
"Apakah serangan ku terlalu besar hingga kalian terlihat begitu kesakitan? Ternyata beast monyet api tidak sekuat ucapannya! Kalian terlalu bermulut besar! Benar-benar menyedihkan!" ejek Wu Zhuang sambil menaik turunkan alus nya.
Tentu saja beast monyet api merasa semakin marah mendengar ucapan Wu Zhuang, jika saja senjata dan jurus Wu Zhuang tadi tidak mengandung racun, mana mungkin mereka akan kalah? Mereka hanya salah bertindak, seharusnya mereka menghindari serangan dari Wu Zhuang dan bukan menyambutnya dengan kekuatan penuh, hingga efek kejut dari badai racun kegelapan tidak mengenai tubuh mereka.
Swush...
Mereka kembali bangkit dan melayangkan serangan ke arah Wu Zhuang.
Trang...
Trang...
Buak...
Bam...
Serangan yang di lakukan oleh mereka langsung di tangkis dengan sangat cepat oleh She Xia, gerakan nya yang halus dan seringan kapas meliuk di udara sambil bersalto dan memberikan beberapa pukulan di sertai tendangan yang begitu kuat dan kuat.
Bam...
Bam...
Brak...
Lagi-lagi mereka harus menelan kepahitan saat serangan yang di lancarkan tidak mengenai sasaran namun berbalik tajam ke arah mereka hingga beberapa orang di antaranya langsung terpelanting dan jatuh menabrak pepohonan bambu yang tinggi menjulang hingga roboh di tanah.
Bagaimana bisa wanita dari ras manusia ini memiliki kekuatan yang begitu mendominasi? Bahkan pukulan nya saja sanggup merontokkan seluruh gigi yang ada di mulut mereka. Tendangannya begitu akurat hingga menembus ulu hati mereka.
Uhuk...
Uhuk...
Mereka mulai terbatuk darah, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah mereka sebagai penjaga pagoda lantai dua di kalahkan dengan begitu telak, bahkan lawan di hadapan mereka tidak terluka sedikit pun.
"Apakah kalian masih akan terus menghalangi jalan kami? Jika seperti itu maka kami juga tak akan sungkan lagi untuk menjadikan tempat ini sebagai kabut darah kalian!" ucap She Xia seraya mengangkat kedua tangannya.
__ADS_1
Sepasang belati kembar muncul dari kehampaan dan kini telah bertengger manis di jedua tangannya. Beast monyet api hanya bisa menelan saliva mereka dengan susah payah, jika mereka terus menghalangi kedua orang di hadapan mereka saat ini, sudah di pastikan nyawa mereka akan menghilang.
Namun jika mereka memberikan jalan, maka dewa agung pasti akan menghukum mereka dengan sangat kejam. Ini benar-benar menyulitkan! Mereka berada di persimpangan dan tak tahu harus memihak siapa! Bahkan saat ini tubuh mereka terasa hancur hingga tulang-tulang nya pun seperti di rontokkan dari tempat nya.
Akhirnya beast monyet api tertunduk pasrah, mereka tak bisa menghalangi langkah Wu Zhuang dan juga She Xia yang langsung melesat menuju lantai tiga pagoda.
Zhep...
Zhep...
Kaki keduanya langsung menapak di lantai tiga, namun saat ini mereka sedikit keheranan karena lantai tiga tidak memiliki penjagaan sama sekali. Bukan tidak ada! Melainkan saat ini keduanya masuk dalam jebakan ilusi beast rubah hingga mereka merasakan lengang untuk menurunkan kewaspadaan nya.
She Xia yang merasakan kejanggalan langsung memberi tahu Wu Zhuang lewat telepati, dia tak ingin suaminya itu berfikiran sempit hingga menurunkan kewaspadaannya.
Mata She Xia bergerak ke kiri dan ke kanan memindai sesuatu yang sejak tadi menghalangi jalan mereka, sementara Wu Zhuang langsung duduk fan memejamkan matanya.
Wu Zhuang tidur dengan begitu nyaman, namun She Xia masih terus terjaga dan berusaha untuk segera keluar dari sana, hingga akhirnya dia pun menemukan hal yang sejak tadi di carinya.
"Akhirnya aku menemukan mu!" gumam She Xia dengan seringaian khas nya, sementara Wu Zhuang tersenyum tipis mendengar gumaman dari sang permaisurinya itu.
Wung...
Wung...
Beberapa jade spirit langsung bermunculan di sekeliling She Xia, wanita itu dengan cepat membuat segel tangan dan mengeluarkan api hitam dari tubuhnya untuk menghancurkan lapisan array yang kini mengunci pergerakan dirinya bersama sang suami.
Kratak...
Kratak...
Krak...
Krak...
Pyar...
__ADS_1
Array pun akhirnya pecah saat beberapa jade spirit itu langsung bersinar terang di iringi tembakkan Qi dari tangan She Xia, ini bukanlah hal yang sulit untuk She Xia, dia telah menguasai berbagai macam segel dan juga array tingkat tinggi hingga kemunculan array itu tidak membuat dirinya kesulitan sana sekali.
She Xia menghancurkan array ciptaan beast rubah seperti menjentikan tangan, itu sangat cepat dan cepat hingga mereka yang mengawasi pergerakan nya sejak tadi di buat melongo dan takjub dengan kemampuannya.
Siapa sangka array tersulit yang berhasil di ciptakan oleh beast rubah itu ternyata hanyalah mainan kecil untuk seorang She Xia, dia hanya burtuh waktu 50 tarikan nafas untuk membuat array itu hancur berkeping tanpa sisa.
Dan kini nampak di hadapan She Xia seratus ekor rubah berdiri dengan sombong sambil menatap tajam padanya, jika pandangan bisa merobek dan menyayat tubuh seseorang, mungkin saat ini She Xia sudah jatuh di lantai dengan tubuh penuh sayatan.
"Berani sekali kau menghancurkan array ciptaanku! Kau benar-benar cari mati!" teriak salah seekor rubah itu dengan cepat mengalirkan energi Qi ke tangannya dan langsung menyerang She Xia dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Baaam...
Tubuh rubah itu tiba-tiba saja terpental dan menabrak rekan-rekan nya hingga saling menindih, kemudian mereka bangkit dan mulai menyatukan kekuatan untuk menyerang She Xia.
Mereka membangun formasi penyerangan yang terdiri dari sepuluh ekor rubah dan dengan cepat membuat gerakan-gerakan aneh hingga akhirnya gelombang serangan yang sangat besar diiringi oleh gulungan angin topan datang dan mulai menghantam ke arah tubuh She Xia.
Booom...
Booom...
Sebuah benteng dari elemen tanah tiba-tiba saja muncul dan menghalangi serangan besar yang di lakukan oleh beast rubah, hingga tubuh mereka terpental dan formasinya berantakan.
Bam....
Baaam...
Bruk...
Entah kekuatan apa yang di miliki kedua manusia hingga mereka menjadi semakin kuat dan kuat, bahkan She Xia dan Wu Zhuang pun merasakan jika saat ini kekuatan tubuh nya meningkat tapi tidak dengan ranah kultivasinya.
Tulang-tulang nya terasa semakin padat dan kuat, bahkan serangan yang dilakukan pun seolah memiliki daya hantam yang berkali-kali lipat lebih besar dari pada biasanya. Inikah kekuatan tingkat immortal awal? Tidak! Bukan itu jawaban nya, karena nyatanya setelah melewati pertempuran di tiap lantai pagoda itu mereka merasakan manfaat pada tubuhnya.
Jika di lantai satu mereka merasakan tulang nya semakin kuat, maka saat meninggalkan lantai dua mereka merasakan kecepatan dan kelincahan tubuh mereka semakin gesit dan juga ringan.
Inikah manfaat dari pagoda 7 lantai? Jika benar! Maka sia-sia saja mereka yang tidak mendapatkan manfaatnya dan hanya mendapatkan hukuman di lantai 7.
__ADS_1