
Wung...
Beberapa jade spirit langsung bermunculan di atas tubuh mungil bocah itu dan langsung membentuk sebuah kubah yang sangat tipis, bahkan ada beberapa kertas mantra yang saat ini ikut melayang dan menempel pada dinding array yang baru saja di buat oleh Jia Li.
Mata She Xia dan Wu Zhuang langsung melotot, keduanya begitu takjub dengan kemampuan yang di miliki oleh putrinya itu, bagaimana bisa bocah itu melakukan sesuatu yang seharusnya di lakukan oleh seorang manusia dewasa? Bahkan ilmu array adalah yang paling sulit untuk di pelajari.
Tapi bocah itu dengan mudahnya menciptakan array tipis kemudian meletakan sebuah kristal bening di tengah-tengah array yang di buat nya.
Array itu terlihat bercahaya sangat terang hingga naik ke atas menuju langit, dan akhirnya sebuah gelombang besar muncul bersamaan dengan terbuka nya pintu dunia atas.
"Ayah.. Ibu.. Waktu kalian hanya tiga hari dari sekarang.. Pergilah! Dan segera selamatkan nenek!" ucap Jia Li sambil memberikan sebuah giok identitas pada Wu Zhuang.
Nampaknya bocah itu telah melihat apa yang akan terjadi pada kedua orang tuanya nanti hingga memberikan giok itu jika sewaktu-waktu ada masalah disana, bahkan dengan enteng nya bocah itu juga melemparkan peta dunia atas tempat dewi air mata di kurung selama ratusan tahun.
Wu Zhuang segera menangkap gulungan peta yang di lemparkan oleh Jia Li, dan langsung menggenggam tangan She Xia. Keduanya langsung melesat menuju ke atas dan bersiap untuk menyelamatkan dewi air mata.
Wush...
Wush...
Akhirnya keduanya pun langsung menghilang dari pandangan mata. Jia Li bergegas meninggalkan tempat itu setelah sebelumnya dia membuat sebuah ilusi ketakutan untuk melindungi air terjun pelangi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Bocah itu langsung kembali keluar dan melesat dengan sangat cepat menuju hutan iblis, dia harus segera menutup gerbang dimensi agar tak ada satupun manusia yang memasuki tempat itu, terlebih dia juga merasakan jika saat ini ada beberapa orang dari ras dewa yang telah berada di dunia tengah dan berusaha untuk memasuki dunia bawah untuk mencuri tungku 9 naga.
Jia Li akan melindungi seluruh keluarga dan juga harta yang mereka miliki agar tak jatuh ke tangan orang yang salah.
"Hais.. Ini benar-benar merepotkan!" Ucap bocah itu sambil berdengus kesal. Dia memasang beberapa kertas mantra pada pohon besar yang selama ini di gunakan sebagai portal untuk membuka dimensi lain, khususnya kerajaan kegelapan.
Wush...
Wush...
Wush...
__ADS_1
Kertas mantra itu pun akhirnya bercahaya dan memantulkan sebuah simbol yang sangat rumit dan juga sulit untuk di tiru. Dan secara perlahan-lahan kertas mantra itu pun terbakar bersama menghilang nya beberapa pohon besar.
Jia Li telah memindahkan pohon-pohon itu ke dalam dimensi kecil miliknya agar tak lagi mendapatkan masalah dengan kemunculan para kultivator manusia yang berebutan masuk ke dalam wilayah kerajaan kegelapan.
"Sepertinya aku harus segera meninggalkan tempat ini, aku merasakan ada puluhan orang kultivator tingkat tinggi yang datang ke tempat ini dan mencari portal menuju kerajaan kegelapan!" gumam bocah itu sambil melesat menggunakan ilmu peringan tubuh dan langsung memasuki jurang tanpa batas.
Sebenarnya di dalam jurang itu terdapat sebuah goa yang begitu besar, hanya saja karena Jia Li telah melindunginya hingga tak ada satu orang pun yang bisa melihat goa itu.
Jia Li telah menanam banyak sekali sayuran dan juga tanaman herbal yang sangat langka, hanya saja dia tak memberi tahu siapa pun juga tentang hal itu, dia tak ingin ada orang yang mengetahui keberadaan nya, karena mata manusia pasti akan di penuhi oleh hasrat dan juga keserakahan.
Karena itulah dia memasang array tingkat tinggi di jurang tak berdasar, bahkan dia dengan sengaja menyiapkan berbagai macam ilusi untuk mengecoh siapa pun yang datang ke tempat itu, terkecuali jika memang Jia Li sendiri yang mengundang untuk datang ke kerajaan neraka, maka dia akan membuka sebuah portal rahasia yang langsung akan membawa orang itu menuju istana kerajaan neraka.
Wung...
Wung...
Wung...
Jia Li meyakini jika saat ini bahkan orang-orang akan kembali datang menuju lembah angin dan juga kerajaan neraka setelah mereka mendapatkan berbagai sumberdaya untuk menerobos pertahanan yang telah dia buat demi sebuah tungku sembilan naga milik sang ibu, She Xia.
Wuuuung...
Terdengar suara array berdengung dengan sangat kuat, bocah itu mengalirkan energi lava ke array yang baru saja di buatnya agar semakin kuat lagi, dengan boros nya bocah itu membuat berbagai formasi sihir, dia tak ingin membuat satu kesalahan kecil sekalipun. Dan membuat pertahanan nya kebobolan.
Swush...
Swush...
Hap...
Hap...
Hap...
__ADS_1
Sekitar seratus orang kultivator kini telah sampai di hutan iblis, mereka mempertajam indera penglihatan nya untuk mencari portal yang menghubungkan tempat itu dengan kerajaan kegelapan, bagaimana pun caranya mereka harus bisa menerobos demi tungku sembilan naga yang begitu melegenda di alam atas.
Sementara tiga dewa yang sebelum nya di beri tugas oleh dewa agung juga kini mulai menjatuhkan diri di jurang tanpa dasar, nampaknya mereka masih penasaran dan ingin segera sampai di kerajaan neraka untuk mengambil tungku sembilan naga.
"Dewa bumi! Ada apa ini? Kita bahkan tak bisa masuk dan seolah terdorong kembali ke atas oleh kekuatan yang besar!" ucap dewa air.
Dewa bumi langsung memeriksa sekeliling tempat itu dengan kekuatan jiwanya, dengan jelas dia melihat begitu banyak lingkaran sihir beserta mantra-mantra yang terpasang disana, berbagai macam segel aneh mengelilingi tempat itu.
"Siapa yang telah dengan lancang menolak kehadiran kami para dewa yang hidup di dunia atas? Benar-benar sudah bosan hidup rupanya!" umpat dewa bumi sambil melesatkan sebuah serangan yang sangat dahsyat ke arah array yang mengelilingi tempat itu.
Baaaang...
Dua kekuatan beradu, dewa bumi mundur beberapa langkah seraya memegang dadanya yang terasa panas dan sesak, dia benar-benar di buat murka oleh si pembuat array karena telah berusaha menolak kehadirannya.
"Kalian berdua! Alirkan energi Qi milik kalian! Kita akan menyerang array itu bersama-sama!" teriak dewa bumi seraya menstabilkan kembali kekuatannya.
Dia duduk bersila dan langsung memindai sekitar array yang terpasang untuk mencari titik lemah nya, namun hingga tiga dupa terlewati dewa bumi tak kunjung menemukan jalan untuk menghancurkan array itu.
Blar...
Blar...
Blar...
Terdengar suara retakan dari langit di sertai angin yang sangat kencang hingga ketiga dewa itu pun terpaksa harus mengokohkan kedua kaki mereka agar tak ikut terseret oleh angin yang saat ini seolah di kendalikan oleh seseorang.
"Kalian bertiga! Dewa Agung meminta ku untuk menyampaikan perintah nya untuk kembali ke alam atas!" seorang dewa muncul di belakang angin topan yang tadi muncul.
"Dewa angin! Kau disini?" ketiga dewa itu pun bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Sepertinya ada seseorang yang telah menyusup ke alam atas! Ayo kita kembali dan hancurkan makhluk yang telah berani menginjakkan kaki kotornya di tanah kita!" ucap dewa angin.
"Baiklah.." ketiga dewa itu pun dengan segera mengangguk dan langsung masuk ke dalam gulungan angin topan untuk kembali ke alam atas.
__ADS_1