
"Apa kau makan dengan baik?" tanya She Xia pada Wu Zhuang yang hanya di balas anggukan kepala.
"Seperti nya kita harus segera melenyapkan Wu jin, dia terlalu banyak berbuat kesalahan pada kita. Ditambah dia juga memprovokasi seluruh kaisar di benua ini agar menentang mu" ucap She Xia sambil mendudukan Jia li di pangkuannya.
"Aku sudah memutuskan untuk membangun kembali kerajaan kegelapan dan menyerang semua kekaisaran" ujar Wu Zhuang dengan mata yang langsung memerah. Kilatan dendam dan kebencian nampak jelas dimatanya
"Baiklah, kita akan kembali ke kerajaan kegelapan dan mengeluarkan semua istana kita dari ruang dimensi ini kembali kesana" ucap She Xia sambil terus menciumi wajah Jia Li membuat bocah itu terus menerus terkikik geli.
"Tidak perlu. Kita akan menyamar menjadi saudagar dan memasuki satu persatu kekaisaran untuk membalas dendam" ucap Wu Zhuang sambil menatap kosong ke depan.
"Itu juga bagus, jadi kita bisa memberantas mereka satu persatu" ucap She Xia
Wu Zhuang hanya menganggukkan kepalanya, lalu mereka pun masuk ke dalam kamar dan beristirahat.
Keesokan harinya She Xia beserta Wu Zhuang dan Jia Li pun telah keluar dari ruang dimensi. Dengan segera She Xia mengeluarkan sebuah kereta mewah yang akan membawa mereka menuju kekaisaran pertama. Fai, Fei dan beberapa prajurit pun siap mendampingi, sedangkan yang lain nya tetap tinggal di ruang dimensi sampai perintah penyerangan di berikan oleh Wu Zhuang. Mereka pun berjalan beriringan, Fei yang bertugas menjadi kusir, sedangkan Fai beserta beberapa prajurit mengikutinya dari belakang dengan kuda mereka.
Kekaisaran yang mereka pilih untuk target balas dendam pertama adalah kekaisaran Xuan. Jia Li begitu antusias melihat pemandangan yang ada di depan matanya, bocah berusia 4 tahun itu terus saja berceloteh sambil menunjuk ini dan itu. Dua jam kemudian kereta pun sudah berhenti di depan gerbang kekaisaran Xuan, para prajurit penjaga gerbang pun segera memeriksa mereka beserta seluruh barang bawaan nya, karena saat itu mereka memang membawa barang yang banyak sebagai penyamaran untuk berdagang. Tidak ada yang mencurigai mereka saat pemeriksaan berlangsung. Prajurit pun meminta uang masuk pada mereka sebanyak 5 keping emas, She Xia dengan santai membayarnya. Akhirnya mereka pun di berikan izin untuk masuk. She Xia meminta Fei agar membawa keretanya dengan santai, dia ingin menikmati pemandangan di kekaisaran ini, dan tentu saja hal itu membuat Jia li semakin senang. Mereka pun memasuki pasar, Jia Li minta berhenti saat melihat beberapa orang menjajakan kue dan juga manisan. Dengan semangat Jia li pun turun dari kereta dan berlari kesana kesini untuk melihat semua yang di perjual belikan di pasar itu.
"Ibu.. Aku ingin itu, itu dan itu juga" ucap Jia li sambil menunjuk beberapa kue dan juga manisan. She Xia hanya mengangguk menanggapi permintaan putri kecilnya.
Orang-orang yang sedang berjualan maupun yang sedang berjalan serempak menghentikan kegiatan mereka dan melihat seorang anak kecil yang cantik dan lucu. Berlarian kesana kemari di ikuti ibu beserta beberapa pengawalnya. Mereka pun bertanya-tanya dalam hati.
"Siapa gadis kecil itu? Apakah dia bukan dari kekaisaran ini? Seingatku tak ada gadis yang seimut itu di kekaisaran Xuan ini" pikir rakyat A
"Astaga, sungguh gadis yang sangat imut dan juga cantik" celetuk rakyat B
__ADS_1
"Tentu saja cantik, lihat saja ibunya, dia terlihat sangat cantik dan juga masih muda" ucap rakyat C
"Andai saja aku memiliki putri kecil yang lucu dan imut seperti itu, aku pasti sangat bahagia" ucap rakyat D.
Sedangkan Jia li tak memperdulikan ocehan-ocehan dari rakyat yang mengagumi dirinya, dia sudah terbiasa menjadi pusat perhatian semenjak lahir. Selang beberapa menit, Jia li pun menghentikan langkahnya saat mendengar tangisan 2 orang anak kecil. Dia pun mengikuti suara itu hingga akhirnya kaki nya pun berhenti melangkah saat melihat dua orang bocah berusia lima tahun dan tiga tahun menangis pada nenek nya karena kelaparan.
"Nek.. Aku sudah tidak tahan lagi, aku benar-benar lapar" ucap anak yang sulung
"iya nek, aku juga lapar" ucap anak yang lebih kecil sambil terus terisak
"Sabarlah nak, setelah sayuran ini laku, nenek akan membelikan kalian makanan yang enak" ucap nenek itu menghibur kedua cucunya sambil melihat sayuran yang ingin dia jual mulai layu.
Jia Li pun sontak mendekat dan memberikan beberapa kue untuk mereka.
"Ambil ini dan makan" ucap bocah berusia empat tahun itu dengan dingin. Meskipun tadi dia berlarian dengan riang, tapi saat bertemu dengan orang yang tidak di kenal, dia tetap akan menunjukkan sikap acuh tak acuh nya.
"Kue ini benar-benar enak" ucap anak yang lebih besar sambil terus mengunyah
"Benar, ini adalah kue yang terenak yang pernah aku makan" ucap anak yang lebih kecil.
She Xia yang melihat interaksi antara Jia li dengan kedua bocah itu pun menyunggingkan senyuman manis, meskipun wajah She Xia telah di rubah tapi kecantikannya tetap saja memancar dari wajah yang polos tanpa make up itu, membuat semua orang yang melihat senyumannya nampak takjub.
"Berapa harga semua sayuran ini nek?" tanya She Xia
"Semua sayuran ini sudah agak layu nona, jika nona menginginkan nya, harganya hanya 10 keping tembaga" ucap nenek itu sambil mengusap air matanya.
__ADS_1
She Xia hanya tersenyum mendengar ucapan nenek itu dan terus saja menyentuh semua sayuran yang di jual sang nenek.
"Aku tak jadi membelinya, sayuran itu untuk nenek saja" ucap She Xia sambil mengajak Jia li kembali ke kereta.
Nenek itu pun mengusap kembali air matanya, ada rasa sedih di dalam hatinya karena melihat sayuran yang dia jual belum laku juga, sementara dia harus menghidupi kedua cucunya itu. Dia pun menunduk hendak mengambil dan membawa pulang sayurannya kembali ke gubuk nya. Namun betapa kaget nya nenek itu saat melihat tumpukan keping emas di tempat dia menyimpan sayurannya itu. Dengan serta merta dia pun bersujud sambil menangis.
"Terima kasih Dewi, kau telah menolong orang tua renta ini dengan berkatmu" ujarnya sambil menyatukan kedua telapak tangannya dan beberapa kali bersujud. Beberapa pedagang yang melihat perbuatannya itu pun bertanya padanya.
"Apa yang kau lakukan nenek Li mey? Kenapa kau terus bersujud dan berterima kasih? Tak ada siapa pun di depanmu" ujar seorang pedagang yang merupakan tetangga dari nenek yang bernama Li mey itu
"So yang, Dewi telah datang menemuiku dan menolongku hari ini dan aku sedang mengucapkan terima kasih padanya" ucap nenek Li mey
Perempuan yang di panggil So Yang pun mengerutkan dahinya dan kembali bertanya
"Lalu dimana Dewi nya?" tanya So Yang
"Mungkin dia sudah kembali ke dunia atas setelah menolong nenek tua ini" ucap nenek Li mey menjeda kalimat nya.
"Kemarilah, aku akan memberikan kalian masing-masing 5 keping emas sebagai berkat dari Dewi penolongku itu" ucap nenek Li mey memanggil mereka semua. 20 orang itu pun mendekat, ingin melihat benar atau tidak perkataan yang di ucapkan oleh nenek Li mey.
Segera nenek Li mey pun membuka buntalan kain yang tadi di pakai untuk menjajakan sayurannya, semua orang pun kaget melihat begitu banyak keping emas di dalam buntalan itu.
"Ini adalah berkat yang di berikan oleh dewi itu, aku akan memberikan kalian 5 keping setiap orang nya, semoga besok atau lusa kalian juga bisa bertemu dengan Dewi itu dan mendapatkan berkatnya" ucap nenek Li mey sambil membagikan kepingan emas yang dia dapatkan dari She Xia pada mereka.
Orang-orang itu pun langsung bersujud dan merapatkan telapak tangannya, sama seperti yang di lakukan nenek Li mey tadi, mereka pun segera bersujud dan berterima kasih.
__ADS_1
"Dewi, hari ini kau menemui nenek Li mey, tapi kami semua pun mendapatkan berkat yang kau berikan padanya, terima kasih dewi.." ucap mereka sambil berderai air mata.
She Xia yang masih bisa mendengar ucapan terima kasih dari mereka pun tersenyum dengan tulus, hatinya terasa menghangat, satu perbuatan baik nya terhadap seorang nenek tua membuahkan ribuan terima kasih dari orang-orang yang di bantu oleh nenek itu.