BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 45


__ADS_3

Di saat semua orang tengah berlomba mencari jalan untuk memecahkan array dan formasi yang di pasang di jurang tak berdasar, Liu Shang beserta Jun Jiang masih larut dalam ilusi cinta nya pada She Xia, kedua nya masih terus mengejar bayangan gadis yang kini telah menjadi istri dari raja kegelapan Wu Zhuang.


Bayangan She Xia seolah datang dan pergi membuat mereka berlari kesana kemari mengejarnya.


Jun Jiang kali ini tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa memiliki She Xia, begitu juga dengan putra mahkota Liu Shang.


Mereka bahkan tak menyadari jika saat ini mereka hanya mengejar bayang-bayang ilusi She Xia.


Kekuatan cinta yang dimiliki oleh Jun Jiang maupun Liu Shang sama besar nya pada She Xia, hingga hutan ilusi pun berhasil mengecoh keduanya yang terlarut dalam kebahagiaan semu.


"Tidak She Xia... Kembali.. Jangan pergi" teriak Jun Jiang sambil terus berlari dengan mengerahkan seluruh kemampuannya.


Sementara Liu Shang kini tengah berbahagia, bayangan ilusi She Xia muncul di antara kegundahan hatinya, mata hitam legam itu memancarkan aura kerinduan pada sosok mungil yang kini di sisinya.


Dia akan mempertahankan She Xia dan berjuang untuk bisa bersama.


30 hari sudah di lewati kedua pemuda itu dalam hutan ilusi yang semakin menjauhkan keduanya dari kenyataan, sibuk dalam cinta dan terus mengejar kebahagiaan semu.


Hanya 10 hari tersisa, jika mereka tak juga sadar, maka mereka akan selamanya tinggal di hutan ilusi.


Kaisar Liu pun mengerahkan para prajurit nya dan di bantu oleh Wu Jin, entah kenapa paman dari Wu Zhuang ini begitu setia pada kaisar Liu, sedangkan pada Wu Jing yang merupakan kakak nya sendiri saja dia membencinya dan ingin melenyapkan nya, begitu juga dengan Wu Zhuang.


Sepertinya masih ada tabir rahasia yang harus di kuak oleh She Xia di masa depan.

__ADS_1


Setelah melewati portal, para prajurit itu pun segera menyebar untuk mencari putra mahkota Liu Shang dan juga Jun Jiang.


Sedangkan Wu Jin mengerahkan seluruh energi mental nya untuk mendeteksi keberadaan putra dari sahabat manusia nya itu.


Setelah memakan waktu hampir tiga hari, akhirnya Wu Jin pun membuka mata, dengan cepat dia pun segera memanggil para prajurit untuk mengikutinya menuju ke hutan ilusi untuk menyelamatkan Liu Shang dan juga Jun Jiang yang saat ini tengah terjebak di dalamnya.


Sampai di hutan ilusi, para prajurit kekaisaran Liu pun berpisah dan berusaha untuk mencari putra mahkota mereka, tapi naas ilusi yang di pasang di hutan itu benar-benar membuat mereka terlena hingga lupa pada tugas nya untuk menyelamatkan Liu Shang dan juga Jun Jiang.


Para prajurit itu mulai berlari-lari seperti tengah mengejar seseorang dalam bayang-bayang, mereka juga mulai tertawa bahagia.


Ilusi cinta yang terpasang di hutan itu tidaklah mudah untuk di patahkan begitu saja, bahkan Wu Jin yang merupakan iblis sekalipun di buat tak berdaya.


"Sial.. Siapa sebenarnya master ilusi ini? Bagaimana bisa dia membuatku yang merupakan keturunan iblis ini tak berdaya pada ilusi yang di buatnya? Jangankan untuk mematahkannya, bahkan aku tak bisa merasakan aura dari ilusi yang di sebar di hutan ini. Kaki ku terasa kram dan kesemutan, sementara manusia berjingkrak kesana kemari seperti anak kecil yang di beri mainan" gumam Wu Jin sambil terus berkeliling mencari petunjuk untuk mematahkan ilusi itu.


Wu Jin tak berhenti sampai disana, dia bahkan kini mengarahkan seluruh kemampuannya untuk membatasi ilusi yang terkandung di hutan itu, namun bukannya menghilang, ilusi itu malah semakin kuat menjerat siapa pun yang memasukinya berkat dari kekuatan Wu Jin.


Sebuah pesan dari Wu Jin melayang di depan kaisar Liu, namun setelah kaisar Liu selesai membacanya, kertas itu langsung menghilang.


Kaisar Liu mulai memikirkan arti dari tulisan yang di kirim oleh Wu Jin hingga akhirnya dia pun menoleh pada penasihat istananya.


"Katakan pada zen, apa yang harus zen lakukan sekarang penasihat?" tanya kaisar Liu.


Penasihat istana pun langsung membungkuk di hadapan kaisar Liu.

__ADS_1


"Mohon ampun beribu ampun yang mulia, namun bolehkah yang mulia memberi tahu hamba apa isi pesan dari yang mulia Wu Jin?" tanya penasihat


"Wu Jin memberi tahu jika ilusi yang ada di hutan itu tidak bisa dia pecahkan, bahkan saat ini seratus orang prajurit yang ikut bersama Wu Jin turut bersikap aneh, mereka berlari dan berjingkrak kesana kemari penuh dengan kebahagiaan, Wu Jin juga memberitahu, jika kekuatan mental tak bisa di pakai disana, bahkan energi yang di keluarkan oleh Wu Jin saat menyerang kekuatan ilusi itu malah menyedot kekuatan Wu Jin dan membuat ilusinya semakin pekat" ucap kaisar Liu menjelaskan


"Bagaimana jika kita mencari seorang master ilusi tingkat tinggi yang mulia? Sepertinya tempat itu memiliki sesuatu yang di jaga hingga seseorang membuat ilusi yang sangat tinggi disana" ujar penasihat


Kaisar Liu pun mulai memikirkan kemungkinan demi kemungkinan yang bisa saja terjadi, dan akhirnya dia pun mengangguk membenarkan ucapan penasihat nya.


"Penasihat benar, zen yakin ada sesuatu yang di jaga dengan sangat hati-hati di hutan itu, hingga orang itu perlu membuat barrier dengan begitu kuat, bahkan dia telah membuat ilusi yang sangat tinggi untuk memanipulasi siapa pun yang datang kesana" gumam kaisar Liu dalam hati.


"Prajurit.." panggil kaisar Liu


"Hamba yang mulia" seorang prajurit pun masuk dan segera membungkuk, menunggu perintah dari kaisar Liu


"Umumkan segera bahwa zen sedang mencari seorang master array dan juga master ilusi tingkat tinggi, dan zen akan membayar sangat mahal jika ada yang bisa menemukannya" ucap kaisar Liu.


"Baik yang mulia.." prajurit itu pun kembali membungkuk dan segera bergegas keluar untuk melaksanakan tugas nya.


Setelah mengumpulkan seluruh rakyat, prajurit segera memukul kentongan dan memberi tahukan perintah kaisar mereka.


"Dengarkan aku baik-baik, saat ini yang mulia kaisar membutuhkan master array dan juga master ilusi tingkat tinggi. Dan barang siapa yang bisa membawa kedua master itu kehadapan yang mulia, maka istana akan memberikan kompensasi yang sangat besar" ucap prajurit itu...


Tong... Tong... Tong...

__ADS_1


Kentongan pun kembali di pukul, para prajurit lalu kembali berjalan menuju ke desa-desa terpencil untuk memberitahukan informasi yang sama pada semua rakyat nya.


Sementara rakyat menjadi heboh dan mulai memikirkan siapa yang harus mereka bawa ke istana?


__ADS_2