
Wu Jin di buat kalang kabut dengan banyaknya serangan dadakan yang ditujukan padanya dan juga para prajuritnya, dia pun berpikir bagaimana cara untuk bisa melawan kekuatan tak kasat mata itu. Banyak sekali jarum beracun yang mulai menyerang nya dan juga prajuritnya, kabut asap beracun pun tiba-tiba saja menghalangi pandangan mereka dan membuat mereka terpaksa harus menahan nafas nya selama mungkin sambil mencari jalan keluar, bahkan banyak prajuritnya yang mati dalam keadaan mengenaskan.
"Siapa dia? Kekuatan seperti apa yang saat ini sedang ku lawan? Siapa yang aku singgung?" pertanyaan demi pertanyaan terus berputar seperti jarum jam dalam kepala Wu Jin. Hingga akhirnya dia pun memilih untuk membawa kembali pasukannya keluar dari kerajaan kegelapan
" Lebih baik kita segera keluar dari tempat ini sebelum semakin banyak orang yang mati" putus Wu Jin pada akhirnya. Dia pun segera membaca mantra untuk membuat portal untuk keluar dari kerajaan kegelapan.
"Entah siapa yang sudah aku singgung sampai dia membantai pasukanku hingga hanya tersisa setengahnya" ucap Wu Jin sambil menghela napas berat.
Sementara She Xia di buat semakin lemah karena energi nya terus di serap oleh anak yang ada di dalam kandungannya, dan Wu Zhuang pun tak kunjung membuka matanya membuat Fai dan Fei semakin ketakutan.
"Permaisuri.." panggil Fai ragu-ragu
"Umm.." cicit She Xia pelan
"makanlah buah iblis agar permaisuri memiliki kekuatan kembali" ujar Fai kemudian sambil menyodorkan beberapa buah iblis yang di ambil nya tadi. She Xia pun menerima nya dengan lemah, sambil mendudukkan dirinya di atas rerumputan, dia pun memakan buah itu dengan nikmat. Rasa manis dan segar mulai menjalar dalam tubuh nya membuat kekuatan kegelapan milik nya semakin pekat.
"Tenanglah nak, ibu pasti akan menjagamu dengan baik" ucap She Xia kemudian sambil mengelus perutnya yang semakin membesar.
Dia pun melirik batu es abadi tempat Wu Zhuang di baringkan, sambil menatap suaminya yang terlihat semakin kurus dan pucat, She Xia pun menggenggam tangan Wu Zhuang dan menariknya agar mengelus perut besar nya. Seolah ada sengatan listrik dari tangan Wu Zhuang dan juga perut nya, She Xia pun hampir terjatuh jika tak di topang oleh Fei dan juga Fai.
"Permaisuri.." panggil Fei
"Aku baik-baik saja Fei" jawab She Xia sambil mencoba untuk berdiri tegak.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Aku merasa seperti tersengat suatu benda saat aku mendekatkan tangan A-Zhu untuk mengelus perutku" ucap She Xia
"Sepertinya bayi yang mulia sedang menyapa ayahnya" ucap Fei
She Xia hanya tersenyum mendengar jawaban dari Fei. Dia pun mencoba mengulurkan kembali tangannya dan menggenggam tangan Wu Zhuang sambil mendekatkannya ke perutnya. Sengatan listrik itu pun kembali She Xia rasakan, bahkan terasa semakin besar membuatnya merasa sangat kesakitan. She Xia pun menjauhkan kembali tangan Wu Zhuang dari perutnya dan kembali menaruhnya di samping tubuh Wu Zhuang. Tiba-tiba saja jari-jari tangan Wu Zhuang bergerak sedikit demi sedikit, tak lama kemudian matanya pun terbuka dan melihat ke sekeliling.
"Permaisuriku.." panggil Wu Zhuang dengan lemah. She Xia yang mendengar suara yang sangat di rindukannya pun berbalik dan melihat suaminya tersenyum lembut.
"A-Zhu" panggil She Xia sambil berhambur ke pelukan Wu Zhuang, dia pun meneteskan air mata melihat kesembuhan suaminya.
"Syukurlah kau sudah bangun, aku takut kau meninggalkan ku" cicit She Xia pelan. Sedangkan Wu Zhuang hanya tersenyum sambil mengelus surai panjang milik istri kecilnya.
"Kita dimana?" tanya Wu Zhuang
"Aaaargh.." She Xia tiba-tiba saja berteriak sambil memegang perutnya. Fai dan Fei pun langsung mendekat.
"Kita harus segera mencari tabib, sepertinya permaisuri ku akan segera melahirkan" ucap Whu Zhuang sambil mencoba berdiri walaupun dengan kaki yang lemah
"Apa maksud mu A-Zhu? Kehamilan ku baru saja genap 3 bulan hari ini" ucap She Xia
"permaisuri, anak seorang iblis terlahir setelah 3 bulan berada dalam kandungan ibunya" ucap Fai dengan pelan
"Appaaa?" She Xia pun kaget mendengarnya, apalagi dengan kondisinya yang lemah, bagaimana cara dia mengeluarkan anak nya. Wu Zhuang yang panik pun segera menyela ucapan She Xia
__ADS_1
"Kita harus segera keluar dari sini dan mencari tabib" ucap nya sambil menggandeng tangan She Xia yang lemah, She Xia hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak A-Zhu, kita tak bisa keluar dari sini. Sekarang setiap kekaisaran sedang memburu kita. Jika kita keluar dari tempat ini, kita semua dalam bahaya" ucap She Xia pelan sambil menutup matanya, menggumamkan sebuah mantra yang tak di pahami semua orang hingga akhirnya cahaya putih muncul di hadapan She Xia dengan teramat terang membuat ketiga pria itu dengan terpaksa menutup matanya. Seorang gadis cantik muncul saat cahaya itu menghilang
"Kau memanggilku She Xia?" tanya gadis itu
"Benar Dewi Kehidupan, aku memanggilmu, bantu aku untuk melahirkan anak ku" ucap She Xia. Dewi kehidupan pun mengangkat tangannya, cahaya putih kembali keluar dari tangannya dan dengan cepat menembus kepala She Xia.
"Pahami teknik itu dengan cepat She Xia" ucap Dewi Kehidupan
"Teknik ketenangan sembilan surga?" tanya She Xia. Dewi Kehidupan pun menganggukkan kepalanya. Dengan Segera She Xia pun duduk dengan posisi lotus walaupun dia sangat kesusahan, mulutnya berkomat-kamit menggumamkan sebuah mantra hingga terdengar beberapa kali suara petir menggelegar, tubuh She Xia mengeluarkan cahaya emas yang sangat menyilaukan mata.
Sementara di seluruh daratan terjadi goncangan yang sangat dahsyat, langit tiba-tiba saja mendung, petir menggelegar dimana-mana, hujan deras mengakibatkan banjir dan juga longsor. Para Kaisar yang saat ini sedang berkumpul di aula istana kekaisaran Liu pun sampai bangkit dari duduknya dan melihat keluar.
"Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba saja langitnya mendung dan lihat lah petir hitam itu, di sertai hujan angin yang kencang. Fenomena apa ini? Segera panggil peramal Hua untuk datang kemari" ucap Kaisar Liu
Prajurit pun segera pergi memanggil peramal hua untuk di bawa menghadap kaisar di aula istana. 30 menit kemudian peramal itu pun datang dengan kitab tebal yang di genggam di tangannya.
"Salam untuk para kaisar, semoga panjang umur dan di berkati" ujar peramal tua itu sambil membungkuk
"Salam mu zen terima peramal Hua. Katakan apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba saja terjadi penomena aneh seperti ini?" tanya Kaisar Liu.
Segera saja peramal Hua pun duduk sambil membuka bukunya, dia pun mengatupkan kedua tangannya dan menutup mata. Menggumamkan sebuah mantra untuk melihat yang tidak bisa di lihat oleh orang lain. Tak lama dia pun membuka mata nya dan berucap
__ADS_1
"Yang mulia, ini adalah pertanda kelahiran kembali Dewi Neraka, penguasa alam bawah dan kebangkitan seorang ALKEMIS DARI KLAN IBLIS yang memegang kendali kitab Dewa pengobatan Kuno" ucap peramal itu sambil menghembuskan nafas panjang nya.