah immortal, dan memang orang seperti inilah yang saat ini mereka cari untuk di bawa ke hadapan kaisar mereka agar bisa melenyapkan array dan juga formasi yang mengurung putra mahkota Liu Shang dan juga jendral Jun Jian.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Para prajurit itu seketika berlutut saat tak sengaja merasakan ranah kultivasi master Lang yang merembes keluar dari dalam tubuhnya, mereka harus berhati-hati dengan orang seperti ini agar nyawa mereka tidak terancam.
"Maafkan kebodohan kami tuan!" ucap salah seorang dari para prajurit itu sambil menangkupkan tangannya memberi hormat pada Master Lang.
Pria tua itu langsung mengerutkan kedua alisnya saat mendengar kata-kata sopan yang di ucapkan para prajurit, dia masih belum memahami tindakan para prajurit yang tiba-tiba berubah formal dan sangat sopan padanya.
Master Lang memandang ke dua puluh lima orang prajurit itu dengan seksama, dia pun akhirnya tahu jika saat ini sedang berhadapan dengan prajurit kekaisaran Liu yang begitu terkenal karena memiliki seorang jendral muda yang sangat berbakat dan begitu di agungkan karena kemampuan bertarung nya pada setiap pertempuran.
Hap...
Master Lang akhirnya melompat dari dahan pohon yang tadi di dudukinya dan langsung berdiri dengan tegak di hadapan para prajurit yang saat ini sedang terluka akibat serangannya itu.
"Kenapa kalian menyerang pria tua ini? Apakah kalian memiliki permusuhan denganku?" tanya master Lang sambil menatap satu persatu wajah prajurit yang terlihat pucat pasi itu.
Seorang prajurit pun memberanikan diri untuk mendongak dan melihat wajah pria tua itu sebelum akhirnya menjawab dengan suara yang sedikit gugup.
" Ka-kami kami di utus oleh yang mulia kaisar Liu untuk menemukan para kultivator tingkat tinggi untuk di bawa ke istana" jawabnya sambil kembali menunduk.
Master Lang semakin tak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh prajurit itu, dia akhirnya kembali meluncurkan pertanyaan untuk kedua kalinya pada para prajurit itu.
__ADS_1
"Apa yang diinginkan oleh kaisar kalian dari pria tua sepertiku?" tanya nya sambil mengangkat tangan kanannya dan kembali menenggak arak yang ada di dalam kendi.