
"Jia Li!" panggil She Xia
Jia Li hanya melirik sekilas kemudian kembali melanjutkan acara makan-makan nya, dia tak memperdulikan mata sang ibu yang kini melotot tajam padanya, dan terus menyuapkan satu demi satu potongan daging yang ada di atas piringnya.
Wu Jing hanya tersenyum kecut melihat kelakuan cucunya, sepertinya dia telah memiliki musuh sejak hari pertama dia menginjakkan kakinya di istana neraka itu.
Wu Zhuang mengambil dua potong daging dari piring nya, dia sengaja menyimpannya pada sebuah piring kecil kemudian di geserkan ke hadapan Wu Jing, tapi lagi dan lagi bocah itu menggerakan sumpit nya dengan sangat cepat, dia mengambil kedua potong daging itu dan langsung memasukkan nya ke dalam mulut.
"Nyam.. Nyam.. Nyam.." lagi-lagi bocah itu membuat She Xia mendengus, entah apa yang ada di dalam kepala dan otak putrinya itu hingga dia memperlakukan kakeknya sendiri seperti seorang saingan.
Jia Li seolah tidak memberikan kesempatan kepada Wu Jing untuk menyuapkan daging ke mulut nya, hingga akhirnya bocah itu mengeluarkan suara sendawa yang sangat nyaring.
Jia Li menyenderkan tubuh nya pada punggung kursi, tangan nya terus mengusap perut buncit nya yang semakin menonjol, entah setan apa yang saat ini tengah merasuki bocah itu, hingga dia menghabiskan 3 porsi daging yang di sajikan para pelayan untuk makan malam mereka.
"Ayah.. Aku akan menyuruh para pelayan untuk memasakkan kembali makanan untuk ayah!" ucap She Xia dengan wajah yang memerah menahan malu.
Hari pertama kedatangan mertuanya malah memberikan kesan yang buruk, putri semata wayang mereka dengan rakus nya menghabiskan seluruh sayur dan juga daging tanpa sisa.
Wu Jing tersenyum kecut, dia memahami jika saat ini cucunya itu tengah membalas dendam padanya karena telah menjatuhkan nya ke lantai, hingga akhirnya pria tua itu menggelengkan kepalanya untuk menolak perkataan She Xia.
"Ayah rasa nasi putih ini juga sudah cukup!" ucap Wu Jing seraya mengambil sumpit dan mulai makan. Pria tua itu sama sekali tidak berkomentar apa pun melihat kelakuan Jia Li, dia cukup dewasa dan bijaksana untuk memahami kekesalan hati cucunya.
Sedangkan Jia Li saat ini merasa tercubit ginjal nya mendengar penolakan yang di ucapkan oleh kakeknya itu, dia pun merasa bersalah karena telah bertindak keterlaluan.
__ADS_1
Usai makan semua anggota keluarga berkumpul di sebuah kamar yang sangat luas, She Xia mengeluarkan kotak kaca yang berisi tubuh dewi air mata dari ruang dimensi miliknya.
Jia Li memperhatikan wajah sang nenek dengan sangat seksama, namun akhirnya kembali melirik ke arah Wu Jing, dahi bocah itu berkerut hingga akhirnya ucapan pedas level 60 pun kembali menyembur dari mulut nya yang beracun.
"Astaga..! Ibu! Sepertinya nenek membutuhkan pil yang lain srlain pil pembangkit jiwa!" ucap Jia Li mengagetkan She Xia yang saat ini tengah mengatur tempat untuk pembuatan pil nya.
"Katakan obat apa yang di butuhkan oleh nenekmu Jia Li?" tanya She Xia sambil mengerutkan dahinya.
"Sepertinya nenek membutuhkan obat mata, aku takut nenek terkena katarak saat melihat pria tua itu! Lihatlah ibu.. Nenek ku yang cantik bagaimana bisa dia memiliki suami yang jelek dan sudah tua seperti itu?" ucap bocah itu hingga Wu Jing beserta She Xia dan Wu Zhuang hampir saja terjatuh karena ucapan absurd nya.
"Bocah ini..!" She Xia merasa geram melihat tingkah putri kesayangan nya itu, bagaimana bisa Jia Li mengucapkan kata-kata yang prontal seperti itu secara langsung di hadapan Wu Jing? Hingga pria tua itu terlihat menunduk diam, bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
Sepertinya ucapan bocah itu benar-benar mengenai ulu hatinya, hingga membuat peredaran darah pria itu tersumbat. Dan hampir saja menangis di buatnya.
Zhuuung...
Sebuah array terbentuk dan She Xia segera menyimpan tungku 9 naga di tengah formasi yang di buatnya, tangannya langsung mengambil tanaman herbal juga tanaman spirit tingkat 4, setelah itu dia pun segera duduk dalam posisi lotus.
She Xia menggunakan api hitam abadi miliknya untuk memanaskan tungku sembilan naga hingga tungku itu mencapai panas yang maksimal, kemudian dia melemparkan tiga macam tanaman herbal tingkat 4 ke dalam tungku dan membiarkannya hancur hingga menjadi esensi.
She Xia kembali memasukan 3 macam tanaman spirit yaitu rumput roh, batang altacia dan juga daun empat warna, kemudian dia melakukan pengontrolan api dengan kekuatan jiwa nya.
3 batang dupa kemudian, tungku itu pun berdengung, She Xia dengan cepat merogoh kembali cincin penyimpanannya dan segera melemparkan sebuah cairan khusus berwarna putih seperti susu.
__ADS_1
She Xia kembali menggunakan kekuatan jiwa nya untuk pembentukan dan pembersihan esensi dari pil nya, hingga tak lama kemudian tungku sembilan naga itu berdengung, pertanda pil yang di buat oleh She Xia telah srlesai.
She Xia dengan cepat membuka tungku itu, matanya berbinar melihat pil pembangkit jiwa dengan garis biru di tengahnya.
"Berhasil! Pil pembangkit jiwa tingkat bumi!" ucap She Xia seraya memasukan semua pil itu pada sebuah botol porselen. Dengan cepat She Xia pun berjalan ke arah Wu Zhuang dan Wu Jing, dia memperlihatkan pil yang telah di buatnya dengan wajah sumringah.
Wu Jing tersenyum bahagia, akhirnya isyrinya bisa kembali hidup setelah sekian lama tertidur seperti orang yang mati suri, begitu juga dengan Wu Zhuang yang langsung memeluk tubuh She Xia untuk menyalurkan rasa bahagianya karena bisa kembali bertemu dengan sang Ibu.
She Xia tersenyum lembut melihat kedua pria berbeda usia itu, dengan cepat ketiganya segera mendekati kotak kaca yang berisi tubuh dewi air mata.
"Berikan pil nya, biar ayah yang akan menyuapkannya pada ibumu!" ucap Wu Jing namun dengan cepat di tolak oleh She Xia.
She Xia meminta kedua pria itu untuk memindahkan tubuh dewi air mata ke atas tempat tidur dan mendudukkannya dalam posisi lotus. Kemudian dia meminta agar Wu Zhuang mengalirkan energi Qi nya dari belakang tubuh sang ibu, dan Wu Jing akan menahannya dari depan. Dan She Xia lah yang akan memberikan pil itu pada sang ibu mertua.
Akhirnya kedua pria itu pun mengangguk, mereka akan berbagi tugas demi kesembuhan dewi air mata. She Xia mulaiemasukan pil itu ke dalam mulut dewi air mata, dan Wu Jing dengan telaten mengalurkan energi Qi miliknya untuk membantu penyerapan pil itu bersama Wu Zhuang, hingga akhirnya dalam hitungan ke lima puluh pil itu langsung hancur dan terserap ke dalam tubuh dewi air mata.
She Xia segera menjauh begitu merasakan energi murni yang meledak dari tubuh dewi air mata, begitu pula dengan Wu Zhuang dan Wu Jing, keduanya kompak meloncat untuk menjauh dari tempat tidur.
Mata sang dewi terbuka, dengan cepat dia pun melesat ke langit hingga menghancurkan atap kamarnya, dan hampir saja mencelakai suami dan juga putranya karena ledakan energi besar yang menguar dari tubuh nya.
Brak...
Atap kamar pun roboh karena dorongan dari energi sang dewi, Wu Jing mendesis tertahan saat tubuhnya tertimpa reruntuhan atap kamar, sedangkan Wu Zhuang dan She Xia saat ini sudah melesat keluar bersama dengan Jia Li.
__ADS_1
"Astaga! Bagaimana mungkin pria tua bodoh itu kakek ku? Sepertinya langit sedang mempermainkanku saat ini!" ucap Jia Li seraya bertolak pinggang, dia berdecak kesal karena Wu Jing malah terpaku melihat kekuatan yang di miliki oleh istrinya hingga lupa untuk menyelamatkan diri.